Menjadi Anak-Anak

Banyak dari teman-temanku yang bertanya, bagaimana mengontrol  banyak anak yang sudah sekolah dan bagaimana agar bisa dekat dengan anak-anak. Pertanyaan itu tentu beralasan karena memang dizaman sekarang dikarenakan kesibukan orang tua dalam pemenuhan kebutuhan keluarga justru menjauhkan anak-anak dari mereka. Bagaimana tidak, seseorang bekerja setiap hari dari sehabis atau bahkan sebelum subuh sudah berangkat dimana anak mereka belum bangun dan pulang ketika sudah larut malam dan anak mereka sudah tidur. Apalagi kedua orang tua sama-sama bekerja, tentu hubungan mereka bisa dibayangkan seperti apa. Maka tidak jarang anak akan lebih dekat kepada teman pergaulannya dan tentu memberikan pengaruh tersendiri terhadap psikologis, tingkah laku dan pola pikir si anak.

Sebenarnya tidak ada tip khusus mengapa aku begitu dekat dengan anak-anak dan selalu tahu kegiatan anak-anakku. Aku hanya berusaha tetap menjadi anak-anak dan bermain bersama mereka, aku tidak malu-malu bermain kejar-kejaran dengan anak-anakku, bermain bola, berenang bersama, bermain PS ataupun bermain boneka dan robot-robotan. Ketika hujan lebat dan tidak ada petir, aku tidak segan-segan mengajak ke-4 anakku main hujan-hujannan. Selain mendekatkan diri dengan anak-anak, bermain dengan mereka membuat aku tidak pernah kehilangan masa kanak-kanak yang begitu indah dan tanpa beban. Bermain dengan mereka juga dapat mengukur waktu sudah berapa lama mereka bermain lalu mendisiplinkan mereka tentang kapan dan berapa lama mereka akan bermain, kapan mereka harus istirahat dan belajar. Ketika mereka belajarpun, aku juga mendampinginya untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang pelajaran yang mereka terima di sekolah.

berenangKepada teman-teman sekolah anak-anakku, akupun berusaha untuk menjadi teman mereka. Dengan siapa anakku berteman, maka aku usahakan untuk mengenalnya juga dan tahu di mana rumahnya serta siapa orang tuanya dengan sering berkunjung ke rumah mereka. Terlebih ketika aku mendengar atau melihat anakku bertingkah dan berbicara yang tidak baik, aku selalu mengkroscek dari mana mereka mendapat bahasa ataupun tingkah laku yang tidak terpuji itu. Karena begitu dekatnya aku dan anak-anak maka tidak sulit bagiku untuk mengetahui sumber bahasa atau tingkah laku yang buruk itu yaitu pastilah dari teman bermainnya entah di komplek ataupun di sekolah. Kemudian aku memberi tahu anak agar mengajak temanya itu kerumah dan kemudian membibingnya agar tidak menggunakan bahasa dan bertingkah laku tidak baik lagi.

Dengan teman sebayanya aku juga suka bergabung untuk bermain bola padahal aku samasekali tidak suka dengan bola, oleh karena itu aku sering bertindak sebagai kiper saja. Ketika mereka bermain sandiwara perang-peranggan, aku sering menjadi monster yang dikalahkan oleh para jagoan. Ketika mereka bermain petak umpet aku kebagian yang jaga tiang, semua itu aku lakukan tentu agar mereka merasa menang dan senang. Di rumahku sudah ramai dengan anakku yang banyak, tapi masih ditambah ramai lagi dengan kehadiran teman-teman anak-anakku untuk bermain bersama. Mengasyikan sekali dengan rumah yang selalu ramai oleh anak-anak, selain menambah berkah akan dengan mudah mengontrol anak dan anak tidak akan main jauh dari rumah. Sungguh ! kembali menjadi anak-anak itu sangat menyenangkan, beban hidup dalam bekerja atau yang lainnya akan langsung cair ketika bermain dengan mereka.

Sejauh ini cukup efektif dalam mengontrol tingkah laku dan disiplin anak dengan metodeku ini. Orang tua dari teman anak-anakpun merasa senang sering dikunjungi oleh kami dan sedikit banyak sharing bagaimana mendidik dan mengasuh anak-anak dan tentang kemajuan atau kekurang dari masing-masing anak. Silaturahmi itu memang penting untuk menjalin keakraban, apalagi kebanyakan warga kota adalah pendatang yang jauh dari keluarga. Kami tidak tahu jika nanti mereka sudah masuk SMP, tentu pola asuh yang kami berlakukan untuk mengontrol mereka pastilah berbeda. Setiap keluarga tentu memiliki cara tersendiri dalam mengasuh anak-anaknya, lalu bagaimanakah cara anda mengasuh mereka…?

#Edi Padmono

Advertisements

5 thoughts on “Menjadi Anak-Anak

  1. Ini sebenarnya lebih merupakan tips bagaimana menjadi orang tua yag baik.
    Saya perhatikan tips-tips Mas disini. Mungkin akan berguna kala nanti saya sudah berkelluarga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s