Kekuatan Cinta

Aku mempunyai teman sewaktu masih sekolah di SMP, dia satu kelas denganku dari kelas satu sampai kelas tiga. Temanku ini nakalnya bukan main, suka mabuk mabukan, maling ayam dan hampir semua keburukan ada padanya. Kalau sedang kambuh gilanya dia suka memeluk dan mencium teman perempuan di kelas dan bahkan dia tidak segan-segan membuka rok siswa perempuan sehingga dia sangat dibenci oleh teman-teman perempuan dan hampir setiap hari dia menjadi pasien guru BP.

Mungkin karena dia dibesarkan di lingkungan pasar sehingga dia tumbuh menjadi anak yang brutal dan ugal-ugalan. Sebenarnya pihak sekolah bermaksud mengeluarkannya dari sekolah akan tetapi mengingat dia adala siswa yang berprestasi di bidang seni maka pihak sekolah mengurungkannya, dia memang pandai melukis dan pernah menyabet piala gubernur, melukis karikatur yang bertema nyamuk demam berdarah.

Setelah lulus SMP, dia bekerja sebagai pegawai pasar yang suka menarik pajak pada pedagang. Mabuk-mabukan dan judinya semakin jadi dan dia menjadi preman pasar yang ditakuti oleh para pedagang sehingga para pedagang suka memberi uang lebih pada pajak yang dia kutip. Setiap habis narik pajak ke pedagang dia langsung menegak minuman kerasbersama teman-temannya di sudut pasar, hingga suatu hari ketika dia hendak minum dia melihat seorang gadis hitam manis berkerudung keluar dari sebuah toilet, matanya melotot dan tidak berkedip memperhatikan gadis itu berjalan menuju sebuah lapak pedagang pakaian anak-anak.

Keesokan harinya ketika dia sedang menarik pajak ke pedagang dia berjumpa lagi dengan gadis itu yang ternyata anak pedagang pakaian anak yang sedang belajar berjualan dengan ibunya. “koq bengong bos kaya kebo …biasanya jam segini sudah minum di pojokan sana” kata ibu gadis itu. “He..he..anaknya ya bu?” kata temanku sambil nyengir kuda. Setiap hari bertemu di pasar membuat temanku ini timbul rasa aneh tapi indah, dia selalu terbayang wajah gadis itu, ternyata dia terjangkit penyakit yang selama ini paling dia takuti yaitu “Jatuh Cinta”.

Setiap malam dia gelisah terbayang bayang wajah gadis itu dan biasanya jika dia gelisah dia meneguk minuman keras dan terlelap tidur, akan tetapi kali ini tidak semakain dia teguk semakin pula dia gelisah maka dibantingnya botol minumannya yang masih sisa setengah, lalu dia berpikir apakah gadis itu mau membalas cintanya, sedangkan dia adalah seorang pemabok dan penjudi. Esok harinya dia pergi kepasar dengan mata merah karena semalaman tidak bisa tidur, dia hanya berani memandangi gadis itu dari kejahuan. Entah kenapa dia lupa dengan minumannya hanya karena memandangi gadis itu, akhirnya sedikit demi sedikit dia mulai lupa dengan kebiasaannya, ternyata hayalan tentang gadis itu lebih kuat daripada godaan minuman yang biasa dia teguk.

