Normalisasi Parit :Proyek Monumental Tahun 2014

Perumahan kami adalah perumahan yang sudah lumayan lama, kira-kira sudah berdiri selama 23 tahun yang mana penghuninya sudah beberapa kali berganti, ada yang sudah meninggal kemudian dijual oleh pewarisnya dan ada yang karena pindah ke tempat lain. Termasuk saya adalah baru menjadi warga selama empat tahun di perumahan kami. Perumahan kami adalah perumahan sederhana yang kebanyakan penghuninya adalah karyawan pabrik dan pegawai negeri sipil serta ada beberapa pegawai BUMN. Kami hidup rukun walaupun kami berasal dari berbagai suku dan agama, namun mayoritas kami adalah orang jawa atau sunda dan muslim sehingga di perumahan kami hanya ada satu tempat ibadah yaitu Masjid, namun demikian warga non muslim yang kebanyakan etnis keturunan tionghoa dan batak tetap aktif dalam kegiatan-kegiatan pembangun di perumahan kami.

IMG_20131110_065214Seiring berjalanya waktu, kondisi parit di perumahan kami sangat memprihatinkan, apalgi para pendahulu kami kurang aware terhadap parit dan hampir semua parit di tutup cor semen oleh para pendahulu kami sehingga parit mampet dan susah di bersihkan dan juga sekitar 25 persen rumah sudah tidak berpenghuni, air yang tidak bisa mengalir akhirnya tumpah ke jalanan. Tahun ini kebetulan kami sudah menyelesaikan proyek peninggian dan pengecoran jalan namun jalan masih selalu tergenang air jikalau hujan turun, sehingga kami mengambil inisiatif untuk melakukan normalisasi parit dengan mendalamkan kembali parit dan membongkar semua coran semen yang menutupi parit agar kelak mudah dalam perawatan parit serta merancang saluran final ke arah danau yang ada di bawah perumahan kami. Permasalahan tentang perparitan ini selain membutuhkan dana yang cukup besar, juga tidak bisa diselesaikan sendiri oleh satu komplek perumahan saja melainkan melibatkan perumahan lain warga kampung dan instansi pemerintahan tentunya.

Untuk itu langkah-langkah kami dalam proyek normalisasi parit ini adalah sebagai berikut :

  1. Melakukan pembahasan dalam rapat RW berkenaan sumber dana yang akan di gunakan serta solusi kekurangan dana yang ada. Sesuai perhitungan dana yang dibutuhkan sangat besar yaitu sekitar Rp 3 juta  untuk per 10 meter parit.
  2. Melakukan rapat dengan pengurus RW perumahan tetangga dan warga kampung berkenaan dengan arah aliran pembuangan air yang menuju danau melewati perumahan mereka dan terhalang oleh sebidang tanah warga kampung.
  3. Mengajukan proposal kepada instansi pemerintah yaitu kelurahan dan kecamatan untuk membantu pembebasan tanah sepanjang 10 m x 2 m yang akan kami gali sebagai saluran air menuju danau.
  4. Mengajukan proposal ke Pemda untuk mensuport dana normalisasi parit yang berada di jalan umum, sekaligus untuk menambah kekurangan dana yang ada.

Khusus di lingkungan RW, kami melakukan hal hal sebagai berikut :

  1. Membentuk tim koordinator penggalangan dana untuk masing-masing RT yang akan memungut iuran dana setiap bulannya.
  2. Melihat kondisi ekonomi warga yang tidak sama maka kami hanya mewajibkan setiap warga dikenakan iuran sebesar Rp 1 juta, yang dapat di angsur selama tiga bulan.
  3. Selain iuran dana wajib kami juga melakukan lelang dana kepada warga yang ekonominya lebih mapan dari warga lain.
  4. Melobi salah satu toko bangunan untuk memberikan diskon material yang akan digunakan dalam proyek normalisasi parit.

