Berantas Korupsi Dengan Pendidikan

Korupsi…..!!!! hampir setiap hari kita mendengarkan berita tentang korupsi, Di negeri ini kasus korupsi memang sangat parah, jika diibaratkan penyakit dalam tubuh manusia tak ubahnya seperti kanker ganas yang akarnya sudah menjalar keseluruh bagian tubuh. Beberapa tahun ini Komisi pemberantasan korupsi (KPK) dengan gencar menciduk para pejabat yang secara berjamaah terlibat kasus korupsi yang kemudian dapat dengan mudah diketahui oleh masyarakat umum karena dipublikasikan terus menerus oleh media. Seseorang melakukan korupsi bukan karena mereka miskin atau penghasilannya yang rendah, melainkan karena sifat tamak dan rakus, gaya hidup yang konsumtif dan sebagian karena malas bekerja namun ingin mendapatkan hasil yang lebih. Ada satu hal lagi yang membuat seseorang melakukan korupsi adalah karena lemahnya keimanan seseorang sehingga dikendalikan oleh nafsu mereka untuk hidup hura-hura dan bermain wanita.

Dalam sebuah orasinya yang berjudul “Manusia Indonesia” di Jakarta 06 April 1977 Mochtar lubis mengatakan bahwa mental manusia Indonesia cenderung “Hypokrisi” yang ciri-ciri utamanya adalah suka berpura-pura, lain di muka lain pula di belakang, lain dikata lain pula di hati. Dan seperti itulah para koruptor di negeri ini, mereka pada umumnya teramat lihai menarik simpati tanpa rasa malu, mereka tidak ada satupun yang menampakkan wajah malu dan dosa, mereka masih bisa mengumbar pesona bak selebriti dengan kerah putihnya tatkala mereka memenuhi panggilan KPK ataupun sedang menghadiri persidangan dan mereka malah membuat sebuah konspirasi untuk menyelamatkan diri dari jerat hukum walaupun bukti sudah jelas dan bahkan tertangkap basah. Lebih lucunya lagi tidak tahu sebenarnya apa agamanya mereka selalu menggunakan atribut-atribut Muslim seperti baju koko, kerudung, tasbih dan kitab suci Al-Qur’an dengan sebuah dalih jika mampu menjaga sikap dengan baik dan kooperatif sewaktu persidangan maka hukuman yang di terima akan lebih ringan, secara sadar atau tidak mereka sebenarnya telah melecehkan agama Islam yang mana seolah-olah orang islam adalah koruptor.

Kondisi bangsa yang sedemikian korup ini sudah sangat sulit untuk diperbaiki bahkan mungkin mendekati kata mustahil, akan tetapi apakah kita akan diam saja dengan kondisi seperti ini? bukankah sesulit apapun untuk merubah suatu kondisi selalu ada kesempatan? mungkin kita tidak bisa membenahi sistem korup yang terjadi saat ini, maka biarkanlah mereka berlalu dengan hukum dan kondisinya yang rusak toh lama kelamaan mereka akan habis dimakan usia, karena memang korup adalah masalah mental yang tidak akan bisa diperbaiki hanya dengan hukuman penjara, yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan generasi pengganti mereka yang bersih, jujur, amanah dan tentunya tidak korup. Dengan membekali pendidikan Anti korupsi kepada generasi muda kita, dengan memberikan pemahaman sejak dini tentang apa itu korupsi dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan selalu menanamkan bahwa korupsi adalah perbuatan amoral atau fasad menurut Islam dan juga akan menjauhkan rakyat dari kesejahteraan tentu akan mengeliminir generasi kita untuk berperilaku korup.

Pendidikan Anti Korupsi harus diterapkan pada seluruh instansi pendidikan kita baik formal maupun nonformal terutama kepada para sisiwa menengah atas karena selepas dari itu mereka telah menjadi manusia dewasa yang harus terjun ke tatanan masyarakat. Bagi generasi Muslim, diusia mereka ini perlu ditanamkan sebuah aqidah Islam yang kuat, karena aqidah merupakan dasar bagaimana manusia mengenali dirinya sebagai mahluk Allah. Aqidah yang kuat akan berpengaruh besar dalam kehidupannya sehingga mereka tidak melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma kehidupan seperti korupsi. Ibarat sebuah pohon, bagaimana kondisi batang dan buahnya sangat tergantung seberapa kuat dan bagus akarnya, begitu pula dengan amal dan perbuatan manusia, manusia akan melakukan perbuatan yang terpuji yang mana mampu menghindari praktek-praktek perbuatan amoral seperti korupsi walaupun kesempatan itu ada jikalau aqidah tentang ketuhanan dan syariat seseorang itu bagus dan kuat. Selain itu pendidikan kita juga harus bisa mengembalikan budaya malu kepada generasi muda kita karena semakin tinggi rasa malu seseorang semakin tinggi pula tingkat kontrol psikologis untuk melakukan sesuatu yang rendah dan amoral.

Selain melalui instansi pendidikan, pendidikan anti korupsi juga bisa dilakukan melalui media literasi seperti membuat artikel tentang korupsi serta dampaknya dan menulis di blog tentang korupsi yang diselenggarakan oleh Aswaja adalah salah satu contoh bentuk pendidikan itu. Dengan menulis artikel kemudian menshare ke media online tentu sangat mudah akan di akses oleh siapapun sehingga siapapun yang membacanya sedikit atau banyak akan tercerahkan oleh informasi yang kita tulis. Begitupun dengan tulisan yang bertema korupsi dan pengaruhnya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara tentu akan mempengaruhi pola pikir para pembacanya untuk tidak melakukan perbuatan fasad yang tidak sesuai dengan norma-norma agama. Selain itu, sebagai orang tua pun kita juga harus memberikan contoh kepada anak-anak kita perilaku yang terpuji dan menjauhkan diri dari sekecil apapun tindakan korupsi, selalu jujur dalam perbuatan, selalu tepat waktu dalam beribadah, bekerja secara profesional dan selalu memenuhi janji yang kita ucapkan kepada anak-anak kita.

http://nuzululku.files.wordpress.com/2013/11/kontes-blog-anti-korupsi1.jpg

Tulisan ini diikutsertakan dalam  kontes blog “Muslim Anti Korupsi” yang diselenggarakan oleh  Aswaja

#Edi Padmono

Advertisements

6 thoughts on “Berantas Korupsi Dengan Pendidikan

  1. muslim memang seharusnya nggak korupsi. tapi…… banyak yg tersangkut kasus korupsi adalah muslim. mungkin karena mayoritas penduduk adalah muslim dan shalat mereka belum benar

    hisk…

  2. Pendidikan bagi siapaun merupakan salah satu langkah dan media untuk mengarahkan sedini mungin agar bisa sling mengingatkan, apalagi dalam hal ini dapat di jadikan sebagai media dalam hal pencegahan bahkan membantu mengurangi hingga memberantas korupsi di setiap lini kehidupan.

    Sukses untuk lombanya Kang.

    Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s