Diingatkan

Kemarin sore tanggal 21 Januari 2014 sekitar jam 16:30 aku dari bandara Suekarno Hatta hendak pulang ke rumahku naik ojek yang sudah langganan. Hari mendung dan sepertinya habis hujan karena masih terlihat jalan jalan yang basah serta menggenang Sebenarnya aku sudah tahu kalau beberapa hari ini Tangerang diguyur hujan dan seperti biasa ada beberapa titik tempat yang mendapat musibah banjir. Dan seperti biasa pula setiap berangkat atau dari bandara aku selalu melewati jalan alternatif yang sepi dan jauh dari kemacetan.

Aku melaju dengan ojek langgananku melewati pintu gerbang belakang bandara menuju kota Tangerang, jalan kami begitu lancar walaupun waktu itu adalah jam karyawan bandara pulang kantor. Akan tetapi ternyata begitu sampai di jembatan bendungan Cisadane terjadi kemacetan yang luar biasa sehingga petugas Polantas membuat jalur itu menjadi satu arah. Kamipun dialaihkan mutar melawati balai kota untuk sampai ke seberang jembatan tadi. Selama melewati jalur pengalihan, kami juga lancar dan tidak ada kemacetan yang signifikan walaupun jumlah kendaraan sangat banyak. Akhirnya kami sampai juga di seberang jembatan tadi.

Di beberapa jalan utama yang menuju tempat tinggalku ternyata banjir sehingga semua kendaraan banyak yang memutar dan melewati jalan alternatif yang aku lewati. Maka bertemulah kami di petigaan satu kilometer setelah jembatan Cisadane tadi, semua kendaraan baik mobil atau motor bahkan truk dan bus bertemu di pertigaan itu sehingga terjadi kemacetan yang luar biasa dan masing-masing jalan penuh serta tidak ada celah sedikitpun termasuk hanya sekedar untuk ojek motor yang biasanya begitu lincah salip kanan salip kiri. Semua kendaraan berklakson ria untuk saling minta jalan, namun suasana justru semakin rumit dan akhirnya kami hanya mampu bergerak 1/2 meter setiap 15 menit sekali bahkan kadang lebih.

Lama kami menunggu dan mengantri, aku melihat banyak sekali orang yang berjalan kaki dari arah depan kami. Kemudian aku bertanya kepada mereka perihal berapa jauh macetnya, dari jawaban mereka, ternyata macetnya sepanjang 5 km yaitu sampai lampu merah yang menuju di jalan utama. Hari makin gelap dan sudah terdengar suara adzan dari kejauhan, akupun berfikir, apakah aku harus jalan kaki atau tetap menunggu antrian kemacetan ini. Jika aku jalan kaki, aku harus berjalan sepanjang 5 Km sampai lampu merah akan tetapi untuk menuju jalan utama masih sekitar 5 km juga untuk ketemu dengan angkutan umum.

Setengah jam aku berpikir, dan ojekku juga belum bergerak juga. Akhirnya aku putuskan untuk jalan kaki dan membayar ongkos ojek tetap full karena kasihan. Ah…cuma 10 km ini….tiba tiba aku teringat masa-masa sulitku dulu, aku yang dulu kerja serabutan sebagai pedagang asongan yang harus berdiri berjam-jam menawarkan dagangan di dalam bus-bus, dan juga ketika berjualan mie ayam dengan gerobak, aku harus berjalan berkilo-kilo keliling setiap komplek yang mungkin lebih dari 30 km setiap hari. Subhanallah-Walhamdulillah-Allahuakbar, sungguh aku merasa sedang diingatkan olehNya bahwa sudah lebih dari 10 tahun kaki ini tidak digunakan secara maksimal. Kaki ini lebih sering ditekuk dan digantung, hanya menginjak pedal sepeda motor ataupun sekedar menginjak-injak pedal gas mobilku.