Di daerah kami, saluran air serta sungai yang dangkal dan mampet adalah sudah menjadi isu yang umum, dan setiap tahunnya daerah kami selalu mendapatkan musibah banjir yang sangat merugikan stabilitas ekonomi dan kesehatan, bagaimana tidak para penduduk harus mengungsi dan tidak bisa menjalankan aktifitas yang normal serta dari banjir itu lingkungan menjadi kumuh dan kotor sehingga banyak penduduk khususnya balita dan anak-anak terserang penyakit, walaupun perumahan kami tidak pernah kebanjiran kami juga merasakan dampak dari banjir itu. Pada saat ini pemerintahan kota dan kabupaten di daerah kami melalui dinas pekerjaan umum sedang melakukan proyek normalisasi Saluran air jalan raya, sungai dan danau untuk mengatasi banjir di daerah kami. Proposal yang kami ajukan pun mendapat tanggapan yang baik dari pemerintah dan Alhamdulillah dana sudah dalam proses approval.

Proyek normalisasi parit ini akan kami mulai pelaksanaanya paling lambat bulan Februari 2014 dan kami targetkan akan selesai dalam enam bulan, kami menunggu dana yang terkumpul dari warga dan hasil negosiasi pembebasan tanah warga kampung yang menghalangi aliran parit serta menunggu dana bantuan yang kemungkinan cair di akhir tahun ini. Selama menunggu semuanya itu kami warga perumahan melakukan kerja bakti setiap hari minggu membersihkan sampah dan lumpur serta membongkar coran semen yang menutupi parit  masing-masing  agar ketika dana sudah terkumpul dan proyek dimulai, proyek  tidak terlalu memakan waktu yang lama apalagi molor dari target waktu pelaksanaan, karena bantuan dana yang dikucurkan oleh pemerintah di batasi waktu pelaksanaannya serta akan diaudit berkenaan hasil akhir poyek.

Menerbitkan Buku Novel

Artikel  ini  sebagai teaser pada Kontes Unggulan:Proyek Monumental Tahun 2014

#Edi Padmono : Proyek RW

Advertisements

26 thoughts on “Normalisasi Parit :Proyek Monumental Tahun 2014

  1. parit atau selokan kecil di pemukiman memang harus diperhatikan, kalo nggak bisa2 lingkungan tersebut terkenan banjir karena alirannya tersumbat…
    btw-selamat berlomba ya…semoga menjadi yang terbaik…salam 🙂

  2. Keren banget nih planningnya. Apalagi melibatkan PSM, peran serta masyarakat. Jadinya masyarakat jadi punya rasa ‘memiliki’ dan kelak (semoga) akan terus menjaga mlik mereka 🙂

  3. Wiii kereenn
    Untuk sebuah kesalahan, semua pasti terfikir utk memperbaiki. Atau banyak jg yg kerjanya menggerutu.
    Tapi sedikit yg mau bergerak menjadi pelopor seperti panjenengan.
    Semoga sukses normalisasi paritnya yaa

  4. Semoga sukses planningnya mas, 😀 sebenernya kalo disini ada yang punya planning begitu uh senengnya, soale disini juga rawan banjir karena nggak banyak selokan. Dulunya di lingkungan saya itu rawa-rawa semua. Karena semakin bertambahnya pendatang, semakin banyak pula rawa yang ditimbun, sehingga daerah resapan air nya berkurang dan menyebabkan bertambah naiknya ketinggian air diwaktu banjir.

    • Yang jadi pengurus Rt atau Rw harus aktif mbak, masyarakat itu sebenarnya hanya perlu komando yang realistis. Kalau dulunya banyak rawa coba diatasi dengan membuat sumur resapan per blok biayanya 2,5 juta koq per sumur

  5. Pingback: The Ordinary Trainer writes … | 11 WARNA PELANGI CINTA

  6. Pingback: BLOGGER CINTA INDONESIA | The Ordinary Trainer writes ...

  7. Pingback: Airnya Lancar Tapi…. | Menuju Madani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s