Banyak Anak

Lima bulan yang lalu ketika saudaraku berkunjung ke rumahku, entah apa yang dicari oleh kakak iparku sehingga dia membuka-buka lemari dapurku dan saat itu dia melihat ada beberapa bungkus susu untuk ibu hamil, lalu berteriaklah dia “Nining!!!! kamu hamil lagi?” kami yang sedang ngobrol di ruang tamu kaget dan pergi ke dapur. “Ampun pa……edi mau nambah lagi anaknya” kata kakak iparku ke suaminya sambil menarik telingaku. ” Emang kenapa sih mbak? orang rezeki koq” kataku sambil nyengir menahan sakit karena jeweran telinga oleh kaka ipar.

Berita kehamilan ke 5 istriku langsung tersebar keseluruh keluarga besarku yang notabennya mereka rata-rata mengikuti program KB, ada yang hanya punya satu anak dan maksimal tiga anak saja. Kehidupan yang semakin sulit dan mahalnya biaya pendidikan membuat saudara-saudaraku dan mungkin kebanyakan orang, memutuskan untuk sedikit anak. Mereka selalu menasihatiku, kalau dulu banyak anak adalah banyak rezeki karena dulu semua serba murah, sekolah murah, tanah murah dll, tapi saat ini banyak anak adalah masalah kata mereka.

Aku memang tidak pernah membatasi berapa jumlah anaku nanti, dan aku juga tidak pernah takut kalau nantinya aku kesulitan dalam membiayai mereka. Bagiku hidup sudah ada yang mengatur, aku adalah orang yang berpendidikan sehingga aku selalu menggunakan logika dan fakta dan aku juga orang yang beragama yang mana hanya kepada Allah lah aku menyandarkan hidup. Bagiku anak adalah rezeki dari Allah yang tentu Allah pasti akan menyertakan rezeki lain untuk anak itu. Ibarat sebuah talang air yang selalu basah jika dialiri air seperti itulah pemahamanku tentang rezeki, anak itu masing masing punya rezeki dan aku yang menjadi pengasuhnya pasti akan ikut kelimpahan rezeki itu…..sederhana bukan?

Aku adalah orang yang suka menarik benang panjang fakta kehidupan orang lain, yang mana banyak sekali keluarga-keluarga dengan banyak anak mampu menyelesaikan permasalahan kehidupan dengan baik. Aku mempunyai kenalan seorang miskin yang mempunyai 7 orang anak, dengan kemiskinanya dia tidak pesimis akan rezeki Allah untuk anak-anaknya, dia hanya mampu menyekolahkan anaknya sampai SD saja, akan tetapi dia selalu mengajari anaknya dengan nilai-nilai agama dan kejujuran. Anak pertamanya setelah lulus SD langsung bekerja sebagai kenek mobil truck pasir, sebagai kenek dia sedidkit-sedikit juga belajar membawa truck pasir dan setelah pandai oleh bosnya disuruh membawa mobil truck sendiri (bosnya memang punya banyak mobil truck). Sang bos sangat senang dengan dia karena dia anak yang jujur dan rajin ibadah, setiap pengeluaran mobil truck yang ia bawa selalu tercatat dengan jelas dan tanpa mark up harga sama sekali. Akhirnya sang bos mempercayakan  perawatan semua mobil truck kepadanya.

Karena sering membawa mobil truck ke bengkel, dia akrab dengan pemilik bengkel itu dan juga dengan para mekaniknya, dia juga akrap dengan para suplier spare part yang suka mondar-mandir di bengkel itu. Akhirnya dia belajar tentang bagaimana membenahi mobil yang rusak, tiga tahun dia belajar di bengkel dan setelah merasa pandai dia mengajukan proposal kerja sama dengan bosnya bahwa dia akan mengelola sendiri perawatan mobil-mobol bosnya. sang bos setuju lalu memberikan pinjaman modal kedia untuk membuka sebuah bengkel sekaligus tempat cuci mobil dengan pengembalian pinjaman sistem potong biaya servis. Memang dia sempat colapse karena kena tipu sales spare part, tapi karena kejujurannya sang bos pun masih peduli dan menambahkan modal kepadanya hingga akhirnya sekarang bengkelnya maju dan ke enam adiknya bergabung dalam memajukan bengkelnya.

Allah selalu punya cara untuk memuliakan mahluknya yang selalu bertawaqal kepadaNya, rezekiNya maha luas dan nikmatnya begitu banyak jika kita selalu bersyukur dan berfikir. Rezeki Allah tidak terbatas pada pendidikan yang tinggi dan mahal, Nikmat Allah tidak bisa terhalang dengan mahalnya sembako dan rahmat Allah tidak terputus karena krisis ekonomi yang melanda maka tetaplah yakin kepada kebesaran dan keagungan Allah.

—————————Jika demikian masihkah anda takut mempunyai banyak anak?————————————–

#Edi Padmono : banyak anak banyak rezeki

Advertisements

5 thoughts on “Banyak Anak

  1. Tidak hanya suka tulisannya saja, tapi yang mas edy tuliskan disini banyak makna. Saya juga tengah memiliki anak, klimaksnya adalah ketika ortu seperti saya ingin menambah anak. peduli amat, saya sudah punya wejangan itu disini.

    terima kasih banyak, tulisannya mencerahkan ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s