Masuk Lokalisasi……?

Ini adalah pengalaman pertama dan terakhir kali aku masuk lokalisasi

Kala itu, setelah enam bulan kepindahanku ke kota Pekanbaru aku pertama kalinya mendapat tugas ke job site di daerah hutan tanaman industri kepunyaan RAPP di Pelalawan. Karena aku masih baru dan belum mempunyai SIM A aku tidak boleh membawa mobil dinas melainkan dijemput oleh sopir dari customer. Aku senang sekali mendapat job perdanaku itu, aku persiapkan toolbox dan aku bergegas ke kasir untuk ambil uang jalan…….ya…..uang jalan inilah yang menggembirakanku karena merupakan tambahan penghasilan. Setelah selesai mengurus semuanya di kantor aku pulang ke kontrakan untuk pamit ke istri dan anaku serta mengambil pakaian ganti untuk tiga atau empat hari di lokasi kerja.

Kami,(aku, pak sopir dan operator alat berat yang alatnya rusak dan akan aku perbaiki)  akan berangkat bertiga dengan mobil Daihatsu Taf GT milik customer, pak sopir adalah orang china dan si operator adalah orang batak. Namanya juga cuma numpang aku hanya bisa menunggu pak sopir dan temannya belanja muter-muter kota untuk keperluan konsumsi di lapangan, dan akhirnya habis sholat asar berangkatlah kami ke Pelalawan.

Aku memang belum tahu jalan, sehingga aku diam saja dan membiarkan pak sopir membawa mobilnya melaju terus hingga sampailah pada sebuah persimpangan kebun kelapa sawit pak sopir membelokan mobilnya ke arah masuk perkebunan itu. Saya fikir ada jalan pintas yang lebih cepat menuju lokasi kerja, hingga akhirnya sampailah pada sebuah portal dan kami masuk portal itu kemudian berhenti pada sebuah gubuk seperti warung-warung banyak  sekali jumlahnya. “Mas kita istirahat dulu ya toh kerjanya besok pagi juga” kata pak sopir. aku melihat jam oh ternyata sudah jam empat sore “terserah pak yang penting sampai” jawabku dan akupun ikut turun. Aku heranb kenapa banyak perempuan di setiap warung itu dan beberapa perempuan menyambut kami bahkan ada yang langsung menggandeng tangan pak sopir “iiiih abang lama nian tak mampir ke pondok ku” kata si perempuan ke pak sopir, “biasa sayang banyak kerjaan, nyalain dong genset dan hidupin musiknya” jawab pak sopir.

Listrik nyala dan misik disco remikpun menggema di warung itu, perempuan yang menggandeng pak sopir tadi masuk dan keluar lagi keruang tamu bersama dua perempuan sambil membawa tiga botol bir dan beberapa makanan kecil untuk di suguhkan ke kami. Aku terheran-heran tempat apa ini apalagi salah satu perempuan tadi duduk di sampingku “mbak aku minumnya aqua aja ya” kataku ke perempuan yang tadi “iiih si emas …….kalau mabuk aqua lebih ngeri lho….” sahut perempuan di sampingku sambil mengedipkan sebelah matanya yang . Beberapa saat mereka ngobrol sementara aku hanya jadi pendengar setia mereka yang kadang-kadang diselingi candaan kotor dan akhirnya kedua temankau bersama teman perempuannya masuk kamar berpasangan. Aku hanya berfikir mungkin mereka mau urut badan atau apalah dan tidak terfikir yang aneh-aneh olehku.

Tinggalah kami berdua di ruang tamu, “mas …tidak minum bir ya?” tanya perempuan yang menemaniku.

“aku orang islam mbak, jadi tidak boleh minum-minuman alkohol…HARAM” jawabku dengan polos.

” maaf ya mbak kita duduknya agak jauhan yabukan muhrim, aku takut dosa…..”kataku sambil berdiri menjauh dari dia.

“Oh Ya….tidak apa-apa mas, emang mas orang mana? terus mau kemana?”

“Aku asli dari solo mbak, mau ke pelalawan numpang bapak tadi…..emang perempuan tadi siapanya si bapak sih?”

“Oooh …itu istri mereka…kalau lewat sini mereka selalu mampir koq….”

Aku yang begitu polos mengira jawaban perempuan tadi benar adanya, pantas saja mereka begitu mesra dan tidak malu sedikitpun pada saya.

“kalau mbak asalnya dari mana? sepertinya masih kecil, umurnya berapa? koq ada di tengah perkebunan?”

“Aku dar bandung mas…ya memang masih 14 tahun mas, tapi ya gimana aku harus kerja cari uang”mas masih lajang ya?”

“Aku sudah punya anak satu mbak”

Aku tidak tahu kenapa perempuan tadi sepertinya tidak nyaman ngobrol danganku lalu akhirnya dia masuk dan meninggalkanku. Hampir satu jam aku sendirian di ruang tamu dan akhirnya kedua temanku keluar dari kamarnya masing-masing hanya berbalut handuk di tubuhnya. mereka berjalan sambil berpelukan dengan pasangannya sambil menoleh ke aku dan mengacungkan jempolnya yang aku tidak tahu apa artinya.  Mereka mandi dan setelah mandi mereka ke ruang tamu lagi dan bertanya kepadaku “mas ..tadi tidak masuk ya?padahal sudah aku bayar semua loh? aku hanya tersenyum “Aku tidak capek koq pak buat apa pijat” jawabku polos dan langsung disambut ketawa oleh semua yang ada diwarung itu.

Akhirnya kamipun berpamitan untuk meneruskan perjalanan dan sebelum berpisah temen perempuan pak sopir nyeletuk “bang, kalau kesini jangan bawa pak ustadlah…..nanti diceramahi pula awak”kata perempuan itu sambil melirikku. Berangkatlah kami ke Pelalawan dan diperjalanan aku bertanya ke pak sopir “pak tadi tempat apa sih ?” tanyaku dengan polos. “Oh mas belum pernah tahu ya…. itu namanya kilo 54” sebenarnya aku tidak mengerti jawabanya itu tapi aku pura-pura paham dan mengangguk-anggukan kepala.

Singkat cerita setelah tiga hari pekerjaanku pun selesai dan aku pulang bersama pak pengawas lapangan yang kebetulan mau pulang juga, dan ketika melewati simpang kebun kelapa sawit aku cerita ke pak pengawas kalau kemarin diajak mampir kesitu. “jadi mas diajak kesitu ya…..? terus mas ngapain aja? tanya dia sambil tertawa terbahak-bahak.“ya… tidak ngapa-ngapain cuma duduk aja, kalau mereka sih masuk kekamar mungkin pijat”jawabku masih polos. ” mas…masa tadak tahu…itu tempat lokalisasi, tempat wanita nakal” jawab pak pengawas yang saat itu juga mengagetkanku dan baru aku sadar bahwa aku melihat kemaksiatan yang nyata.

Sesampainya dirumah aku murung dan sedih lalu bercerita ke istri kalau aku telah masuk tempat lokalisasi, setelah selesai bercerita istriku tersenyum dan memeluku sambil mengucapkan kalimat syukur “Alhamdulillah ya pak, Allah masih melindungi bapak dari perbuatan maksiat” .

#Edmon      “Pengalamanku”

Advertisements

2 thoughts on “Masuk Lokalisasi……?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s