Kembali Menjadi Imam

Ketika saya kecil hingga remaja dulu, saya sering menyaksikan bapak mengimami sholat di langgar (mushola) dan juga sering menjadi katib dan imam di masjid ketika hari jum’at. Ketika bulan puasa pun, bapak tidak kalah dalam mengambil bagian untuk menjadi imam sholat tarawih dan pegisi kultumnya. Ada kebanggaan tersendiri bagi saya ketika itu, yaitu menjadi anak seorang imam atau penceramah walaupun hanya sebatas desa itu saja. Setidaknya itulah kebanggaan satu satunya yang saya miliki saat itu. Berbeda dengan teman teman sebaya saya yang mempunyai banyak kebanggaan sebagai anak kepala desa, sebagai anak petani yang luas sawahnya, sebagai anak seorang guru dan lain sebagainya. sedangkan saya hanyalah anak seorang petani penggarap yang hasil panennya selalu dibagi berdua dengan pemilik sawah, sementara ibu hanyalah pedagang musiman yang tidak pasti.

Walaupun demikian orang tua saya adalah orang yang dihormati di desa, warga desa selalu meminta saran jika mendapat sebuah permasalahan dan lain sebagainya. Kelembutan perilaku dan kegigihan orang tua saya dalam membesarkan dan mensekolahkan ke-6 anaknya dengan segala keterbatasan adalah mungkin salah satu mengapa warga desa begitu menghormati orang tua saya. Bahkan warga dari beberapa desa pernah memohon bapak untuk menjadi kepala desa, namun ditolak oleh bapak karena bapak memang tidak tertarik dengan jabatan publik. Begitulah bapak, selalu lembut dan rendah hati. berawal dari sanalah kami anak-anaknya selalu berusaha menjaga perilaku dan belajar dengan giat untuk menjaga nama baik orang tua.

Ketika ibu mulai sakit keras pada tahun 2003, saya tidak pernah melihat lagi bapak menjadi imam pada sholat berjamaah di mushola ataupun sholat jum’at. Bapak hanya sholat sendirian disamping ibu yang terbaring sakit, bapak tidak pernah tega meninggalkan ibu sendirian walaupun sekedar ke masjid atau mushola. Begitupun ketika bapak dan ibu kami boyong ke kota Tangerang, bapak juga tidak pernah sholat berjamaah di masjid walaupun jaraknya sangat dekat karena hanya terpaut satu gang saja. Ketika sholat jum’at pun bapak selalu datang paling akhir karena tidak tega meninggalkan ibu terlalu lama. Begitulah bapak, meninggalkan sholat berjamaah apalagi sebagai imam selama kurang lebih 10 tahun lamany. Sampai akhirnya 16 mei 2014 ibu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Bulan puasa tahun 2014 adalah puasa pertama kali bapak denga status duda, dan saat itulah bapak kembali sholat berjamaah di mushola. Seperti menemukan sesuatu yang hilang selama bertahun tahun maka warga desa terutama pemudanya menunjuk kembali bapak untuk menjadi imam sholat tarawih dan pengisi kultumnya. Kebetulan saya dan keluarga mudik di awal puasa dan menyaksikan bapak pertama kali menjadi imam dan penceramah lagi. Pada awalnya ada keraguan dan was-was di hati saya, apalagi anak-anak saya sudah sibuk dengan kata-katanya “mbah kakung jadi imam ya…..”. Wajar, karena anak saya tidak pernah menyaksikan bapak menjadi imam. Karena kekhawatiran saya itu, saya berdiri tepat dibelakang bapak untuk berjaga jaga membetulkan bacaan bapak jika ada kesalahan. Saya perhatikan semua bacaannya ternyata saya salah, 23 rekaat sholat tarawih dan witir tidak ada satupun kesalahan dalam bacaan surat-surat Al-Quran yang bapak baca walaupun selalu berbeda setiap rekaatnya.

Setelah sholat tarawih selesai, sebelum dilanjudkan witir maka bapak mengisi kultum. sayapun memperhatikan dengan seksama materi dan bacaan surat Al-quran dan Hadist yang bapak sampaikan. Sayapun tertunduk malu dan meneteskan air mata, ternyata walaupun bapak sudah absen selama 10 tahun bapak tidak pernah berubah atas kemampuannya. Kali ini bukan hanya saya yang kembali bangga terhadap bapak tapi juga anak anakku turut berbangga terhadap mbah kakungnya.

#Edi Padmono

Advertisements

6 thoughts on “Kembali Menjadi Imam

  1. memiliki orang tua yang bisa menjadi imam sholat berjamaah di masjid..adalah kebanggan tersendiri,…..semoga ALLAH SWT melapangkan jalan almarhumah Ibunda tercinta menuju surga-NYA,
    keep happy blogging always…salam dari makassar 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s