Anak Tersesat Salah Siapa ?

Sahabatku yang seorang guru sebuah SMP menceritakan bahwa beliau mempunyai seorang siswi yang masih duduk di kelas VIII sakit-sakitan dan sering muntah-muntah di sekolah, setelah kondisi itu berlangsung lebih dari satu minggu maka sahabatku ini mengambil inisiatif untuk memeriksakan siswinya itu ke dokter, alangkah terkejutnya sahabatku ini ketika melihat hasil pemeriksaan dokter yang ternyata siswinya ini sedang hamil 2 bulan. Kemudian sahabat saya ini bertanya kepada muridnya ini

” Dengan siapa kamu melakukannya ? sudah berapa kali kamu melakukannya ?”

” Ya sama pacarku lah pak, kami melakukannya seminggu 3 kali” dengan polos dan seolah tanpa dosa siswinya itu menjawab.

“Kamu tidak takut terjadi apa-apa terhadapmu, tidak takut diputusin sama pacarmu?”

“Dia itu sudah cinta mati koq pak sama saya jadi ga mungkin ninggalin saya”

“Orang tuamu tahu perbuatan mu ini?”

“Ga tahu…..Papa mamaku orang yang sibuk kerja pak, dia suka pulang malam saya dirumah hanya sama pembantu seharian sepulang dari sekolah, pembantu pun sering main ke tetangga jadi rumah selalu sepi”

 “Dari mana kamu tahu perbuatan seperti itu?

“Awalnya, pas saya dan pacar saya ke rumah sepulang sekolah rumah sepi lalu kami naik ke atas kami melihat kakak saya sedang berbuat seperti itu dengan pacarnya sementara komputernya masih nyala dan ada vidio adegan bercinta, kami hanya diam melihat tanpa sepengetahuan kakak, lalu kami masuk ke kamar dan mempraktekannya berdua”

“Kamu tahu kamu bisa hamil, masa depanmu akan hancur dan kamu telah berbuat dosa?”

Si murid hanya menggelengkan kepalanya sebagai isyarat bahwa dia sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang apa yang telah diperbuatnya. Dia hanya tahu bahwa orang lain melakukannya berarti tidak masalah jika dia juga melakukan, tanpa dia sadari dengan ketidak tahuannya itu dia telah memotong masa depannya yang masih panjang menjadi seorang ibu muda dan harus mengurusi anaknya kelak.

Siswi sahabat saya ini adalah anak orang kaya yang semua keinginannya selalu terpenuhi oleh kedua orang tuanya, dia mempunyai BB terbaru, tabulet 10″, dan motor metic yang dia pergunakan untuk sekolah dan bermain bersama pacarnya namun sayang dia jauh dari kontrol kedua orang tuanya, kedua orang tuanya muslim namun tidak pernah mengajarkan norma-norma agama kepada anak-anaknya dan juga tidak pernah menyekolahkan mengaji ke TPA atau sejenisnya. Ironis sekali anak seusia itu belum tahu tentang sholat dan hal baik dan buruk dan sama sekali tidak tahu akibat sebuah perbuatan. Kasus di atas hanyalah salah satu diantara banyaknya kasus amoral yang dilakukan oleh anak-anak yang sebenarnya mereka hanyalah mencoba-coba yang tidak tahu apa akibatnya. Orang tua yang sibuk dan kurang memperhatikan perkembangan anaknya adalah salah satu faktornya dan juga perkembangan tehnologi serta mudahnya informasi yang diakses oleh anak juga mempercepat pertumbuhan anak menjadi dewasa sebelum waktunya.

