My Most Unforgettable Journey: Perjalanan Pertama Kali Merantau

Setelah hampir 2 tahun lamanya aku jadi pengangguran  dan berdagang asongan akhirnya pada bulan September 2002 aku mendapatkan pekerjaan. Pekerjaanku yang baru ini tidak jauh berbeda dengan pekerjaanku sebelumnya yaitu pada perusahaan dealer alat berat. Jika pada perusahaan sebelumnya aku bekerja sebagai “Training Instruktur”, di perusahaan baru aku bekerja sebagai “mekanik”. Sudah menjadi kebiasaan pada perusahaan alat berat bahwa setiap karyawan harus bersedia ditempatkan diseluruh cabang ataupun proyek yang ada di indonesia dan aku mendapatkan penempatan tugas pada sebuah proyek tambang batubara di daerah Melak, kabupaten Kutai timur, provinsi Kaltim. Di sana perusahaan kami melakukan kontrak servis terhadap alat berat yang beroperasi dalam pertambangan dan tugas kami sebagai mekanik adalah melakukan monitoring terhadap alat berat yang beroperasi, periodic maintenance, minor ripair dan troubleshooting terhadap berbagai masalah pada alat berat.

Hari senin tanggal 2 September 2002 aku datang ke kantor pusat di kawasan industri pulogadung untuk mengurus pakaian seragam, travel bag, sepatu dan safety helmet. Selain itu aku juga mengurus surat tugas serta tiket pesawat dan uang perjalanan dinas. Waktu itu aku mendapat uang saku perjalanan dinas sebesar 1.5 juta rupiah dan tiket pesawat Jakarta-Balikpapan kelas ekonomi seharga 900 ribu rupiah untuk hari kamis tanggal 5 September 2002. Mendapatkan pekerjaan namun harus merantau jauh keluar pulau jawa membuat perasaanku campur aduk antara senang, sedih dan takut menjadi satu. Senang karena mendapat pekerjaan, sedih karena harus meninggalkan anak dan istriku dan takut karena aku belum pernah merantau jauh dan dalam bayanganku kalimantan adalah hutan belantara yang menakutkan. Namun karena tuntutan kebutuhan akupun berangkat dan aku beruntung mempunyai istri yang tegar walaupun ditinggalkan suami dan harus mengurus anaknya seorang diri. Dan beruntungnya lagi perusahaan memberiku uang saku sehingga aku bisa meninggalkan uang untuk kebutuhan istri dan anakku selama 3 bulan kedepan.

Akhirnya, hari itu jam 04.00 pagi aku diantar oleh istri dan anakku ke terminal Tj. Pruik. Kemudian aku sendiri naik taksi menuju bandara Soekarno-Hatta. Kebetulan sekali aku berangkat satu pesawat dengan supervisorku dilapangan nanti. Diruang tunggu bandara aku dan supervisorku berkenalan dan berbincang-bincang mengenai pekerjaan dan perjalanan yang akan kami tempuh nantinya. Jam 06.00 pesawat kami terbang dan mendarat di Balikpapan jam 09.00, kemudian kami melanjutkan perjalanan menggunakan taksi plat hitam menuju Kotabangun melewati kota Samarinda dan Tenggarong yang kami tempuh selama 6 jam. Setibanya di Kotabangun aku sangat terkejut karena dihadapkan dengan sungai Mahakam yang sangat luas dan kelihatannya sangat dalam. Seumur-umur aku belum pernah melihat sungai yang sangat besar melebihi bengawan solo, dan juga aku belum pernah melakukan perjalanan air. Aku sangat takut, apalagi alat transportasi air yang ada adalah perahu motor yang sangat kecil yang disebut “Ketinting” . Saking takutnya aku, wajahku terlihat pucat dan kakiku gemetaran “sudah jangan takut….perahunya nggak bakal kebalik koq…” kata supervisorku sambil menepuk-nepuk pundaku. “Iya bang…nggak apa-apa koq….” tambah sopir perahu menguatkan mentalku.

