PSK Itupun Menangis

Tadi malam ketika asik bercengkrama dengan istri tercinta, entah kenapa dia bertanya kepadaku ” Pak, kabarnya PSK yang pernah di bikin nangis bapak itu gimana ya?” aku dulu memang pernah cerita ke istri tentang kenalanku yg seorang PSK. “Ya ndak tahulah bu, dulukan bapak belum punya HP jadi ya ndak ada komunikasi, mudah-mudahan dia benar-benar mendapat hidayah Allah”

—————————————————–000———————————————————-

Kala itu akhir tahun 2003, menjelang perayaan natal dan tahun baru teman-teman pada menghindar di tugaskan keluar kota yang memerlukan waktu satu minggu atau lebih. Karena aku adalah karyawan pindahan yang baru, akhirnya aku jadi korban job keluar kota itu. Oleh atasanku aku di tugaskan untuk menservis beberapa alat berat di sebuah perkebunan sagu kota Selatpanjang Kepulauan Riau. Teman-temanku meledek senang ” wah ed … selamat ya tahun baruan di selat panjang … di sana itu job site yang paling enak lo… servis customernya bagus, dijamin betah lupa pulang…..” Setelah mengurus uang jalan dan peralatan akhirnya aku berpamitan ke isri dan anakku yang kemudian berangkat menggunakan kapal very dari tanjung datuk pekanbaru ke selat panjang, perjalanan air aku tempuh satu hari penuh.

Di selat panjang, seorang customer sudah menungguku dia adalah orang chines. Karena sudah sore aku langsung di bawa ke hotel untuk istirahat “Mas, semua biaya di hotel ini saya yg bayar ya….mas boleh apa saja yang penting alat saya mas sevis sampai kelar (Alat= unit alat berat)” customerku itu pergi dan tinggalah aku sendiri di kamar hotel, setelah mandi , sholat dan makan aku tidur untuk persiapan kerja besok pagi. Jam 7 pagi aku sudah dijemput dan berangkatlah kami ke kebun sagu dengan speed boat selama 3 jam, ternyata ada 20 unit alat berat yang harus di servis ” bang, satu hari aku hanya bisa servis 2 unit ya” kataku ke custemer. ” tidak masalah mas, kalo sama saya cincaila” . setelah selesai menservis 2 unit akudiantar kembali ke hotel, aku mengeluarkan kunci untuk membuka pintu kamar, tapi ternyata kamar sudah tidak terkunci lagi, aku masuk dan aku kaget bukan maen dikamarku ada WANITA CHINES YANG CANTIK NAN SEKSI.

https://menujumadani.files.wordpress.com/2013/10/4efc8-wanita-cantik.jpg

“Ngapain mbak?” dengan kikuk aku bertanya kepadanya.

“Kata bang atay, may suruh temanin mas selama disisni” jawab perempuan itu sambil mengulurkan tangannya untu memperkenalkan diri.

” Edi ! tapi aku kan tidak butuh teman may? aku tidak bisa!!!!”

“Mas edi belum biasa ya? ndak apa-apa mas nanti juga biasa, ndak usah mikirin bayaran mas sudah lunas sama bang atay koq”

Perempuan itu terus merayu dan tingkahnya smakin nakal, dia kemudian membuka baju atasnya sehingga tubuhnya dengan jelas terlihat hanya berbalut BH dan rok mini. Sebagai lelaki normal, akupun sebenarnya terangsang melihat pemandangan itu dan nafsupun mulai menguasai akalku, akan tetapi lagi-lagi aku selalu ingat pesan ibuku ” jika kamu lupa kepada istri dan anakmu dan kamu akan berbuat maksiat maka ingatlah kepada ibumu ini yang akan dipanggang api neraka karena perbuatanmu” .

“Ok kalau may mau menemani dan melayani aku, pake bajumu dan temani dulu aku makan  di resto”

Akirnya perempuan itu memakai kembali bajunya dan kamipun keluar kamar menuju resto hotel untuk makan malam, walaupun hari sudah jam 10 malam ternyata masih banyak orang makan di resto. Setelah selesai makan giliran aku merayu perempuan itu.

” May, kalau kamu ingin melayaniku… buka bajumu dan layani aku di resto ini”

” Mas edi gila!!!!! mana mungki aku melakukannya di tempat ramai seperti ini?

“Lo terserah aku dong mau di mana, kamu kan sudah dibayar”

Perempuan itu semakin emosi dengan omonganku yang selama ini mungkin dia belum pernah mendengarnya dari teman-teman kencannya. Aku semakin semangat karena sepertinya dia sudah masuk jebakanku.

“Ok, kalau tidak mau disini ayo ikut aku”

Perempuan itupun mengikutiku menuju lobi hotel yang juga masih banyak orang hilir mudik di sana, di tengah tengah lobi aku berhenti dan kembali aku utarakan hal yang sama kepadanya.