Memenuhi kebutuhan anak adalah kewajiban orang tua sehingga wajar jika orang tua menjadi sibuk membanting tulang bekerja sampai-sampai harus pulang malam, namun mendidik dan memperhatikan pertumbuhan anak-anaknya juga tidak kalah penting bahkan lebih utama dibandingkan dengan rupiah yang kita dapatkan. Memberikan pendidikan di sekolah favorit tidaklah cukup apalagi sekolah negeri yang hanya mempunyai pelajaran agama satu kali pertemuan setiap minggunya, tidak sebanding dengan arus globalisasi yang mana segala informasi dapat diakses dengan cepat dan tanpa batas. Untuk itu sebagai orang tua harus memberikan bekal agama yang cukup kepada anak-anaknya dengan mengikutkan mereka ke TPA atau les privat  mengaji di rumah, anak harus sedini mungkin diperkenalkan dengan kaidah-kaidah agama, diperkenalkan dengan perbuatan yang berpahala dan yang mengakibatkan dosa dan orang tua harus berperan aktif terhadap tumbuh kembang anaknya sehingga tahu betul kondisi dan permasalahan anak-anaknya. Orang tua haruslah selalu memberikan contoh perilaku terpuji yang sesuai dengan kaidah agama serta sesibuk apapun orang tua harus memberikan waktu yang cukup untuk berkumpul dengan anak-anaknya.

Kehidupan yang begitu dinamis dan selalu berkembang setiap saat membuat pemikiran anakpun mengalami perubahan yang tentunya akan membuat dia bertanya-tanya dengan apa yang dia dengar dan dia lihat dalam kehidupan sehari-hari. Seorang anak pastilah akan bertanya tentang hal yang tidak dia ketahui kepada orang terdekatnya, kebanyakan anak menganggap orang terdekatnya adalah orangtuanya terutama ibunya, lalu bagaimana jika orang tuanya super sibuk dan tidak pernah memperhatikannya? tentu dia akan mencari jawaban melalui teman-temannya yang bisa jadi jawaban dari temannya itu justru menambah kebingungannya lalu dia mencari jawabannya sendiri melalui media online dan disinilah seorang anak mulai tergelincir pada sebuah kesalahan informasi yang sebenarnya adalah benar akan tetapi dia belum bisa mencernanya dengan benar, yang berujung pada tindakan mencoba-coba tanpa memperhatikan atau mungkin tidak tahu apa akibat dari yang dilakukannya.

Di dunia pendidikan pun saat ini juga sangat berat tantangannya, dengan jumlah pendidik yang tidak seimbang dengan jumlah peserta didik membuat sulitnya kontrol terhadap siswa-siswinya. Namun demikian seorang guru haruslah berbuat secara maksimal dalam memperhatikan dan mendidik anak muridnya, memberikan berbagai konseling yang bisa membantu memecahkan permasalahan anak muridnya, sering berkomunikasi dengan wali murid tentang perkembangan atau permasalahan anak muridnya sehingga akan terjadi keselarasan antara orang tua dan guru dalam mengkontrol perkembangan anak-anaknya. Terlebih kepada guru agama dan BP harus berperan aktif memberikan pemahaman agama untuk menkounter perkembangan arus tehnologi informasi tak terbatas yang berbalut modernisasi sehingga siswa-siswinya terhindar dari perbuatan tercela yang jauh dari norma-norma agama.

Mudah-mudahan kita sebagai orang tua mampu lebih peduli terhadap perkambangan anak dan juga bisa memberikan waktu yang cukup untuk berkumpul dan berinteraksi dengan mereka, semoga kita bisa memberikan contoh perbuatan yang terpuji sesuai norma-norma agama, membimbing mereka sesuai ajaran agama sehingga anak-anak kita terhindar dari perbuatan tercela dan dosa yang akan menghancurkan masa depannya, jika masa depan anak kita hancur mau kemana kita tua nanti? siapa yang akan merawat kita nanti jika kita sudah tidak mampu merawat diri sendiri?

66067-522373_303227009793192_127201918_n

#Edi Padmono          

Advertisements

8 thoughts on “Anak Tersesat Salah Siapa ?

  1. itu sebabnya Allah sudah membagi tugas dengan adil dan indahnya kepada Ibu dan Bapak, kalau dua dua menjalankan tugas dan perannya dengan baik, insyaAllah anak2 kita akan “selamat” dunia akhirat ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s