Lalu temanku mencari tahu alamat rumah gadis itu yang ternyata dia tinggal di desa dengan lingkungan pesantren. Alamak perlu perjuangan berat untuk bisa mendapatkan gadis pesantren, namun namanya cinta ya cinta, temanku memberanikan diri berkujung ke rumah gadis itu, setiap berkunjung tidak pernah ketemu karena gadis itu masih mengajar TPA dan hanya omelan ibu gadis itu yang ia terima. Hingga suatu hari ketika ayah gadis itu baru pulang dari merantau yang ternyata lebih bijak daripada si ibu, ayah gadis itu mempersilakan masuk dan mengajak berbincang-bincang dengan temanku. Temanku ini jujur apa adanya, dia bercerita bahwa dia seorang pemabuk namun ketika bertemu dengan anak gadisnya dia berubah total dan ingin berubah menjadi orang baik “Aku ingin berubah pak, aku juga ingin mempunyai keluarga dan aku juga ingin mempunyai masa depan…tidak seperti sekarang ini” kata temanku ke ayah si gadis. Setelah beberapa waktu berbincang-bincang dengan ayah si gadis maka pulanglah temanku ini, namun sebelum pulang ayah si gadis memberikan sesuatu kepada temanku “jika kamu ingin berubah, jangan minum lagi ya dan kamu belajar ini” kata ayah si gadis dengan menyodorkan buku tuntunan Sholat.

Setiap kali temanku bertandang ke rumah gadis itu, ibunya selalu mengomel ke ayahnya karena menerima si pemabok ini masuk ke rumahnya, namun si ayah dengan sabar menjelaskan ke si ibu agar tidak terlalu berburuk sangka kepada temanku dan mencoba untuk memberi kesempatan untuk berubah. Hari demi hari temanku inipun benar-benar berubah, di pasar ibu gadis itu tidak lagi melihat temanku mabuk-mabukan dan ngomong jorok lagi, temanku ini terlihat santun dan suka membantu para pedagan yang kesulitan membawa dagangannya dan dia juga tidak mengutip lebih dari pajak harian ke para pedagang. Akhirnya hati ibu gadis itupun luluh dan menerima dengan baik jika temanku ini bertandang ke rumahnya.

Dua tahun temanku memendam rasa kepada gadis itu, dan akhirnya dia memberanikan diri untuk melamarnya. Si gadis  sangat penurut kepada kedua orang tuanya dan menyerahkan semua keputusan kepada orang tuanya, ayah si gadis bertanya kepada temanku apakah dia sudah benar-benar meninggalkan minuman keras dan melaksanakan sholat dengan tertip, temanku menjawab bahwa dia tidak pernah meninggalkan sholat dan tidak mabuk-mabukan lagi. Akhirnya pada tanggal 21 Zulqoidah 1421H temanku menikah dengan gadis itu.

Selanjutnya temanku masih bekerja sebagai pegawai pasar di pagi hari dan siangnya dia membuka bengkel sepeda dan istrinya masih meneruskan usaha orang tuanya berjualan baju di pasar. Istrinya selalu membibing temanku ini dalam hal agama dan akhirnya temanku ini benar-benar berubah total menjadi ahli ibadah dan setiap ada yang nongkrong untuk minum-minuman keras maka dialah yang menjadi polisinya dan membubarkanya, karena dia mantan preman maka semua pemuda di lingkungan itu segan dan takut kepada temanku ini.

Tiga tahun yang lalu aku bertemu dengan temanku ini, dan akupun terheran-heran melihat perubahan yang sangat besar ini, lalu aku menanyakan kepadanya apa gerangan yang membuatmu berubah 180º kawan, temanku berbisik kepadaku sambil melirik istrinya “karena aku telah jatuh cinta dengan seorang bidadari yang keluar dari toilet” lalu temanku menceritakan semua ini kepadaku.

“Cinta oh cinta…….kekuatannya memang sanggup merubah segalanya. karena cinta manusia bisa menjadi jahat dan karena cinta juga manusia bisa menjadi baik dan mulia……bersyukurlah anda yang dianugerahi cinta”

#Edi Padmono :Cerita seorang teman.

Advertisements

19 thoughts on “Kekuatan Cinta

  1. subhanallah pak. temannya hebat sekali. Aku juga pernah punya teman kerja yang dulunya suka mabuk-mabukan. Tapi setelah sadar, subhanallah sunnah rasul pun dilakukan.

    *aku salin ke notes fb-ku lagi ya pak. Btw sudah tahu akun fb-ku kan pak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s