“Bagaimana kalau kau layani aku di tengah lobi ini? tempatnya lapang kamu bisa berbuat apa saja, kamu bisa mulai sekarang”

“Tidak mau”

“Kenapa?”

“Ya malu lah mas”

Kami berbicara seperti orang bertengkar sehingga semua orang mengarahkan pandangannya ke kami, lalu aku ajak dia duduk di sofa yang ada di lobi itu. Mungkin orang-orang pada sungkan sehingga mereka pindah tempat duduk.

“Kenapa malu, bukankah ini adalah perkerjaanmu. dan saya yakin orang di sini semua tahu siapa kamu.”

“Memang mereka tahu siapa saya mas, tetapi kalau melakukan di depan orang kan malu”

“Kalau di kamar kenapa tidak malu?” manusia itu makhluk lemahdan hina, ada maklhuk yang mulia selalu ada disamping kita yaitu malaikat yang selalu melihat kita. Dan ada lagi yang maha melihat yaitu Tuhan, kita tidak bisa sedikitpun sembunyi dari Dia, kenapa tidak malu?”

Perempuan itu terdiam, pandangannya menerawang jauh ke langit-langit lobi hotel, aku tidak tahu apa yang dipikirkannya, mungkin dia mengerti kata-kataku atau malah menggerutu sudah mendapat mangsa yang salah. Lalu aku ambil dompetku dan aku tunjukan kepadanya photo istri,ibu dan adik perempuanku.

“May lihatlah, mereka inilah yang membuat aku tidak mungkin berbuat tidak senonoh kepada perempuan. jika aku berbuat dosa, bukan aku saja yang akan di sikssa di neraka tapi ibuku juga, mana mungkin aku tega ibu yang sudah susah payah mengandungku, melahirkanku,dan membesarkanku di bakar dengan api yang sangat panas karena dosaku. kamu tahu karma? jika aku berbuat tidak senonoh kepada perempuan bisa jadi adik perempuanku akan diperlakukan sama oleh orang, dan istriku bisa jadi juga akan diganggu oleh orang”

Perempuan itu tetap diam, aku lihat matanya berkaca-kaca dan mungkin dia malu untuk menangis akhirnya dia melangkah pergi meninggalkan aku sendiri di ruang lobi hotel. Malam berikutnya perempuan itu datang lagi dan menugguku di lobi hotel “Mas edi mandi dulu aja nanti may temenin lagi makan”. Setelah mandi dan sholat aku turun ke resto dan dia sudah menungguku di meja makan.

“Koq matanya bengkak?”

“Mas, jujur saja aku sepulang dari hotel kemarin nangis terus sampai pagi. keingat sama mami dan oma yang sudah meninggal”

Kami berbicara panjang lebardan berlanjud obrolan di loby hotel, dia mengisahkan bagaimana susahnya hidup yang dia alami ditinggalkan kedua orang tuanya yang meninggal karena sakit. waktu itu hanya Melacurlah cara dia mempertahankan hidup, dan sudah lima tahun dia melakukan pekerjaannya. karena dia sudah dikontrak selama aku ada di hotel itu maka setiap malam dia selalu datang menemaniku makan dan ngobrol di loby hotel, dia hanya penganut kepercayaan dan buta sam sekali dengan agamaku tetapi aku coba untuk memperkenalkan agamaku kepadanya. Hingga suatu malam dia mengajukan pertanyaan yang sangat menggembirakanku.

“Mas, aku adalah perempuan yang kotor, bisakah aku kembali kejalan yang benar dan adakah nanti seorang laki-laki yang mau menikahiku?”

Aku ambil sebuah apel lalu aku lemparkan ke tempat sampah lalu aku tanya ke dia

“apa ini dan apa isinya?”

“tempat sampah dan isinya sampah”

“bagaimana dengan apel yang masih bagus tadi”

“karena sudah masuk tempat sampah, ya sampah juga”

lalu aku mengambil apel itu lagi dan aku mencucinya dengan besih lalu aku letakkan kembali ke meja makan

“Jika ada orang yang duduk di sini apakah mereka tahu apel itu dari tempat sampah?”

“Tidak”

“Seperti itulah kamu, kamu ibarat apel itu namun tempatmu adalah di tempat sampah. orang tidak akan memandangmu sebagai apel melainkan sampah. orang tidak akan memakanmu melainkan hanya meludah ke tempat sampah itu. maka keluarlah dari tempat sampah itu dan bersihkanlah dirimu sehingga kamu layak dipandang sebagai apel. Di sini semua orang sudah tahu kamu siapa, maka pergilah dari kota ini carilah ustad untuk membibingmu ceritakan perjalanan hidupmu dan mulailah hidup baru di kota itu”

Akhirnya setelah semua pekerjaanku selesai,tiba saatnya aku pulang dan perempuan itupun masih setia mengantarkan aku kepelabuhan, di sepanjang perjalanan dia mengutarakan niatnya untuk berhenti dari pekerjaannya dan akan pindah ke kota Batam yang kebetulan di sana ada keluarga neneknya. setelah very mau berangkat akupun berpamitan kepadanya.

