Momong Anak

Menjadi keluarga tanpa ART adalah pilihan yang tentunya mempunyai resiko tersendiri yaitu harus mengurus semua kegiatan rumah tangga sendirian. Sebenarnya saya selalu menawarkan kepada istri untuk mengambil jasa ART bahkan sudah sering mencari ke kampung-kampung tapi istri merasa lebih nyaman dan puas  mengerjakan semuanya sendiri. Memang sangat repot memiliki 5 orang anak yang masih kecil-kecil tanpa adanya ART terlebih yang paling kecil masih bayi yang sangat menyita waktu untuk memperhatikannya. Kesibukan di rumah kami bermula dari sebelum subuh sampai jam 10 malam yang mana selalu ramai melebihi rumah-rumah tetangga karena memang hanya kamilah keluarga yang mempunyai banyak anak dan masih kecil-kecil.

Sebagai seorang suami dan bapak yang baik, tentu aku tidak tinggal diam melihat kesibukan istri dalam mengerjakan urusan rumah tangga. Membantu mencuci pakaian ataupun menyapu dan mengepel adalah hal yang biasa aku lakukan ketika ada di rumah. Kerana saat ini kami mempunyai bayi tentu cucian semakin banyak dan pastinya pakaian bayi harus dicuci terpisah dengan yang lainnya. Kegiatankupun jadi bertambah dengan mengasuh si bayi dan masnya yang masih berumur 3 tahun ketika istri sedang sibuk mempersiapkan bekal anak-anak yang mau berangkat sekolah ataupun urusan rumah tangga yang lainnya. Terlebih anak bayiku ini berbeda dengan anak-anakku yang lainnya, anak bayiku ini maunya digendong terus dan rewel ketika diletakkan. Mungkin karena pada awal-awal dia lahir terlalu sering digendong oleh neneknya (ibu mertua) sehingga sifatnya jadi seperti ini yang orang bilang “bau tangan”.

Mengurus bayi adalah kegemaranku, oleh karena itu aku tidak terlalu canggung untuk mengasuh atau momong bayi dan masnya ini. Kebetulan keluarga kami memang menerapkan mandi sebelum subuh termasuk mas adik yang masih berumur 3 tahun. Karena mas adik dan ibunya masih harus mandi pakai air hangat dipagi hari, maka aku yang harus memasak air jika ibunya sibuk nyusuin si bayi baru kemudian memandikan mas adik dengan air hangat. Setelah sholat subuh istri langsung sibuk mempersiapkan sarapan dan bekal makanan untuk ketiga anakku yang sudah sekolah SD. Biasanya si bayi tidak tidur lagi dan saat itulah aku harus mengendongnya dengan kain agar tidak rewel. Ketika kaka-kakaknya sudah berangkat sekolah barulah si bayi dimandikan, terkadang aku juga yang memandikannya.

img1395199062317Sehabis mandi, si bayi harus aku bawa keliling perumahan bersama masnya agar tidur sementara ibunya beres-beres rumah seperti menyapu dan mengepel dan menyalakan mesin cuci. Biasanya aku dan anak-anaku yang dua ini jalan-jalan agak lama sampai si bayi benar-benar pulas tidurnya barulah kami pulang ke rumah dan menidurkannya di istananya. Bayiku ini memang agak unik nidurinnya butuh waktu lama namun tidurnya hanya sebentar dan ibunyalah yang membuatnya tidur lagi dengan menyusuinya. Setelah si bayi benar-benar pulas tidurnya, kemudian istriku memasak untuk keperluan kami makan siang dan sementara si mas adik main komputer atau tabulet aku nyuci pakaian si bayi sampai selesai. Barulah akhirnya kami bisa istirahat dan bermain berempat sambil menunggu ketiga anak-anaku pulang dari sekolah.

Bakda zhuhur kamipun istirahat siang dan anak-anak kamipu satu persatu pulang dari sekolahnya. Anak-anak sudah biasa tidak dilayani sehingga begitu sampai dirumah langsung makan dan tidur siang. Setelah Ashar kami kembali disibukkan dengan kegiatan yang sama dengan dipagi hari. Sementara si sulung berangkat les dan ketiga adiknya bermain di luar rumah, aku kembali mengendong bayiku keliling perumahan lagi. Kamudian kami memandikan si bayi dan mas adik secara bergantian. Setelah mandi sore biasanya si bayi tidur lagi saat itulah istri mempersiapkan lauk untuk makan malam kami dan aku merapihkan jemuran yang sudah kering untuk diseterika damalam harinya. Begitulah kegiatanku dalam membantu kesibukan istri ketika ada dirumah, aku kadang berfikir bagaimana istriku mengatur segalanya ketika aku berada di luar kota yang sangat jauh dan terpisahkan oleh lautan. Sungguh aku merasa sangat beruntung memiliki istri yang tidak pernah mengeluh atas segala kesibukannya dalam mengurus rumah tangga.

#Edi Padmono

Advertisements

10 thoughts on “Momong Anak

  1. Alhamdulillah bisa saling membantu satu sama lain, memang ya kalau tidak ada ART semua harus ikut membantu, dan anak-anak pun lebih cepat mandiri dan pintar mengerjakan pekerjaan rumah yg ringan-ringan…
    Salam buat istrinya ya mas…

  2. Subhanallooh,.. Ternyata kamu bisa juga Ed… Berbahagialah menjadi sosok Bapak yang bisa mjd kebanggaan Istri dan anak,….

  3. Wah, ini mah saya banget di tahun 1998, Mas..
    Saat saya jadi pengangguran karena phk akibat krismon, jadilah kegiatan harian saya momong anak…
    Itu saat-saat yang indah. Indah pas dikenang puluhan tahun di depan.

    Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s