Demi Kau dan si Buah Hati Terpaksa Ku Pergi

Tanggal 24 Desember 2013 lalu aku menjalani OFF duty ku selama 2 minggu kemudian berlanjut dengan cuti selama 1 minggu dalam rangka menunggu kelahiran anak ke-5 ku. Anak yang satu ini ternyata mengajak bapaknya main kucing-kucingan, ditungguin sampai cutiku hampir habis dianya tidak ada tanda-tanda untuk lehir. Berkenaan usia kehamilan yang sudah 40 minggu maka dokter memutuskan untuk memberikan induksi agar terjadi kontraksi, namun semalaman sudah diinduksi tidak terjadi kontraksi juga. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan C-section, dan memang benar posisi si bayi bermasalah yaitu menghadap ke samping walaupun sudah pas posisi kepela di bawah. Karena bayiku lahir, yang mana aku sebenarnya harus berangkat bekerja, maka perusahaan memberikan cuti tambahan kepadaku. Habislah masa ON duty yang aku miliki dan kembali mendapatkan OFF duty selama 2 minggu lagi.

Jika dijumlah aku mendapatkan istirahat selama 6 minggu, selama itulah aku merawat istri, bayi dan ke-4 anaku lainnya. Seperti yang aku ceriotakan sebelumnya, bahwa proses persalinan C-section memiliki masa rehabilitasi terhadap si ibu bayi yang cukup lama sehingga membuat aku harus melakukan semua pekerjaan rumah sendiri. Dari mulai menyiapkan sarapan ke-4 anakku, memandikan anak yang no-4 dan menyuapinya makan, memandikan bayi dan mendandaninya serta mengurus ibunya. Malang benar nasip istriku, ternyata terjadi masalah pada bekas operasinya. Setelah berjalan 1 minggu terjadi pengumpalan cairan pada sepanjang bekas operasi yang membuatnya demam semalaman. Akhirnya aku bawa istri ke rumah sakit dan disobek lagi bekas operasinya oleh dokter untuk mengeluarkan cairan itu.

Dokter mengajariku bagaimana cara merawat luka operasi tadi di rumah yaitu harus melakukan kompress dengan cairan steeril kemudian menutupnya kembali dengan perban dan melakukannya selama 2 jam sekali. Bertambah pekerjaanku dengan mengurus luka operasi istri. Karena lukanya disobek lagi maka istri tidak bisa banyak gerak lagi bahkan untuk bangunpun ia harus dibantu. Aku mengikuti petunjuk dokter dan berlahan luka istri mulai mengering dan merapat. Walaupun belum begitu pulih istri sudah bisa beraktifitas seperti memasak dan menyiapkan bekal anak-anak. Istri sudah tidak perlu bantuan untuk bangun dari tidurnya atau sekedar untuk menyusui anaknya sudah bisa melakukan sendiri.

Hari ini aku harus berangkat kerja sehingga aku harus mengajari istr untuk merawat lukanya sendiri yang tinggal sedikit lagi. Istri juga harus bisa memandikan bayi seorang diri dan ternyata juga sudah bisa dan dia nyaman melakukannya. Berat memang harus meninggalkan mereka dalam kondisi belum benar-benar siap, tapi apa boleh buat karena waktu liburku sudah habis. Selain itu aku juga merasa berat meninggalkan si bayi yang sedang lucu-lucunya, bau mulutnya yang wangi serta aroma kencingnya yang setiap saat yang biasanya aku ganti popoknya. Aku harus tetap berangkat bekerja, mengais rezeki untuk mereka lebih penting dan aku yakin tidak akan terjadi apa-apa kepada istri dan anak-anakku. Sebelum berangkat aku benar-benar memastikan bahwa istri bisa mengurus bayi dan anak-anaknya. “Maafkan aku sayang….demi kau dan si buah hati  terpaksa ku harus begini….meninggalkan dan membiarkanmu mengurus anak-anaku seorang diri” Mudah-mudahan aku masih tahu jalan menuju pekerjaan dan apa yang harus aku kerjakan setelah istirahat 6 minggu.

mengurus adek-horz#Edi Padmono

Advertisements

7 thoughts on “Demi Kau dan si Buah Hati Terpaksa Ku Pergi

  1. Cutinya lama juga ya Mas…
    Selamat bekerja kembali Mas. Selamat atas kelahiran anaknya ya Mas. Apa yg Mas ceritakan disini menjadi semacam pelajaran bagj saya saat kelak berkeluarga nanti.
    Terima kasih telah berbagi hal yg indah ini.

  2. semoga istrinya sehat selalu, ya.

    Saya melahirkan, semuanya dengan cara caesar. Sepanjang pengetahuan saya, tergantung caesarnya. Kalau sayatannya horisontal, disarankan sebaiknya banyak bergerak. Tp, kalau horizontal, katanya sebaiknya banyak beristirahat.

    Tp, luka bekas operasian memang harus dijaga, sih. Harus sering2 dilihat. Jangan sampe lembab. Karena kalau enggak bisa bikin kita demam nantinya. Rutin di lap dengan handuk kering aja

    • Bapak yang hebat. Istri pasti bahagia punya suami seperti ini. Begitu pun dengan anak-anak, siapa yang tak bahagia punya ayah penuh perhatian. Selamat sudah menjadi lelaki yang baik ya Mas 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s