Senangnya……..Dia Menangis

Seperti yang aku ceritakan sebelumnya, aku bersandiwara kepada istri dan anak-anakku bahwa tidak terjadi apa-apa pada diriku yang sebenarnya aku sedang dirawat di rumah sakit. Memang tidak enak yang aku rasakan, di rumah sakit seorang diri dengan infus yang menancap di tangan kiriku dan aku harus melakukan segala aktifitas sendiri termasuk mandi dan makan, karena perawat jaga hanya datang apabila melakukan observasi atau penggantian cairan infus. Akan menyedihkan tentunya jika aku memberitahukan kepada istri bahwa aku sedang sakit, posisiku yang jauh darinya pasti akan membuatnya bingung dan sedih, sementara dia harus tetap mengurus ke empat anakku dan kehamilannya yang sudah memasuki bulan ke delapan.

Setelah empat hari aku dirawat, akhirnya akupun diperbolehkan pulang dan dokter memberikan izin selama tiga hari sehingga aku bisa langsung pulang ke Tangerang yang kemudian dilanjutkan libur rutin selama dua minggu kedepan. Perjalanan Samarinda balikpapan memerlukan waktu tiga jam sementara aku baru keluar rumah sakit sekitar jam dua siang sehingga aku memutuskan untuk menginap di Balikpapan dan memilih penerbangan besok paginya. Di dalam perjalanan menuju balikpapan terlintas pikiran nakalku yang ingin membuat kejutan kepada istri dan targetnya adalah istriku harus menangis tersedu-sedu, aku memang suka dengan wanita yang menangis, bulu matanya yang basah karena air mata akan terlihat sangat sexy, apalagi jika dia menangis karena mengkhawatirkan diri ini ……..oh bahagia rasanya seolah diri ini sungguh berarti untuknya.

IMG_20131121_094422Malam harinya, seperti biasa ba’da sholat isya aku menelphon istri, sandiwaraku masih berlanjut dan aku tidak memberi tahu bahwa besok aku akan pulang ke Tangerang. Aku mengobrol seperti biasa, bercanda gurau dengannya dan juga dengan anak-anak dan bahkan aku masih bisa berdiskusi dengan mereka perihal pelajaran sekolah yang tidak terselesaikan oleh ibunya,Β  memang demikian biasanya jika ibunya tidak bisa maka mereka menelphonku untuk membantu penyelesaiannya terutama pelajaran matematika.

Pagi harinya aku mengambil penerbangan pertama yaitu pukul 06.00 WITA, dan sampai di bandara Soeta pukul 07.20 WIB, seperti biasa daripada terjebak macet aku memilih naik ojek motor menuju rumah. Aku naik ojek tidak sampai depan rumah melainkan hanya sampai depan perumahan saja, di sanalah aku mengirimkan photoku yang sedang di infus kepada istriku melalui black berry dan 1…..2…..3….4….5 dalam hitungan ke lima ada panggilan masuk ke HP ku yang tentunya dari istriku, aku biarkan dan akhirnya dia mengulanginya terus menerus sampai aku sampai di depan rumah……dan…….Assalamualaikum ucapku sambil membuka pagar rumah, langsung saja ada yang berlari keluar rumah sambil teriak campur nangis, dia langsung memelukku sambil menangis dan memukul mukulkan tangannya ke dadaku . Yes…….misiku berhasil istriku menangis tersedu sedu di pelukanku, bulu matanya yang basah kelihatan begitu sexy dan cantik alami.

#Edi Padmono

Advertisements

15 thoughts on “Senangnya……..Dia Menangis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s