Krisis Pangan

Hampir setiap hari kita dirisaukan dengan kenaikan harga, demontrasi buruh dan yang paling hot saat ini adalah harga kedelai yang melambung tinggi sehingga para pengusaha tahu dan tempe merasa kesulitan dan akhirnya tidak memproduksi tahu dan tempe. Adalah sangat memprihatinkan jika negeri kita ini yang terkenal dengan semboyan “gemah ripah loh jinawi” belum bisa memenuhi kebutuhan dasar pangan. Justru yang terjadi adalah sebaliknya ibarat pepatah “tikus mati di lumbung padi” bagaimana tidak, saat ini banyak komoditi pangan yang diimport dan harga – harga kerap sekali melambung naik padahal Indonesia adalah negara agraris di mana sebagian besar penduduknya adalah petani.

Tanah kita adalah tanah yang subur apaun bisa tumbuh dan berbuah dengan baik, laut kita juga luas, beraneka satwa laut ada di sana. pantas saja koes plus pernah membuat syair “orang bilang tanahkita tanah syurga, tongkat, kayu dan batu jadi tanaman………bukan lautan tapi kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu” tapi sayang lagu itu tinggallah lagu masa lalu yang mungkin hanya sesekali kita dengar dalam acara tembang kenangan.

Di negara agraris yang subur makmur dan dengan sumber alam yang berlimpah ruah ternyata kita merupakan salah satu pengimport beras terbesar di dunia dan setiap tahunnya volume import beras kita selalu naik. Tentu saja, karena penduduk negeri ini sebagian besar masih menjadikan beras sebagai makanan pokoknya. Sementara produktivitas  padi/beras masih belum bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional. Faktor alam seperti gagal panen, serangan hama, banjir menjadi salah satu kendala, dan juga menyusutnya lahan pertanian karena beralih fungsi menjadi lahan perumahan elit dan perindustrian. Contohnya  saja kota kerawang yang dulu sebagai lumbung padi sekarang sudah berangsur-angsur menjadi kota industri dan perumahan elit.

Selai faktor alam, regulasi pasar yang tidak berpihak pada petani pun sangat mempengaruhi. Petani sering mengeluh pada nilai tukar gabahyang sangat rendah ketika musim panen tiba, sementara harga beras di pasar terus melambung naik. Ada perbedaan yang mencolok antara harga gabah di petani dan beras di pasaran, sehingga petani tidak bisa menikmati kenaikan harga beras tersebut. Mungkin inilah faktor utama kenapa para petani dan kaum muda sekarang engan lagi menjadi seorang petani (termasuk saya), mereka lebih suka bekerja pada industri-industri di kota-kota dengan gaji tetap dan tidak perlu lagi bersusah payah mencangkul,menanam dan menggiling padi untuk mendapatkan beras, mereka cukup membelinya dengan gaji yang dia dapatkan setiap bulannya.

Jika hal ini di biarkan, maka kampung-kampung akan kosong dan penduduk kota akan semakin padat, para petani yang beralih profesi menjadi buruh mengakibatkan makin berkurangnya produksi pertanian serta kebutuhan pangan yang semakin meningkat sementara ketersediaanya tidak terpenuhi akan mengakibatkan harga semakin mahal, apalagi apabila semua komuditi pangan tersebut didatangkan dari luar negeri atau import. Harga-harga yang selalu naik mengakibatkan gaji para buruh tidak cukup lagi untuk menopang hidupnya yang akhirnya terjadi banyak demonstrasi untuk kenaikan upah yang pada akhirnya akan sangat mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan negeri ini.

Ketahanan pangan adalah sesuatu yang penting dalam kemajuan suatu bangsa, karena dengan pangan yang tercukupi bangsa tersebut akan kuat secara ideologi dan politik serta tidak mudah untuk di interfensi oleh bangsa lain. Kita bisa melihat beberapa negara maju seperti Amerika,Jepang, Rusia dan China, mereka maju berawal dari pertanian dan bahkan sampai sekarang mereka tetap mengedepankan hasil pertaniannya sebagai benteng utama, walaupun mereka kini telah menjadi negara industri. Berbeda dengan bangsa ini, baru saja beranjak ke sektor industri lalu dengan begitu mudahnya melupakan sektor pertanian yang akhirnya kondisinya semakin terpuruk.

Saat ini sudah waktunya kita kembali ke desa-desa untuk mencangkul lagi, menanam lagi dan memanen lagi tentunya dengan tekhnologi yang modern. sudah saatnya kita berhenti mengebor minyak bumi, mengeruk batubara, membabat hutan yang semuanya hanya untuk kepentingan kapitalis asing, yang hanya akan merusak kesuburan bumi kita INDONESIA.

#Edmon

Advertisements

2 thoughts on “Krisis Pangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s