CINTA MEMERLUKAN WAKTU

Kebanyakan orang menjalani hidupnya dalam berumah tangga berawal dari mengenal seseorang kemudian jatuhcinta, berpacaran, lalu menikah dan mempunyai anak. Tetapi berbeda dengan aku, aku melaluinya dengan berlawanan……..menikah, kemudian berpacaran, lalu saling jatuh cinta dan mempunyai anak.

Ya…………..memang aku menikah tanpa cinta dan juga menikah diusia muda, kala itu aku umur 20 th karena lulus kuliah 19 th……walaupun tanpa cinta akantetapi semua itu karena kemauanku sendiri.

Waktu itu aku aku baru lulus kuliah dan baru bekerja di sebuah perusahan distributor alat berat di Cakung, aku tinggal kos di suatu daerah namanya BOR yang masih seputaran Cakung juga. Pada suatu hari ketika aku pulang kerja, aku bertemu kakak kelasku kuliah dulu namun beda fakultas. Dulu kami hanya sebatas kenal namun setelah bertemu di perantauan kami sangat senang dan menjadi sangat akrab, lalu aku dia kasih alamatnya dan sebelum berpisah dia bilang ke aku “…..kalau ada waktu maen ke kontrakanku ya pak……”(dari dulu kami memang sudah membiasakan memanggil teman dengan sebutan Pak).

Satu bulan berlalu akhirnya pada hari minggu aku mencari kontrakan temanku itu dan ketemu karena masih daerah Cakung juga. Ternyata di kontrakannya sedang ada pengajian bulanan anak-anak karyawan garment di kawasan itu dan yang mengisi si teteh (panggilan istriku waktu itu). Aku menunggu sambil ikut mendengarkan isi pengajian yang isinya tentang “PERNIKAHAN”. Setelah pengajian selesai aku ngobrol dengan temenku di ruang depan dan temenku bilang ke aku “Teteh itu masih gadis lho…kamu mau jadi suaminya….? aku hanya tersenyum kemudian dengan spontan saja aku menjawab “……… mau………” Eeeeee…………………sama temenku itu  disampaikanlah ke teteh itu, otomatis terjadilah taaruf hari itu juga dan dia juga mau menerima saya sebagai calon suminya……

Malam harinya aku tidak bisa tidur dan berpikir terus….. siapa dia, tidak cantik, jilbabnya panjang banget dan tidak berpendidikan formal……dan juga aku baru bertemu hari itu, itupun kurang dari satu jam. Tapi sudahlah aku tidak mungkin menarik ucapanku sendiri karena itu adalah salah satu yang aku banggakan dalam hidupku “Selalu bertanggung jawab dengan semua ucapanku” dan aku juga paling takut jika mengecewakan atau menyakiti orang lain.

Akhirnya sesuai kesepakatan 2 minggu kemudian aku datang ke rumah orang tuanya di desa Pangkalan, Ciawi, kab. Kuningan Jabar untuk melamarnya dan aku datang seorang diri…………………aneh banget kan…………………………………….
Dari pertemuan itu walaupun ortunya terheran heran tetapi menerima lamaranku, mungkin karena anaknya mau, kemudian ditetapkan tgl pernikahan 3 minggu kemudian. Aku tidak mengerti tentang prosedur pernikahan, Ternyata………..nikah itu tidak gampang ada surat-surat  yang harus diurus, akhirnya saya pulang ke kampung untuk mengurus surat-surat  sekalian minta izin orang tuaku yg juga terkaget kaget, saat itu juga gempar keluargaku karena aku melangkahi  dua saudaraku sekaligus akan tetapi pada akhirnya dengan terpaksa mereka mengijinkan juga karena mereka tahu aku orang yang kuat memegang keputusanku sendiri.

Pernikahan  memerlukan biaya tetapi aku tidak punya uang karena aku baru bekerja 3 bulan….tetapi aku tidak menyerah, lalu aku meminjam uang ke teman-teman kerjaku dan setelah terkumpul aku kembali ke orang tuanya untuk menyerahkan surat-surat dan uang buat acara nikah.
Kemudian menikahlah kami, karena aku karyawan baru saya tidak ada ijin dan cuti jadi hanya hari h saja kami disana dan kamipun tidak melakukan malam pertama. Kemudian kami balik ke Jakarta dengan meninggalkan tandatanya besar…………

