Sayangi Istrimu

Bagi saya pribadi ada beberapa hal kenapa harus menyayangi dan memanjakan istri, karena istri adalah orang hebat kedua setelah ibu, ia dengan suka rela meninggalkan rumahnya dan kehidupan keluarga yang telah merawat dan mendidiknya dari kecil hingga dewasa demi mengikuti suaminya yang mungkin baru ia kenal selamaΒ  setahun atau mungkin lima tahun. Di rumahnya, ia tidak akan khawatir akan kehujanan ataupun kepanasan, walaupun sederhana di rumahnya pula ia tidak akan kelaparan, di rumahnya pula ia hanya mengerjakan sebagian pekerjaan rumah dan bahkan mungkin tidak mengerjakan sama sekali. Dengan hanya berbekal sebuah keyakinan dan cinta ia mengikuti suaminya yang belum tentu mempunyai tempat yang nyaman untuk berteduh dari panas dan hujan, perutnya belum tentu akan selalu kenyang oleh nafkah yang diberikan oleh suaminya yang mungkin juga baru mulai belajar untuk hidup, dan juga ia harus mengerjakan semua pekerjaan rumah untuk suaminya seperti memasak, mencuci, menyeterika dan lain sebagainya.

Hanya seorang istrilah di dunia ini seseorang yang dengan rela menanggalkan nama keluarganya serta gelar yang ia raih dan menggantinya dengan nama suaminya yang mungkin tiada gelar di sana. Mungkin ia seorang yang berpendidikan tinggi dan mempunyai peluang karir yang bagus dalam pekerjaannya namun ia dengan rela melepaskannya dan memilih menungu suaminya di rumah yang mungkin karir suaminya sebenarnya tidak sebagus dirinya. Ketika suami mendapatkan masalah serta emosi dan terbawa sampai di rumah seorang istri dengan rela menjadi batu es yang siap mencair dalam pelukan api amarah suaminya. Dengan hati cemas seorang istri selalu menunggu dan mendoakan keselamatan suaminya yang sedang bekerja sedangkan mungkin suaminya sebenarnya tidak ada masalah dan tertawa riang bersama teman-temannya. Seorang istri selalu memberikan waktunya serta membuka lebar telinganya untuk mendengarkan cerita suaminya yang terkadang hanyalah cerita kosong dan rayuan belaka atau bahkan hanya sebuah keluhan.

Karena cinta dan sayangnya terhhadap sang suami, ia rela bersusah payah mengandung seorang bayi buah cintanya selama sembilan bulan lamanya, dalam kepayahannya selama mengandung ia tetap melaksanakan kewajibanya sebagai seorang istri dan tetap mengerjakan semua pekerjaan rumahnya tanpa mengeluh sedikitpun. Kemudian ia dengan rela mempertaruhkan nyawanya, mengerang , mengedan bercucuran keringat dan air mata hingga akan terputus nafasnya, kehilangan begitu banyak darah dan mungkin harus tersobek perutnya untuk melahirka buah cintanya dan pengorbanan ini tidak hanya sekali saja melainkan dua bahkan sampai lima kali atau lebih ia melakukannya. Kamudian hatinya yang satu harus ia bagi-bagi sama rata dengan suami dan anak-anaknya, matanya yang hanya dua harus memberikan perhatian yang sama rata terhadap suami dan anak-anaknya. Tangannya yang hanya dua harus ia bagi-bagi ke berapa tempat seperti dapur, tempat cuci, meja belajar, meja seterika dan masih banyak lagi sisi ruangan rumah dan hati suami serta anak-anaknya yang memerlukan sentuhan lembut tangannya.

Tidak semua istri mempunyai pendidikan yang tinggi, namun mereka mempunyai fungsi dan tanggung jawab yang sama. Seorang istri dengan keterbatasan geraknya harus mampu menjadi seorang general manager yang mengatur segala pengeluaran atas nafkah yang diberikan oleh suaminya, bagi seorang suami yang memberinya lebih tentu ia akan dengan mudah mengaturnya namun jika pas-pasan saja pastilah ia akan memutar otaknya untuk mengaturnya agar tetap cukup dan bertahan sampai bulan berikutnya. Walaupun tidak pernah belajar psikologi, seorang istri harus siap menjadi tempat mengadu dan curhatan hati anak-anak dan suaminya serta harus bekerja keras untuk mencarikan penyelesaian permasalahan anak-anaknya. Seorang istri juga harus menjadi guru les bagi anak-anaknya walaupun ia bukanlah lulusan keguruan, ia harus menjadi koki yang hebat untuk anak-anaknya walaupun ia bukan pecinta kuliner dan juga ia harus menjadi bodiguard bagi anak-anaknya walaupun tubuhnya kurus kering kerontang.

Dari beratnya pekerjaan dan tanggung jawab seorang istri itulah seorang suami harus menyayanginya, harus mampu membesarkan hatinya, memanjakannya dan harus mampu meluangkan waktunya untuk membantu pekerjaan istrinya. Seorang suami yang bijak tidak akan menuntut kesempurnaan istrinya untuk melayaninya melainkan selalu menutupi kemudian membangun bersama sama atas kekurangan yang ada. Seorang suami yang baik tidak akan membiarkan istrinya meneteskan air mata kesedihan, tidak akan menyakiti tubuh dan hatinya serta tidak membanding-bandingkan istrinya dengan wanita yang lain. Seorang suami harus bisa membuat istrinya selalu tersenyum bahagia serta harus mampu selalu menumbuhkan cinta yang terus tumbuh dan tumbuh setiap saat dan dalam kondisi apapun, jika demikian walau seberat dan sesusah apapun ia menjadi seorang istri pasti ia akan ihlas menerimanya dan ia akan mengatakan:

“If loving you is wrong…….. then I don’t want to be right”

#Edi Padmono.

Advertisements

24 thoughts on “Sayangi Istrimu

  1. jika memang mau melakukan aktifitas fisik sebenernya bisa dilakukan di ring tinju, jadi beneran laki
    kalo ngelakuin sama perempuan…
    kalo memang tidak cocok ceraikan saja, jangan membuat orang lain menderita…

    • Kalau bisa jauhkan kata cerai mas, terkadang saya heran bagaimana mungkin tidak cocok dg pasangan sedangkan dulu begitu indah dilalui bersama waktu hendak menikah. Da seharusnya setelah menikah harus lebih indah lagi. Memang daam brjalannya waktu pasti ada masalah dan itulah ujian yg seharusnya mampu mencerdaskan dalam menjalani hidup.
      Komunikasi dan saling mau mendengar adalah resep yg mujarab menurut saya.

  2. dia ibarat kaca yang berdebu
    jangan terlalu memanjakannya
    jangan pula kasar kepadanya
    lemah lembutlah terhadapnya
    karena dia memiliki cita-cita menjadi wanita sholehah akhir zaman πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s