Berzinalah Dengan Kondom….?

Judul nya agak kontradiktif ya……? tetapi seolah-olah itulah pesan moral yang kami tangkap dari berbagai iklan dan poster berkenaan dengan pekan kondom nasional. Bagaimana tidak, dengan berbagai iklan dan poster vulgar yang dapat dilihat dan disimak oleh berbagai kalangan baik anak-anak dan orang dewasa, dengan gambar yang sexy nan erotis tentunya akan sangat berperngaruh negatif terhadap yang melihat dan membacanya. Bagi orang dewasa tentu akan membangkitkan libidonya dan bagi anak-anak akan menimbulkan pertanyaan yang tentunya akan sulit dijelaskan oleh orang dewasa dan bagi remaja akan memancing nalurinya untuk mencari tahu tentang apa itu sex dan kondom. Apalagi dalam pekan kondom nasional ini akan di bagi-bagikan kondom ke masyarakat umum termasuk para remaja, yang tentunya mereka akan menggunakan barang geratisan itu termasuk para remaja kita. Bagi sebagian orang dewasa tentu akan memakai kondom untuk istri mereka akan tetapi bagi para remaja kita dengan siapa dia akan menggunakannya…..?dengan pacar atau mungkin dengan para penjaja sex.

Ketika kami remaja dulu sangatlah tabu membicarakan soal sex dan alat kontrasepsi, jangankan tentang sex melihat gambar perempuan yang agak terbuka saja kami sudah malu, bahkan ketika pelajaran biologi yang menjelaskan tentang alat reproduksi pria dan wanita pun sudah terjadi ketegangan yang dialami oleh guru dan murid dalam belajar. Pada waktu itu juga para orang tua begitu hati-hati membicarakan sex dan menyimpan dengan baik alat kontrasepsinya agar tidak terlihat oleh anak-anaknya, sosialisai keluarga berencana, sex dan alat kotrasepsi dilakukan secara systemik di posyandu dan instansi pemerintah seperti kelurahan dan kecamatan. Penyuluhan diberikan kepada orang dewasa pranikah dan yang sudah menikah,  bukan seperti saat ini, sex dan alat kontrasepsi terutama kondom justru dikampanyekan secara meluas ke seluruh lapisan masyarakat, maka pantaslah saat ini banyak remaja kita yang melakukan sex bebas apalagi didukung dengan maraknya pornografi yang dengan mudah diakses melalui media online.

Tujuan daripada kondomisasi ini adalah untuk penanggulangan AIDS kepada pelaku sex beresiko yang di khawatirkan pada tahun 2025 akan ada 1.817.700 orang akan terinfeksi AIDS. Dan menurut para pakar, satu-satunya cara untuk mencegah penularan itu adalah “dengan menggunakan kondom dari laki-laki yang berisiko kepada perempuan pekerja sex maupun istrinya.”(bbc.co.uk/indonesia, 25/6/ 2012)”. Kemudian pemerintah juga memperluas program penyebaran kondom ini kepada remaja, Menurutnya mempermudah akses remaja untuk mendapatkan kondom diharapkan dapat menekan angka aborsi dan kehamilan yang tak diinginkan (detik.com, 15/6/2012). Program ini penuh kesesatan berfikir yang justru akan menjerumuskan masyarakat pada perilaku sex bebas, kampanye penggunaan kondom untuk pelaku sex beresiko, seolah justru berkata “silahkan melakukan sex beresiko asal pakai kondom”. Sex beresiko adalah sex dengan yang bukan isteri/suami. Kampanye kondom sama artinya, “silahkan melakukan sex bebas atau berzinalah asal pakai kondom.” Maka progam kondomisasi sama artinya kampanye lagalisasi dan mensponsori sex bebas.

Sepintas program yang diusung adalah baik dan semua pihak pastilah sangat setuju jika AIDS harus ditanggulangi dan diberantas, namun program kondomisasi ini tidaklah menyelesaikan akar permasalahan yang ada, apalagi kondom tidak mampu menangkal penularan virus HIV/AIDS. Pada Konferensi AIDS se-Dunia di Chiangmai, Thailand tahun 1995, diumumkan hasil penelitian ilmiah, bahwa kondom tidak dapat mencegah penularan HIV/AIDS . Sebab ukuran pori-pori kondom jauh lebih besar dari ukuran virus HIV. Ukuran pori-pori kondom sebesar 1/60 mikron dalam kondisi normal dan membesar menjadi 1/6 mikron saat dipakai. Sedangkan ukuran virus HIV hanya 1/250 mikron. Jelas virus HIV sangat mudah bebas keluar masuk melalui pori-pori kondom. Maka, jika dikatakan kondomisasi dapat menangkal penularan virus HIV/AIDS, itu jelas menyesatkan dan membodohi masyarakat. Kondom juga tidak ampuh menangkal penyakit lainnya. Dr. Ricki Pollycove, pakar kesehatan dari California Pacific Medical Center San Francisco, mengatakan bahwa didapatkan sejumlah temuan, kondom tidak bisa mencegah penyakit herpes. Sejumlah orang tetap terinfeksi herpes meski mereka sudah menggunakan kondom dengan benar (sfgate.com, 21/1/2013).

#TolakPekanKondom http://t.co/jYE4DPpQnH

Penularan AIDS yang diakibatkan oleh perilaku sex bebas itu berkaitan dengan moral dan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap agama serta budaya timur kita yang sudah mulai tergerus oleh arus budaya barat yang berbalut modernisasi. Sebenarnya penanggulangan Aids justru akan lebih efektif pada pendekatan moral dan agama. Yaitu, melalui sosialisasi tentang bahaya sex sebelum menikah,   sex bebas atau bergonta ganti pasangan sexual,   pelacuran,  pornografi, narkoba dan menjauhi perilaku Lesbi Gay Biseksual Transgender (LGBT) untuk mengurangi resiko penularan virus Hiv Aids. Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat pun harus bersama-sama  mengupayakan ketahanan keluarga melalui penguatan nilai-nilai moral dan agama agar bangsa ini terhindar dari infiltrasi  nilai dan budaya asing yang menyebabkan maraknya perilaku amoral di masyarakat saat ini.

“Jadilah manusia yang selalu taat beribadah, setialah kepada pasangan dan selalu tumbuhkalah cinta dalam keluarga maka sudah pasti akan terhindar dari AIDS”

———————————————000—————————————————

#Edi Padmono.

Advertisements

14 thoughts on “Berzinalah Dengan Kondom….?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s