Jangan Pernah Menyalahkan Anak

Suatu hari anak saya yang pertama pulang les diantar oleh guru lesnya sambil menangis tersedu-sedu, guru les itu mengatakan kalau sepeda anak saya hilang di tempat les dan anak saya tidak berani pulang takut kalau ibunya akan memarahinya. Melihat anaknya yang ketakutan sambil nangis itu istri saya langsung memeluk anaknya dan menghiburnya “Sudahlah bang, tidak usah menangis mungkin ada orang yang lebih membutuhkan sepeda abang dan dia tidak sanggup membelinya. Ihlaskan saja pasti Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. mendengar kata-kata ibunya anakku pun menjadi tenang dan tidak menangis lagi. “nanti ibu ya yang telpon bapak ya kalau sepeda abang hilang” kata anak saya merayu ibunya, “Iya…” kata istriku dan malam harinya istriku telpon memberi kabar itu kepadaku, aku meminta anaku telpon sendiri dan aku nasehati dia“bang, ihlaskan saja apa yang sudah tidak ada dan coba abang koreksi diri apakah abang ada yang salah selama ini? mungkin abang kurang beramal atau sholat abang masih kurang bagus sehingga ada yang mengambil kepunyaan abang. tapi yakinlah jika abang ihlas pasti Allah akan menggantinya.”

Akhirnya setelah dua minggu akupun pulang, melihat anaku berjalan kaki berangkat dan pulang sekolah namun dia tidak mengeluh (padahal ada 3 kiloan jarak sekolah dan rumah) akupun merasa bangga dan sedih. Akhirnya aku pergi ke toko sepeda dan membelikan sepeda baru yang lebih bagus daripada yang hilang dulu. sepulang sekolah anakku girang bukan main, lalu akurangkul pundaknya ” Tuh kan bang, Allah menggantinya dengan yang lebih baik” kataku sambil menepuk-nepuk pundak anakku, “Alhamdulillah ya Allah, terimakasih bapak” jawab anakku yang kemudian dia langsung mencoba sepeda barunya itu.

Kasah saya diatas pasti juga pernah dialami oleh setiap keluarga, anak kehilangan mainan atau uang, merusakan barang dan lain sebagainya. kerana anak memang secara naluriah belum bisa merawat ataupun menjaga apa yang dia miliki, yang jadi masalah adalah bagaimana sikap orang tuanya jika melihat hal itu terjadi? tentu macam-macam tergantung kedewasaan si orang tua, ada yang marah, ada yang tersenyum dan lain sebagainya.

Kita sepakat kalau anak berada masa pertumbuhan, bukan hanya fisik tapi juga sifat dan mental. Dan kitalah sebagai orang tua yang menjadi guru utama atas pertumbuhan itu, jika kita sering memarahinya maka sudah barang tentu akan mengecilkan mentalnya dan menanamkan sifat pemarah padanya, jika kita suka menyalahkan mereka maka mereka akan mencari objek lain untuk disalahkan pula, dan jika kita menghukum atas kesalahannya maka mereka akan semakin berontak dan menjauh dari kita. Jika mereka sudah menjauh dari kita sudah pasti dia akan mencari guru baru dalam hidupnya, entah itu teman, tetangga atau media elektronik seperti internet dan lain sebagainya.

Beruntung jika di mendapat guru yang baik akan tetapi celakalah jika mereka mendapat guru yang menyesatkan mereka, karena kita tahu bahwa diluar sana media informasi yang begitu bebasnya, game-game online yang merusak moral dan bahasa-bahasa kotor sudah berkeliaran dimana-mana.

Alangkah baiknya jika menjadi orang tua selalu membangkitkan energi positif kepada anak-anak kita, selalu merefleksikan setiap kejadian untuk selalu kembali kepada tuhannya, selalu membesarkan hatinya dan membuat dia nyaman jika dia berbicara dengan kita. Sehingga anak kita memiliki sifat-sifat yang luhur, berbakti dan sayang kepada orang tuanya. jika demikian sudah barang pasti ketika anak mempunyai permasalahan maka orang tuanyalah yang akan menjadi tempat curhat.

Mengajarkan kepada mereka tentang kelembutan hati, selalu tawakal dan ihlas sangat menetukan sifatnya kelak jika dia dewasa, jadi sebagai orang tua janganlah pernah menyalahkan ataupun memarahi anak-anak kita karena sesungguhnya apa yang kita tanam kepada mereka maka itulah yang akan kita dapatkan dari mereka ketika kita sudah tua nanti.

#Edmon

Advertisements

2 thoughts on “Jangan Pernah Menyalahkan Anak

  1. Ornagtua memang harus bijak dan hati-hati dalam mengeluarkan perkataan agar tak membuat anak ngambek,minder dan patah semangat.
    Anak adalah amanah yang harus diasuh, diasih dan diasah dengan sebaik-baiknya.
    Terima kasih artikelnya yang bermanfaat
    Salam hangat dari Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s