Pujian

Sepulang pengambilan rapor kelas 7 SMP, seorang ibu tidak berhenti-henti mengomel pada anaknya, ” apa-apaan ini nilai kamu buruk semua, matematika 6,5 IPA 7 !!!!!sedang teman-temanmu banyak yang mendapat 9 dan 9,5″

“Tapi kan nilai SBK 9 ma , dan aku dapet piagam juara melukis lo ma” jawab si anak

“untuk apa SBK nilai 9 mau jadi apa kamu!!!!! Mau jadi seniman jalanan ? mama dulu selalu mendapat nilai 8,5 atau 9,5 untuk pelajaran-pelajaran Matematika dan IPA, papamu juga demikian maka kamu lihat kan jadi apa papa mamamu saat ini??????” jawab mamanya dengan galaknya.

“Tapi ma!!!” jawab si anak

“Jangan membantah, mama melakukan ini demi kebaikan kamu agar kamu bisa menjadi orang kelak…….mengerti!!!!!!” jawab mamanya dengan semakin galak dan mata melotot.

Sekelumit cerita diatas mungkin sering kita alami sebagai orang tua yang kecewa terhadap perolehan anak yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita tidak pernah menyukai apalagi memberikan expresi terhadap apa yang mereka sukai dan apa yang telah capai. Kita berfikir bahwa memberi omelan kepada anak-anak adalah bentuk komunikasi tetapi sama sekali tidak kita hanya berbicara sendiri, mereka hanya pura-pura mendengarkan tetapi omongan kita hanya menguap begitu saja. Bahkan lebih parahnya kita tidak peduli apakah mereka mendengarkan atau tidak asalkan kita bisa berbicara panjang lebar kepada mereka. Kita tidak pernah sadar kalau omelan kita bisa membunuh karakter anak-anak itu. Kita tidak sadar bahwa mereka juga ingin didengar apa yang dia suka dan dia inginkan, mereka juga memerlukan dukungan dan bukan omelan.

Bukankah waktu mereka masih balita, kita banyak memberikan pujian dan dukungan kepada mereka sehingga mereka bisa melewati berbagai rintangan . Walaupun itu tidak menyenangkan seperti ketika mereka mencorat-coret tembok kita tetap memujinya. Akan tetapi mengapa ketika mereka tumbuh dewasa semuanya berubah dari sebuah dukungan dan pujian menjadi sebuah omelan dan tuntutan sesuai kemauan kita. Apa salahnya kita memuji mereka dengan terus member dukungan dan semangat agar pencapaiannya lebi baik lagi. Setiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangan dan seharusnya kita mampu menemukan kelebihannya itu agar bisa dihargai oleh kalayak umum. Janganlah pernah ragu untuk member pujian dan dukungan karena itu dampaknya sangat spektakuler bagi pertumbuhan mereka.

Dalam diri manusia ada sisi gelap dan terang, maka ambilah sisi terang itu maka semua yang baik akan muncul. Seperti dalam pepatah

 “Barang yang berguna dipakai dengan salah akan jadi tidak berguna,dan barang yang tidak berguna dipakai dengan benar akan menjadi berguna”

Pengakuan, pujian kecil dan mungkin sebuah ekpresi terhadap seseorang adalah sumber kekuatan, maka kembalilah mengingat-ingat kapan terakhir kali kita memberikan pujian dan dukungan terhadap anak-anak kita.

#Edmon

Advertisements

7 thoughts on “Pujian

  1. Dari celaan, anak belajar menjadi pribadi yang minder, tumbuh menjadi pribadi yang mudah goyah, tak punya kepercayaan diri.
    Anak membutuhkan lebih banyak sikap dan reaksi2 positif atas apa yang mereka kerjakan, terlebih jika yang dikerjakan itu adalah karya.

    Semoga kita semua dimampukan menjadi orang tua yang baik untuk mereka ya 🙂

  2. waduh kalo saya dideket ibu itu, udah saya pites telinganya. emang dia selalu dapet nilai bagus apa pas smp. dia gak tahu kali kalo pujian dapet membangun jiwa anaknya

  3. Pujian pd waktu yg tepat merupakan motivasi yg luar biasa, walau hanya dalam bentuk ucapan kalimat.

    Dan ketika anak lg down, spirit yg dia butuhkan BUKAN celaan.

  4. Kalimat mencela seperti yang diucapkan oleh ibu di atas sebaiknya dihindari agar anak-anak tak kesal. Ganti dengan kalimat yang mendorong semangat mereka. Harga setiap usaha dan prestasi yang diraih buah hati.

    “Wah…saya suka anak mama dapat nilai 9 untuk SBK dan mendapat piagam melukis pula. Jika anak mama ini lebih giat belajar lagi tentu raportmu akan lebih cemerlang, Nak”

    Tuh, joss kan. Ada pujian dan dorongan.

    Terima kasih artikelnya yang bermakna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s