Hidup Ini Singkat

Sungguh tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, masih teringgat dengan jelas ketika kita bermanja-manja dengan ibu kita, bermain petak umpet dengan teman-teman waktu terang bulan, bermain layang-layang ketika musim kemarau, menggembala kambing dan mencari rumput. Seolah-olah kejadian itu baru saja kemarin terjadi padahal tidak terasa sudah berlalu 25-30 tahun lamanya. Begitupun masa-masa SMA yang begitu indah tanpa beban, hanya belajar dan belajar tanpa harus bersusah payah mencari nafkah. Cepatnya sang waktu memotong masa membuat kita terlena dan akhirnya baru kita sadari bahwa kita sekarang sudah tua dan entah berapa lama lagi kita akan terus hidup. Di hadapan kita terbentang dua masa depan yang sama pentingya yaitu kematian dan kelangsungan hidup anak-anak kita. Kedua masa depan ini memerlukan kesiapan yang tidak gampang dalam mencapainya.

Sejenak marilah kita merenung dengan contoh sekelompok lebah. Lebah mempunyai kehidupan yang sangat pendek namun mereka tidak patah semangat melainkan terus giat untuk bekerja membangun rumahnya dengan sebagus dan sekuat mungkin. Di rumah itulah mereka akan membesarkan anak-anaknya dan juga menghasilkan madu, mereka ingin menjadi makhluk yang bermanfaat dalam kehidupannya yang singkat, mereka juga menginginkan anak-anak mereka tetap hidup untuk meneruskan kerja mereka menjadi makhluk yang bermanfaat yaitu menghasilkan madu untuk kehidupan makhluk lain. Mereka mewariskan semangat kerja keras kepada anak-anak mereka walaupun mereka sadar hidup anak-anak mereka juga tidak jauh beda dengan panjang umurnya. Dalam menjalani hidupnya yang singkat, lebah hanya akan makan makanan yang bersih, hinggap di tempat yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih dan tidak merusak lingkungannya.

Honey_Bee_BTA_092708_074Lalu bagaimana dengan kita sebagai manusia ? mahluk yang diciptakan sangat sempurna yang selain nafsu juga dilengkapi dengan akal. Jika kita mau berfikir, berapa lama manusia akan terus hidup di jaman sekarang, mungkin 80 tahun, 70 tahun, 60 tahun atau mungkin 40 tahun. Tidak sedikit teman atau tetangga saya yang sudah tutup usia, mereka ada yang berusia 30 tahun dan 45 tahun. Waktu 10 atau 20 tahun adalah sisa waktu yang sangat singkat, itu terbukti saat ini kita sudah hidup sekian puluh tahun tanpa terasa. Pada saat ini sangat jarang manusia yang berumur melewati 50 tahun, untuk itu sudahkah kita berfikir tentang apa yang akan kita bawa untuk menghadap sang kholiq dan apa yang sudah bisa kita tinggalkan untuk kehidupan keluarga dan masyarakat.

Selama kita hidup saat ini, sudahkah kita bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga? sudahkah kita mencari harta sebanyak mungkin dengan cara yang halal untuk keluarga kita agar mereka tetap bertahan hidup dengan layak jika kita tiada? sudahkan kita mengajarkan keluarga kita untuk bekerja keras? Bayangkan seandainya kita wafat saat ini, bagaimanakah nasip keluarga sepeninggal kita, apakah mereka berkecukupan atau malah sengsara karena pencari nafkahnya telah tiada. Selama kita hidup saat ini, apakah kita sudah menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar kita? sudahkah kita berbuat baik terhadap teman ataupun tetangga ? Dan selama kita hidup saat ini, sudahkah kita beribadah kepada Allah dengan baik? bayangkan ketika kita wafat nanti kita hanya seorang diri di dalam kubur dan tidak ada yang menemani, kita harus menjawab semua pertanyaan seorang diri. Dan bayangkan juga ketika nilai kita buruk kita akan disiksa dan tidak akan pernah bisa minta tolong ataupun lari.

Maka selama hidup yang singkat ini, bekerjalah dengan giat untuk bekal keluarga kita yang cepat atau lambat akan kita tinggalkan, selalu ajarkan kepada keluarga kita untuk bekerja keras dan berbuat baik. Selama hidup yang singkat ini, beribadahlah dengan khusuk serta selalu berbuat baik terhadap sesama sebagai bekal kita untuk menghadap sang Kholiq kelak.

#Edi Padmono

Advertisements

3 thoughts on “Hidup Ini Singkat

  1. Artikel ini sungguh menyentuh hati dan pikiran, semoga kita selalu diberi kekuatan oleh Allah utk menunaikan tugas dan tanggungjawab kita sebaik-baiknya utk dunia dan akhirat kita kelak, amien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s