Mimpi-Mimpi Sederhanaku

Benar kata orang bahwa hidup itu berawal dari mimpi, mimpi seseorang tentunya dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya terutama oleh seseorang yang dijadikan panutannya. Mimpi juga sesuatu yang hidup sesuai perkembangan kehidupan manusia seiring berjalannya waktu. Begitu juga denganku yang begitu banyak mimpi dan mimpi itulah yang membuatku bersemangat dalam hidup. Adakalanya kita tidak dapat mencapai mimpi itu, akan tetapi setidaknya kita sudah berusaha maksimal untuk mengejarnya. Dengan berusaha maksimal dalam mengejar mimpi maka kita tidak akan menyalahkan diri sendiri apalagi orang lain jikalau mimpi itu tidak terwujud, kemudian kita juga akan mampu merefleksi bahwa kegagalan mimpi kita itu adalah takdir yang tidak memungkinkan kita berada pada posisi yang kita impikan.

Ketika aku kecil dulu, aku suka menggembalakan kambing di bebukitan kampungku. Sementara kambingku merumput aku tidur-tiduran dibawah pohon dan melihat birunya langit. Ada banyak burung berterbangan waktu itu, aku berfikir sungguh enak jadi burung, bisa terbang kesana-kemari dan berpidah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Setiap kali aku menggembala kambing pikiranku selalu berkecamuk, bagaimana caranya agar bisa terbang seperti burung. Kemudian aku bertanya kepada kakekku yang biasa mendongengkan cerita kepada kami, “Kek, bagaimana gatotkaca itu bisa terbang?” Kakekku adalah orang yang bijak, ia tahu kalau cucunya ingin sekali bisa terbang, “Gatotkaca bisa terbang karena dia mempunyai ilmu, orang dulu…untuk mendapatkan ilmu dia harus bertapa bertahun tahun di gua atau tempat-tempat sepi lainnya. Berbeda dengan jaman sekarang, untuk mendapatkan ilmu kamu bertapanya di bangku sekolah, belajarlah dengan giat dan sekolahlah yang tinggi nanti kamu pasti bisa terbang mengelilingi negeri ini” begitulah pencerahan kakeku waktu itu.Mulai saat itu aku bertekad untuk rajin belajar dan ingin sekolah yang tinggi agar kelak aku bisa terbang. Satu poin impianku adalah “terbang” yang akan aku kejar dalam hidupku.

Mungkin aku adalah termasuk anak yang unik dikampungku, dikala anak yang lain hanya bermain-main tetapi aku justru selalu memikirkan apa yang aku lihat saat itu. Setiap menjelang tidur, aku selalu melihat atap rumahku. sebuah atap yang membuatku terlindung dari hujan walaupun saat itu kodisi rumahku sangatlah buruk. Akankah aku mempunyai rumah yang lebih bagus dari ini kelak? begitulah isi pikiranku waktu itu. Memiliki “rumah” yang jauh lebih bagus dari rumah orang tuaku adalah poin mimpiku berikutnya. kemudian aku belajar dengan sungguh-sungguh, aku ingin lulus SD dengan nilai terbaik dan masuk SMP favorit di kotaku. Akupun menjadi lulusan terbaik SD ku dan masuk SMP favorit yang aku impikan. Di SMP aku terlena oleh teman-teman yang hanya bermain dan bermain, aku jarang sekali belajar hingga akhirnya aku lulus dengan nilai pas-pasan tapi bersyukur masih bisa masuk SMA negeri. Aku menyadari kesalahan pola ketika aku SMP yang melupakan mimpi-mimpiku, lalu aku kembali belajar sungguh-sungguh di SMA.

Pada waktu sekolah SMA aku sudah harus kos karena sangat jauh dari rumahku, beruntung aku ditampung oleh seorang nenek yang sudah tinggal sendirian sehingga aku tidak mengeluarkan uang untuk kos. Ketika anak-anak nenek itu menjenguk ibunya, mereka membawa mobil dan aku sering mencucinya. “Belajarlah mencuci mobil agar kamu kelak mempunyai mobil” itulah kata-kata salah satu anak nenek itu kepadaku. “Ya….kelak aku harus memiliki mobil yang lebih bagus dari ini” pikiranku saat sedang mencuci mobil. Memiliki “mobil” adalah impianku berikutnya, akupun belajar dengan giat untuk mewujudkan mimpi yang telah aku ukir dalam benakku. Akupun menjadi lulusan SMA terbaik dan aku diterima UMPTN di Universitas Indonesia, sayang sungguh sayang biaya disana sangat mahal. SPP Rp 550.000,-/semester adalah angka yang besar bagi keluargaku dan belum ditambah biaya hidupnya nanti. Akhirnya aku mendaftar Politeknik UNDIP dan diterima, SPP masih terjangkau dan biaya hidup masih murah.

Setelah lulus aku mulai mengejar mimpi-mimpiku dengan mencari pekerjaan pada perusahaan besar yang mempunyai banyak cabang dan project sehingga memungkinkan aku untuk terbang kesana-kemari pada setiap cabang ataupun project. Usahaku membuahkan hasil, aku mendapatkan pekerjaan pada perusahaan distributor alat berat yang ternama dan memililki cabang dan project di seluruh Indonesia. Akhirnya setelah merantau di Jakarta selama 3 tahun akupun berhasil terbang kesana-kemari menjelajah Sumatra dan Kalimantan, hingga saat ini aku memiliki intensitas terbang 2 minggu sekali. Beruntung sekali aku adalah orang yang menikah diusia muda sehingga tidak sempat berbuat macam-macam ataupun hura-hura dengan penghasilan yang aku dapat. Bersama istri aku membuat perencanaan keuangan kami untuk segera mewujudkan rumah dan mobil impian. Akhirnya dengan kerja keras dan perencanaan yang pasti kamipun mampu membeli rumah hampir setiap 3 tahun dan kami juga memiliki mobil impian saat ini. Kami hudup bahagia dengan ke-5 anak kami.

Chos16004jpg22desainrumahcantik.com

Mimpiku terus berkembang sejalan dengan kemapananku, selain ingin mensekolahkan anak-anakku ke luar negeri aku ingin lebih jauh terbang, tidak hanya mengelilingi nusantara melainkan aku ingin terbang menjelajah dunia. Kembali aku membuat sebuah perencanaan, tahun 2014 sampai 2017 kami sekeluarga mentargetkan terbang ke seluruh pulau besar di indonesia kecuali Sumatra dan Kalimantan. Tahun 2018 kami akan mulai terbang mengelilingi dunia. Mudah-mudahan kami dilimpahkan rezeki yang banyak serta umur yang panjang dan barokah sehingga kami bisa mewujudkan mimpi-mimpi kami.

pesawat_masa_depan_nasa-2giveaway-kolaborasi-banner-ii

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Kolaborasi : Apa Impianmu?

# Edi Padmono

Advertisements

15 thoughts on “Mimpi-Mimpi Sederhanaku

  1. Pingback: Giveaway Kolaborasi : Apa Impianmu? | Gusti 'ajo' Ramli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s