Kemudian hiduplah kami berdua dengan keterasingan kami satu sama lain, bulan pertama kami hidup terpisah karena aku di Cakung sedangkan istriku di tanjung priuk satu kontrakan dengan teman-temannya. Akhirnya kami mendapatkan kontrakan rumah petak di tj priuk yang kumuh tetapi saya heran … dimana-mana banyak nyamuk tetapi kontrakanku tidak….ternyata benar bersih itu sehat nyamukpun tidak mendekat……
Mulailah kami hidup satu rumah dan kami saling berusaha mengenal dan memahami satu sama lain. Setiap malam kami hanya bercerita sebelum tidur dan tidak melakukan aktivitas layaknya suami istri karena didalam hatiku belum tumbuh rasa cinta namun aku terus memaksakan diri untuk mencintai dan menyayanginya. Hari berganti hari dan bulanpun bergabti bulan kami menjalani perkenalan setelah menikah itu sampai pada suatu hari aku pulang kerja, aku berlari-lari di terminal Pulogadung mengejar P-50 dan aku terperosok ke lubang sehingga kakiku terkilir dan pincang. sesampainya di Tj Priuk aku naik ojek sepeda sampai rumah dan langsung ditopang oleh istriku masuk rumah karena aku tidak bisa jalan sendiri. Kemudian istriku mencari tukang urut dan diurutlah kakiku sakit sekali sampai-sampai ketika diurut aku berteriak dan menggigit lengan istriku karena menahan sakit. Istriku hanya diam menahan sakit karena gigitanku. Malam harinya kami masih berbincang-bincang saja dan aku melihat bekas gigitanku di lengan kananya yang membiru, aku bertanya ” BU….waktu bapak gigit koq ibu diam saja…..?” istriku menjawab dengan senyuman kasnya ” melihat bapak yang kesakitan itu lebih menyakitkan hati ibu dari pada rasa sakit akibat gigitan bapak….” kemudian kami diam dan diapun tertidur, tetapi aku belum tidur dan aku terus memandangi wajahnya dan bekas gigitanku itu sembari berfikir…ibu ini baik banget….mungkin kalau orang kaya dia pasti cantik…….lesung pipinya ada….dagunya berbelah dan kulitnya putih……sepertinya mulai ada rasa di hatiku sejak malam itu dan aku beranikan diriku untuk tidur mendekat dengannya dan aku kalungkan tanganku ke pinggangnya dan pura-pura tidur.

Tiga hari kemudian aku sudah sehat dan waktu itu ada acara ” Family Gathering “ perusahaanku di Taman bunga Bogor dan aku mengajaknya ikut serta. Di taman bunga di bawah pohon yang rindang dan dikelilingi bunga mawar yang sedang mekar kami duduk berdua dan aku pegang kedua tangan istriku serta kupandangi wajahnya lalu aku berkata ” Bu….bapak sekarang sudah mengenal ibu dan segarang bapak sudah benar-benar jatuh cinta dan sayaaaang sama ibu “  istriku diam dan menundukan kepalanya kemudian dengan wajah yang merona dan mata berbinar-binar dia menjawab ” bagi ibu cinta itu tidaklah penting dan yang terpenting adalah ibu bisa berbakti pada bapak…..karena bapak adalah syurganya ibu…”  kemudiak aku memeluk istriku dan mencium keningnya dan kami habiskan hari itu dengan bahagia di Taman bunga.

Setelah acara selesai kami pun pulang dan di sepanjang jalan istriku merebahkan kepalanya di pundakku. Indah rasanya hari itu seperti kami hanya hidup sendiri…… kemudian sesampainya dirumah kami masih bermesraan dan akhirnya malam itu jadilah malam pertama kami melakukan hubungan suami istri setelah 7 bulan kami menikah. Dan akhirnya Septeber 2001 istriku pun mengandung anak buah cinta kami yang pertama.
Sesuatu yg mengherankanku adalah aku semakin jatuh cinta dan dalam pandanganku dia berubah menjadi wanita berkerudung yg cantik, putih namun tetap lembut dan perhatian……….

“True story =perjalananku menemukan cinta sejati”

Edi Padmono(Edmon)

Advertisements

11 thoughts on “CINTA MEMERLUKAN WAKTU

  1. aku baru menemukan blogmu ini, dan ini adl salah satu yg kubaca. dan untuk true story yg satu ini mulai memberi inspirasi untuk mulai menulis…. Khusus story yg satu ini aku suka bgt,…. salam buat ibu dan ke 4 krucilmu…. insya Allah bila ada waktu luang ku kan ke tgr.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s