“Terimakasih ya mas sudah menyadarkan may salam buat kakak di rumah”

“May, kamu sudah keluar dari tempat sampah, tinggal kamu membersihkan diri dengan serius. Seandainya aku bisa mendua aku akan menikahi kamu, tapi sayang ibuku melahirkanku dengan satu hati tanpa sekat sehingga aku hanya bisa mencintai satu orang saja. Tapi mas edi doakan semoga kamu mendapatkan jodoh yang baik yang bisa selalu membimbingmu kejalan lurus”

Aku lihat May meneteskan air mata smabil melambaikan tangannya. Yah perempuan itu menangis, mungkin bahagia karena telah disadarkan atau bahagia karena gombalanku….aku tidak tahu apa yang ada di hatinya….

#Edi Padmono : Kenangan Bersama PSK

Advertisements

16 thoughts on “PSK Itupun Menangis

  1. ya Allah, aku terpana membaca ini mas…. kisah yang keren…. aku masih belum percaya kalo ini nyata. Alhamdulillah mas edi berhasil melewati ujian, bahkan mengajak seseorang untuk lulus. Smoga wanita itu benar2 bertobat
    #trenyuh
    salam

  2. Subhanallah pak. Pengalaman sobat tentang dunia yang dilarang banyak sekali. Tempat bekerja bapak mengirimkan kesana itu sudah kehendak sang maha pencipta pak. Coba kalau temen bapak yang kesana, wah bakalan maksiat terus jadinya.

  3. fakta dilapangan yang kebanyakan orang serap hanyalah sisi minusnya saja. padahal Pe-Es-ka tidak boleh dipandang sebelah mata. Kebanyakan Pe-es-ka baik menggunakan Naluri manusia-nya untuk bertahan sehingga dengan terpaksa menjadikannya sbg sumber mata pencaharian, bukan bermewah-mewah (ini hanya bagi mereka yang sudah tidak produktif, tidak memiliki keahlian apa-apa,atau juga faktor pemicu keluarga).

    mencerahkan mas edi, kalo saya belum karuan berani coz kepala sudah cekot-cekot

  4. subhannallah…salut buat mas edi.ap yg bisa buat iman mas edi bgitu kuat.?sya sdah brglmng maksiat sjak 2004.n 4 thun blkangan sya mulai mncoba u/ mnjdi yg lbih baik.tpi sngat sulit mas.mngkin bru 90% sya mninggalkan maksiat.iman sya bnar2 blm kuat.bdang qt mngkin sama mas.sya jg mekanik alat berat.dan pkerjaan itu sarat dngn servis2 sprti itu.klau u/ mndatangi tmpat2 mksiat sya sdh g prnah.tpi klo u/ menolak servis sprt kisah mas sya blm kuat.sll sja iman sya yg kalah.stlh itu nanti sya mnagis n brtobat lg.n sdh sring sprti itu.bhkn kdang sya putus asa u/ brtobat.dr bnyak mksiat yg sya lkukan.mulai dr obat trlrang.alkohol.seks bebas dll.alhmdulilh sdah bisa sya tnggalkan.tpi ktika dpat servis sprti itu sya tak kuasa mnolaknya.?ap yg harus sya lkukan mas.ap msih bsa sya bnar2 brsih.krna tlah sering mncoba n gagal terus.ap sya tdk di izinkan allah u/ bner2 brtobat.ap sya prlu di rukiyah y.?tlg saran ny mas.krna bthin sya rsanya sngat trsiksa hdup dibyangi dosa besar sprti ini.ingin bner2 brtobat tpi bgitu berat.

    • Sebenarnya saya bukan orang yang mempunyai iman yang kuat seperti perkiraan mas rizky, namun saya hanya memegang prinsip bahwa jangan pernah melakukan atau memulai maksiat seperti pacaran atau yang lebih parah lagi sampai perbuatan zina. Untuk membentengi itu semua saya menikah di usia yang sangat muda (20 th/lulus kuliah). Siapapun pasti akan tergoda dengan kondisi yang seperti itu, namun bedanya hanyalah mereka ada yang ingat keluarga atau mengabaikannya. Perisai saya untuk tidak berbuat maksiat terlebih berzina adalah wanita-wanita yang selalu menyayangi saya dan selalu percaya kepada saya yaitu ibu, istri dan anak perempuan saya, kepada mereka saya tidak ingin menyia-nyiakan kepercayaannya. Terlepas betul tidaknya pengakuan mas rizky di blog ini, saya fikir ini adalah sebuah awal yang baik tinggal ditindak lanjuti untuk yang lebih baik dengan bergaul dengan orang baik-baik, banyakilah kegiatan-kegiatan yang positif seperti pengajian dan rajinlah sholat berjamaah di masjid terutama subuh, mahrib dan isya. Satu hal yang terpenting adalah ketika mas rizky mendapat servis maksiat ini mas harus berani menolak dan menegur customer itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s