Jadilah Idola Anakmu

Ketika aku kecil bahkan remaja dulu, ketika ditanya kelak mau jadi apa maka aku menjawab dengan sederhana aku ingin menjadi seperti bapak, bapak adalah orang  yang selalu sabar membanting tulang untuk mengidupi keluarganya, bapak yang selalu menemaniku dalam belajar dan bermain. Dan ketika dewasa aku ditanya ingin mempunyai istri seperti apa maka aku menjawab aku ingin mempunyai istri yang seperti ibu, ibu adalah seorang yang selalu penuh kasih kepada anaknya, berbakti kepada suami dan orang tua serta mertuanya. Pun demikian ketika aku bertanya kepada sahabatku ketika masih dibangku kuliah maka jawaban mereka sama seperti jawabanku.

Menginginkan karakter ayah dan ibu dikehidupan masa depan kita dikarenakan kita begitu mengidolakan ayah dan ibu kita, mereka adalah orang yang sangat hebat, sertas sangat luar biasa jasanya dalam kehidupan kita. Kita bisa mengidolakan mereka karena mereka begitu dekat dengan kita, mereka selalu ada dalam setiap lini kehidupan kita, jika kita ada kesulitan belajar maka mereka selalu membantu menyelesaikannya, mereka tidak segan bercanda gurau dengan kita, main tebak-tebakan serta kadang main petak umpet dengan kita. Begitulah orang tua dulu, mecurahkan segalanya untuk kebahagiaan kita, bukan hanya materi tetapi juga perhatian dan kasih sayang.

Berbeda dengan orang tua masa kini, yang kebanyakan dengan alasan sibuk mereka melupakan bagaimana cara menyayangi anak-anaknya. Apalagi bagi orang tua yang keduanya bekerja, setiap hari mereka meninggalkan anaknya, anak mereka dititipkan kepada PRT atau kerabatnya, anak jarang sekali berjumpa dengan kedu orang tua  karena mereka berangkat pagi dan pulang malam. Ketika anak mengalami kesulitan dalam belajar dan meminta bantuan kepada orang tua, mereka beralasan capek dan lain sebagainya, lalu dengan mudahnya mereka menambah beban anak-anaknya dengan les privat yang tentunya mengurangi jam istirahat si anak. Ketika anak ingin bermain dan meminta untuk di temani kebanyakan orang tua memilih untuk sibuk bekerja.

Secara materi memang kebanyakan orang tua masa kini mencukupinya bahkan terkadang berlebihan, mereka pikir materi bisa menggantikan kasih sayang kepada anaknya. Tidak salah dengan alasan mereka bahwa mereka bersibuk ria dengan pekerjaannya adalah demi mencukupi semua kebutuhan anak-anaknya, tetapi anak-anak tetaplah anak-anak, mereka butuh lebih dari sekedar materi, mereka butuh kasih sayang yang nyata, mereka butuh canda tawa kedua orang tuanya, serta mereka butuh pujian dan apresiasi dari kedua orang tuanya. Ketika anak masih kecil maka tidaklah terlalu terasa bagi mereka, karena bagi anak-anak adalah yang terpenting mempunyai teman bermain entah itu manusia atau mesin, akan tetapi ketika anak sudah mulai beranjak remaja mereka tidak sekedar butuh bermain melainkan mereka butuh tempat mengadu, tempat diskusi dan lain sebagainya.

Bagaimana seorang anak bisa mengadu, diskusi atau curhat kepada orang tuanya jika mereka tidak mengenal dengan baik orang tua mereka, maka tidaklah jarang ketika mereka mempunyai masalah entah disekolah ataupun dalam pergaulan, mereka lebih memilih untuk menyelesaikan sendiri sesuai pemahaman yang mereka anggap benar. Dan ketika anak sudah terlalu jauh tersesat maka barulah orang tua kebakaran jenggot dan saling menyalahkan. Dijaman modern yang serba canggih dan keterbukaan media informasi yang kebablasan saat ini, sebagai orang tua harus lebih peduli terhadap pertumbuhan anak, agar anak tidak terjatuh dalam pergaulan bebas.

Ilustrasi dari : www.islamedia.web.id

Sekarang, marilah kita instropeksi diri seberapa dekatkah kita dengan anak-anak dan beranikah anak-anak berbicara mengeluh, curhat serta berdiskusi dengan kita? Kapan terakhir kali kita memuji mereka? Kapan terakhir kali kita bercanda gurau dengan mereka? Kapan terakhir kali kita bermain kejar-kejaran atau petak umpet dengan mereka? kapan bermain bola bersama anak-anak atau bermain boneka dengan ana-anak? atau mungkin selama mempunyai anak kita sebagai orang tua tidak pernah melakukan hal tersebut? jika ya rubahlah sekarang juga sebelum terlambat dan agar anak-anak mengidolakan kita bukan orang lain.

#Edi Padmono

Advertisements

3 thoughts on “Jadilah Idola Anakmu

  1. Sepertinya sama, bagi saya idola dalam hidup saya ya bapak saya sendiri. Karakter dan pembawaannya yg khas menjadi idola saya.
    Sekarang, semoga saya pun menjadi idola anak-anak saya…
    Semoga Mas Edi pun demikian.

    Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s