Aku malah bersyukur dan tidak mengeluh sama sekali atas peristiwa ini, aku ringan melangkah menyusuri pinggiran jalan yang sudah dipenuhi motor dan mobil yang mengantri. Dalam perjalananku aku juga teringat bagaimana sedihnya ketika aku tinggal di kawasan banjir dulu. Hampir setiap bulan aku kebanjiran karena air laut pasang, apalagi ketika musim hujan sudah tentu jadi langganan banjir dan pengungsi tetap di masjid. Ketika banjir laut pasang, hanya semata kaki atau sebetis masuk kontrakan aku dan istri tidak mengungsi dan tetap menjalankan aktifitas seperti biasa, memasak diatas meja, makan dan tidur malam pun diatas meja itu. Barulah ketika banjir besar karena curah hujan yang tinggi kami mengungsi ke masjid dekat terminal, namun kami tidak pernah meminta-minta bantuan, kami tetap melakukan aktifitas untuk menyambung hidup kami semampunya.

Tidak terasa air mataku pun meleleh mengingat masa laluku itu, terimakasih ya Allah sudah memberiku ingatan yang bagus sehingga aku kini bisa selalu bersyukur atas nikmatMu. Sampailah aku di lampu merah yang sudah tidak ada kemacetan, akan tetapi aku tetap harus berjalan menuju jalan utama untuk naiik angkutan umum. Memang masih jauh, namun nasip baik bersamaku, jalan yang aku lewati adalah daerah pabrik dan kebetulan ada bus karyawan yang keluar mengantar para karyawan pulang. Bus itu ternyata searah denganku, aku memohon ijin untuk menumpang dan diijinkan oleh pak supir. Akhirnya aku naik bus itu sampai depan perumahanku dan sampailah aku di rumah dengan selamat. Setelah aku beristirahat sejenak, akupun sholat Mahrib dan Isya secara jama’ kemudian baru makan.

IMG_20140121_174932#Edi Padmono

Advertisements

16 thoughts on “Diingatkan

  1. Saya yakin sejarah hidup mas Edi ini … akan selalu mengingatkan Mas Edi dan keluarga … Juga kita semuanya … Untuk selalu merasa bersyukur..,

    Salam saya Mas
    Sehat-sehat semua ya…

  2. alhamdulillah rumah sampeyan masih aman masih bisa ingat dengan sebuah pembelajaran ya mas. jangan seperti lirik lagu…… “lumpuhkanlah ingatanku….. “

  3. Saya pun kalau macet suka memilih jalan kaki. Namun kadang suka kepikiran, kasian ya para supir angkutan umum. Pendapatan tidak seberapa tapi uang habis untuk bensin. Seandainya negara kita bisa sedikit saja tertib, kendaraan pribadi dikurangi dan naik kendaraan umum untuk berbagi rezeki.

  4. Simply wish to say your article is as amazing.
    The clarity to your publish is simply great and i can suppose you are knowledgeable in
    this subject. Fine together with your permission allow me to clutch your feed to stay
    updated with impending post. Thanks 1,000,000 and please
    keep up the gratifying work.

  5. Please let me know if you’re looking for a author for your blog.

    You have some really great articles and I feel I would be a good asset.
    If you ever want to take some of the load off, I’d absolutely love
    to write some articles for your blog in exchange for a link
    back to mine. Please shoot me an e-mail if interested.
    Many thanks!

  6. I loved as much as you will receive carried out right
    here. The sketch is attractive, your authored material stylish.

    nonetheless, you command get bought an impatience over that
    you wish be delivering the following. unwell unquestionably come further formerly again since exactly the
    same nearly very often inside case you shield this increase.

  7. What i don’t realize is actually how you’re not actually a lot
    more neatly-preferred than you might be right now.
    You are so intelligent. You realize thus considerably relating to this subject, produced me personally imagine it from so many varied angles.
    Its like women and men don’t seem to be fascinated until
    it’s something to do with Girl gaga! Your individual stuffs
    excellent. Always maintain it up!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s