ketintingAkhirnya aku memberanikan diri untuk naik ketinting itu, namanya juga diatas air ketika aku menginjakkan kakiku diatas perahu, perahu itu bergoyang seolah-olah akan terbalik dan aku langsung jongkok dan berpegangan erat pada bibir perahu dengan perasaan sangat takut. Pak sopir menyalakan motornya dan berangkatlah kami menyusuri pinggiran sungai mahakam yang konon dalamnya puluhan meter. Selama perjalanan aku tetap berpegangan erat pada bibir perahu saking takutnya dan ini adalah kekonyolan dan kebodohan yang Unforgettable bagiku. Bagaimana tidak konyol dan bodoh? walaupun aku berpegangan erat jikalau perahu itu terbalik toh aku pasti akan tenggelam juga dan naik pangkat menjadi almarhum. Memang perjalanan air yang pertama kali aku rasakan ini adalah sangat menegangkan namun juga menyenangkan, sepanjang perjalanan aku menyaksikan betapa indahnya pinggiran sungai Mahakam ini. Banyak sekali burung yang berlompat-lompatan dan bernyanyi riang, banyak monyet yang asyik bermain dengan keluarganya. Aku merasakan alam begitu tenang dan seolah-olah mereka menyambutku dan berkata “Selamat datang di bumiku anak muda….”.

Setelah menempuh perjalanan selama 4 sampailah kami di hulu sungai Mahakam. Rasa takutku hilang karena walaupun sungainya terlihat semakin luas akan tetapi sudah dangkal dan si sopir harus terun ke sungai untuk mendorong perahau ke tepian karena perahu sudah kandas dan banyak tanaman air. Kemudian kami menuju sebuah pos dan memanggil personil di lapangan mengunakan sebuah radio. Komunikasi disana waktu itu hanya mengunakan radio karena belum ada jaringan telephon ataupun HP. Akhirnya seseorang menjemput kami dengan sebuah mobil pick up dan sampailah kami di camp tempat kami akan bekerja. Lelah rasanya melakukan perjalanan seharian penuh, dari naik angkot, taksi, pesawat, taksi plat hitam dan ketinting. Pagi harinya aku langsung berangkat kerja dan diperkenalkan oleh supervisorku kepada personel lainnya. Kekhawatiranku ternyata terhapus sudah, walaupun pertamakali merantau ternyata yang kerja juga orang jawa semua dan kebetulan ada dua orang teman lama sehingga aku tidak terlalu sulit untuk beradaptasi.

Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Unforgettable Journey Momtraveler’s Tale

banner GA ku

Advertisements

15 thoughts on “My Most Unforgettable Journey: Perjalanan Pertama Kali Merantau

  1. tahun 2002 ke kalimantan timur, menyususi sungai mahakam, salah satu sungai terbesar di indonesia, memang sich bagi yang pertama kali..sungai raksasa ini seakan-akan penuh misteri harap-harap cemas…,
    tapi sekarang sungainya tidak banyak berubah bila dibandingkan tahun 2002, bedanya..orang2 sekarang lebih banyak yg pake handphone…..dan lebih ramai arus lalulintas sungainya…
    selamat berlomba ya..semoga menjadi yang terbaik…
    keep happy blogging always…salam dari Makassar 🙂

  2. Met malam Mas Edi,
    Kalau sekarang sudah biasa ya Mas melakukan perjalanan jauh seperti yang ditulis disini?
    Menarik juga melihat foto ketinting diatas? Ngeri gak sih Mas waktu menaikinya?

    Salam,

  3. Wah pengalaman menarik. Saya sih dulu merantau bukan untuk kerja, tapi untuk sekolah, waktu itu masuk SMA langsung merantau ke Sumatera Barat. Sungguh merantau itu mendidik diri banget..

  4. Pingback: Daftar Peserta Momtraveler Giveaway | Momtraveler's Tale

  5. Pingback: Daftar Peserta Momtraveler Giveaway

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s