Bangun dengan iman

Iman adalah sesuatu yang paling mendasar dalam kehidupan manusia, karena iman seseorang akan selalu tunduk kepada aturan-aturan penciptanya dan selalu takut untuk berbuat kemunkaran. Dari iman seseorang akan selalu jujur dalam berbuat dan tidak akan pernah berbohong ataupun khianat karena mereka merasa selalu diawasi oleh sang kholiq di tempat umum ataupun sendirian.Begitupun dalam kehidupan berumah tangga, bangunlah mahligai itu dengan dasar iman yang kokoh sehingga akan tercapai kebahagiaan yang hakiki. Seorang istri dengan imannya ia akan selalu patuh kepada sang suami, mampu menentramkan hati suami jika sedang mendapat permasalahan dan dia akan selalu amanah jika ditinggalkan suaminya untuk mencari nafkah. Begitupun juga sang suami, dengan imannya ia akan selalu lembut dan sayang kepada istrinya serta mampu membina istri dan anak-anaknya. Seorang suami tidak akan khianat ketika keluar dari rumah dengan bermain serong dengan wanita lain.

Sudah bannyak contoh keluarga yang dibangun dengan keimanan menghasilkan generasi yang hebat dan mampu menorehkan sejarah besar. Misalkan saja seorang gadis penjual susu dijaman kholifah Umar yang dengan keimanannya selalu jujur dalam menjual susu walaupun dia seorang yang fakir kemudian gadis itu dinikahi oleh putera kholifah, orang nomor satu waktu. Kemudian di masa depan lahirlah umar bin abdul aziz sang pemimpin yang adil itu.

Ada juga cerita tentang seorang perawat kebun yangmarena imannya ia selalu berbuat jujur, dialah Mubarak seorang perawat kebun hingga suatu hari tuannya mengadakan pesta dan mengundang teman-teman bangsawannya. Disuruhlah mubarak untuk memetik buah-buahan kemudian menghidangkannya, para tamu itupun mencicipi buah hasil kebun itu dan ternyata masam semua rasanya. Maka marahlah sang tuan, dengan nada tinggi ia membentak mubarak “hai mibarak……!sudah puluhan tahun kamu bekerja dikebun ini, kenapa kamu tidak tahu mana buah yang manis atau masam…….?” Kemudian dengan lirih mubarak menjawab “wahai tuanku…bagaimana mungkin aku tahu buah itu manis atau masam jika selama ini engkau tidak pernah mengizinkan aku untuk mencicipinya.” Jawaban mubarak ini mencengangkan seluruh tamu, seorang tamu bertanya kepada mubarak “benar kamu tidak pernah memakan buah dikebun ini?” Mubarak menganggukkan kepalanya yang kemudian dibenarkan oleh seluruh rekan kerjanya. Sembari menepuk pundak mubarak si tamu itu berkata “datanglah kerumahku, aku ada anak gadis yang sudah dewasa….menikahlah dengan dia. Menikahlah mubarak dengan putri si tamu itu dan dari garis keturunannya munculah seorang ulama besar bernama Abdullah mubarak.

Dari dua cerita di atas, jelaslah sudah bahwa iman telah membuahkan suatu sikap jujur dan selalu takut untuk berbuat khianat. Dengan memelihara keimanan seseorang akan mendapat suatu kemuliaan walaupun ia hanyalah seorang sahaya dan fakir, menjalankan rumah tangga dengan dasar iman akan melahirkan generasi yang hebat dan bermartabat.

#Edmon

Advertisements

One thought on “Bangun dengan iman

  1. Undeniably consider that which you said. Your favourite justification appeared to be at the internet the simplest
    thing to have in mind of. I say to you, I certainly get irked whilst other
    folks think about worries that they just do not understand about.
    You managed to hit the nail upon the highest and also outlined out
    the entire thing without having side effect , other folks can take a signal.

    Will likely be back to get more. Thank you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s