Sakit Dirantau

Sudah dari tanggal 17 November 2013 kemarin aku sedang diganjar sakit, sementara posisiku sedang berada jauh dari keluarga dan aku memang tidak mempunyai satupun sanak saudara di Kaltim. Pada awalnya badan hanya terasa meriang, aku pikir hanyalah masuk angin dan akupun minum tolak angin kemudian meneruskan untuk bekerja. Hari berikutnya aku semakin sakit dan akhirnya aku memeriksakan diri ke klinik di tempat kerjaku yang hasil diagnosanya dokter adalah gejala ISPA, kemudian aku deberi obat untuk tiga hari. Setelah aku minum obat, panas tubuhku turun, keluar keringat dingin dan akupun akhirnya bisa istirahat.

Merasa badan sudah enakan akupun kembali bekerja dipagi harinya, dasar memang aku adalah orang yang suka cengengesan akupun tetap bercanda ria dengan teman-temanku, namun begitu masa kerja parasetamol sudah habis akupun demam kembali dan aku sempatkan makan siang terus minum obat lagi kemudian istirahat di mushola, jam tiga sore demamku kambuh lagi  akupun pulang cepat kekamar kemudian makan obat lagi namun demamku tidak kunjung turun juga, akhirnya jam delapan malam aku menghubungi dokter dan mengeluhkan sakit yang aku rasakan kemudian aku diperiksanya lagi, kata dokter antibiotik yang dia berikan tidak bekerja dengan baik lalu aku dirujuk untuk dirawat inap di rumah sakit.

Keesokan harinya aku diperiksa lagi oleh dokter namun tidak ada perubahan sehingga aku langsung diberangkatkan ke rumah sakit. Awalnya aku akan dibawa ke RS Pertamina Balikpapan, namun karena kondisiku tidak memungkinkan untuk perjalanan jauh maka aku dibawa ke RS Haji Drajad Samarinda. Sesampainya di IGD rumah sakit aku langsung disambut oleh tenaga medis disana, tanganku langsung dipasang infus dan diinjecsikan obat untuk menurunkan demamku, sementara medic dan driver yang mengantarkanku mengurus kamar inap di ruang pendaftaran.

Setelah mendapatkan kamar, akupun dibawa oleh perawat menuju kamar tersebut dan para pengantarku tadi pamit meninggalkanku sendirian di rumah sakit karena mereka harus kembali bekerja. Mulailah aku merasakan kesepian, apalagi aku berada di kelas VIP yang hanya aku sendiri pasiennya, perawat mengunjungiku ketika akan memeriksa tensi dan temperatur tubuhku saja. Aku tidak ada yang menjaga karena memang tidak ada keluarga di kota ini, aku hanya terbaring sendirian di kamar yang sangat luas dan mewah, saya pikir apa gunanya ada sofa sementara tidak ada yang menjagaku. Untuk mengusir rasa suntukku, ketika demamku turun dan aku berjalan jalan ke lobi dan sesekali ngobrol dengan suster jaga namun aku tidak bisa berlama-lama berada di luar kamar karena aku harus banyak tiduran kata dokter.

Walaupun aku sedang sakit, aku tidak memberikan kabar kepada keluargaku di Tangerang karena aku takut istriku akan khawatir dan sedih, aku bersandiwara seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Ketika istri dan anak-anak telphon aku mengobrol biasa saja bahkan bercanda ria dengan mereka tetapi ketika ada perawat yang masuk kekamar aku segera hentikan obrolan dengan mereka karena takut ketahuan. Mungkin ada kontak batin antara suami istri yang saling mencintai sehingga istriku lebih sering menelponku bahkan ditengah malampun dia meneleponku, setiap istriku telphon dia selalu bertanya “bapak benar baik-baik saja kan ?” seolah olah dia tahu kalau aku sedang sakit.

Begitulah hari-hariku di rumah sakit, sendiri, sepi dan tidak bebas bergerak. Kondisi seperti ini semakin menyadarkanku betapa besarnya nikmat sehat yang selama ini telah diberikan kepadaku, namun aku masih bersyukur ketika aku sakit aku masih ada yang membiayai berobat dan rawat inap, bayangkan mereka yang ekonominya kurang mampu, mereka harus mengantri untuk berobat dan bahkan tidak dilayani dirumah sakit karena tidak bisa memberikan uang deposit, tentu akan lebih menyedihkan dan sakit rasanya.

Mudah-mudahan aku segera pulih kembali, bisa beraktifitas seperti biasa, beribadah dengan normal dan bisa pulang bertemu dengan anak istriku tercinta.

#Edi Padmono

Advertisements

7 thoughts on “Sakit Dirantau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s