Orang Tua Tetaplah Orang Tua

Ini adalah kisah nyata seorang teman.

Bahwa dulu keluarganya adalah hidup dalam kesusahan, ayahnya adalah pekerja kontruksi yang kadang banyak job dan kadang sepi. Karena kehidupan yang susah itu dia memutuskan bekerja seteah lulus SMK, dan bekerjalah dia di sebuah perusahaan India di serpong tangerang sebagai tehnisi hardware. Dia membantu ayahnya untuk membiayai adik-adiknya, karena memang adiknya banyak dan masih kecil-kecil.

Hidup terus berjalan, karena memang hidup itu ada pasang surut akhirnya ayahnya mendapat proyek besar dan sukseslah ayahnya dalam proyek itu sehingga ayahnya bergelimang harta. Tapi sayang, bukannya keluarga makin harmonis dengan harta yang berkecukupan itu justru cobaan datang menerpa. Sang ayah tergoda dengan janda muda dan mereka kawin siri. Secara materi keluarga temanku itu masih di cukupi akan tetapi ayahnya sudah tidak pernah pulang ke rumahnya dan memilih tinggal dengan istri mudanya.

Siapapun pasti akan membenarkan bahwa temanku ini sangat marah, bagaimana tidak! ketika susah ayahnya begitu setia bersama ibunya namun begitu sukses ayahnya begitu tega menyakiti dan meninggalkan ibunya. Karena saking marahnya temanku ini menunggu ayahnya di pintu gerbang tempat ayahnya bekerja, setelah ayahnya datang dihadangnya mobil ayahnya lalu diseretnya sang ayah dengan tangan kanannya dan dipukulinya sang ayah sampai babak belur. Mungkin sang ayah sadar sehingga sang ayah sama sekali tidak melawan di seret dan dipukuli anak sulungnya itu. Setelah di lerai oleh security pergilah temanku itu.

https://menujumadani.files.wordpress.com/2013/10/46815-pukulan1.jpg

Lima tahun kemudian, tepatnya Maret 2012, seperti biasa temanku berangkat kerja dengan motornya melalui jalan pintas, tapi naas, roda depan motornya pecah dan terjatuhlah dia, terseret sampai tangan dan bahu kanannya terbentur pembatas jalan. Di bawalah dia ke rumah sakit dan dokter memutuskan harus amputasi tangan kanannya karena sudah hancur (Kondisi temanku memang aneh selain tangan kanannya tidak ada anggota tubuh yang terluka). Biaya rumah sakit mencapai 150 jt sedangkan asuransinya hanya mengcover max 100 jt mereka bingung darimana mencari kekurangan itu. mendengar kabar anaknya kecelakaan datanglah sang ayah membesuk dan menutupi kekurangan biaya rumah sakit anaknya itu.

Setelah selesai operasi dan temanku itu sadar dari tidurnya, ibunya menceritakan bahwa kekurangan biaya rumah sakit sudah di tutup oleh ayahnya. lalu dia meminta kepada ibunya agar dipanggilkan sang ayah, masuklah sang  ke kamar inap itu dan dengan haru temanku berkata kepada ayahnya

                        “Bapak maafkan aku, yg dulu berani kurang ajar dengan bapak. Dulu dengan tangan ini aku menyeret dan memukuli bapak hingga babak belur namun bapak diam saja, sekarang Tuhan telah menghukumku dengan memotong tanganku ini. Maafkan aku bapak”

                            ——————————————————–0000—————————————————————–

Seburuk apapun orang tua kita dia tetap orang tua yang mana jika tidak ada dia maka tidak ada kita, maka tetaplah hormati dia. Walaupun kita merasa benar dan mempunyai hak untuk marah kepada orang tua kita, kita tidak dibenarkan untuk memarahinya ataupun menyiksanya. Jika orang tua kita mempunyai kesalahan yang besar, kita tetap tidak boleh menghakiminya dan biarkan dia mempertanggungjawabankanya dengan yang maha kuasa. Lebih baik kita mendoakan jika orang tua melakukan kesalahan.

#Edi Padmono: Reflection dari seorang teman

Advertisements

3 thoughts on “Orang Tua Tetaplah Orang Tua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s