Semua Karena Cinta

Hari ini dikala orang sedang melakukan cuti bersama menyambut hari raya Iedul Adha, aku malah harus berangkat ke Kaltim untuk kerja rutinku selama dua minggu kedepan. Ya…aku harus berpisah dengan keluargaku untuk smentara waktu, sementara orang lain ada yang bertamasya atau berkunjung ke kampung halaman bersama keluarga. Sedih memang, akan tetapi ini sudah menjadi resiko pekerjaanku sebagai pekerja dengan sistem regu bergilir.

Kondisi ini sering aku alami manakala ada hari raya besar, aku mendapat giliran kerja atau anak sedang libur sekolah aku masih bekerja. Tapi aku harus menjalaninya dengan suka hati karena ini adalah kewajibanku kepada kelauarga dan demi cintaku kepada mereka. Karena sudah sering seperti ini, istri dan anak-anakku pun sudah terbiasa merayakan hari raya atau liburan tanpa kehadiranku. Dan ketika aku ada di rumah selama libur kerja aku selalu membawa mereka jalan-jalan di hari sabtu dan minggu.

Hidup ini indah jika kita selalu mensyukurinya, masih banyak orang yang harus meninggalkan keluarganya untuk bekerja selama tiga bulan seperti pekerja tambang batu bara, bahkan ada yang enam bulan sampai satu tahun seperti para pelaut. Saat ini LDR tidak lagi menyedihkan karena majunya tehnologi, kita bisa saling jumpa setiap saat berhadapan dilayar monitor, bisa berbagi rasa, bercanda bahkan saling bermanja.

Hidup ini adalah pilihan, setiap orang berhak memilih hidupnya masing-masing yang tentunya mempunyai konsekuensi yang berbeda pula. Bagi pekerja kantoran seperti di JABODETABEK misalnya, mereka harus berangkat pagi setiap hari sebelum anak-anak mereka bangun dan pulang sudah larut malam yang mungkin saja anak mereka sudah tertidur, setiap hari mereka harus menempuh perjalanan dan bekerja lebih dari 15 jam, akan tetapi mereka mempunyai libur di hari sabtu minggu yang bisa mereka manfaaatkan untuk berkumpul dengan keluarga dan juga mereka mempunyai cuti bersama untuk hari-hari besar keagamaan dan peringatan hari nasional.

Lain halnya dengan pekerja sepertiku, bekerja dengan jadwal dua minggu kerja dan dua minggu libur, aku tidak ada cuti bersama, ataupun libur karena perayaan nasional. Begitu aku berangkat kerja saat itulah aku akan terkurung selama dua minggu, aku tidak bisa berbuat banyak jika terjadi sesuatu terhadap keluargaku karena yang bisa mengijinkan aku pulang ditengah jadwal kerja hanyalah kelahiran dan kematian. Akan tetapi ketika jadwal liburku datang, selama dua minggu pula aku bebas menggunakan waktuku, aku bisa sepuasnya mengurusi anak-anakku, membibing mereka belajar, mengajak mereka jalan-jalan, dan aku bebas melakukan kegiata-kegiatan sosial dan keagamaan.

Sebenarnya sederhana sekali mengapa seseorang melakukan semua ini, semua hanyalah sebuah tanggungjawab yang harus mereka penuhi karena telah berani jatuh cinta,Β  Ya…semua karena cinta dan cinta memerlukan pembuktian. Karena cinta aku rela jauh dari keluarga dan terkurung selama dua minggu, agar aku bisa memenuhi semua kebutuhan keluargaku. Aku ingin anak-anaku mendapat pedidikan formal yang bagus dan pendidikan agama yang bagus pula dan yang paling terpenting adalah aku ingi melihat mereka bahagia karena aku mencintai mereka.

Berani jatuh cinta?

# Edi Padmono : Cinta

Advertisements

15 thoughts on “Semua Karena Cinta

  1. Alhamdulillah, apapun kondisi disyukuri yo mas Edi.. Mending sih sampean separuh bulan kerka, separuh lagi libur.. lah saya nih setahun cuma dua hari saja pas lebaran libur jaga warnet.. Tapi sudahlah, jalani dan nikmati saja, kalau pun terus begitu kan enggak ampe seratus tahun kan mas hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s