Belajar Lagi

Beberapa minggu lalu aku mendaftarkan anak pertamaku ke sebuah SMP suwasta yang lumayan ternama di kabupaten Tangerang. Sekolah itu terlihat sangat elegan, halaman dan tamannya bersih dan ruangan kelasnya terlihat sangat nyaman dengan fasilitas AC nya. Aku begitu tertarik dengan sekolah itu karena selain pola ajarnya menarik juga ditambahkan materi entrepreneurship yaitu siswa diberikan pembekalan untuk berani berwira usaha. Setelah mendaftar dan mengisi formulir serta menyerahkan kembali, pihak tata usaha akan menghubungiku melalui telephon kapan anakku akan dilakukan test. Setelah satu minggu berlalu akhirnya akupun mendapat telphon dari pihak sekolah bahwa besok paginya akan dilakukan test materi dan wawancara untuk anakku. Sayang sekali aku sedang berada di luarkota sehingga akupun minta test ditunda karena aku tidak bisa mengantar anaku test dan kebetulan anak sedang UAS dan pihak sekolahpun menyetujuinya.

Akupun menghubungi istri dan anakku bahwa akan test di sekolah itu akan dilakukan pada 17 Desember 2014 sehari setelah aku pulang dari luar kota. Aku meminta kepada anak agar belajar sungguh-sungguh pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Ingris. Aku begitu mengenal anakku, sehingga aku sangat yakin bahwa dia akan lulus test di sekolah itu. Anakku memang bukan siswa yang mempunyai peringkat 10 besar akan tetapi nilai test dan ulangannya tidak pernah kurang dari 80. Setiap aku tanya, anakku selalu menjawab bahwa dia sudah belajar ke-4 mata pelajaran tersebut. Kayakinanku semakin kuat bahwa anakku akan diterima di sekolah tersebut apalagi ibunya membenarkan kalau dia terus belajar mempersiapkan diri. Tibalah saatnya waktu test, aku mengantar anakku dan menungguinya test selama 2,5 jam lamanya. setelah selesai test, kamipun dipersilakan pulang dan menunggu pengumumannya dua hari kemudian melalui telephon.

Hari yang aku tunggu-tunggu pun datang, tapi aku terkejut sekali karena ternyata anakku tidak lulus test. Aku kemudian mengkonfirmasi ke pihak sekolah apa yang kurang dari anakku. Berdasarkan informasi dari sekolah bahwa nilai anakku hanya 45 dia lemah di matematika dan IPA. Kemudian aku bertanya kepada anakku kesulitannya dimana, anakku menjawab bahwa soalnya soal cerita semua jadi bingung katanya. Lalu aku meminta kepadanya untuk menulis ulang soal matematikanya, anakku memang sangat bagus untuk hafalan jadi dia tidak kesulitan menulis ulang soal-soal yang sudah dia kerjakan waktu test. Dari hasi tulis ulang aku memintanya mengerjakan satu soal saja, anakku bingung dan tidak bisa menterjemahkan soal itu. Akhirnya aku menterjemahkan soal itu menjadi kalimat matematika dan ternyata anakku tidak ada kesulitan dalam mengerjakannya. Dari sanalah aku menyimpulkan bahwa anakku kurang latihan dan pengayaan soal serta tidak begitu terbiasa dengan soal soal matematika dalam bentuk cerita.

Akhirnya akupun mendowload soal-soal UAN untuk SD dan akupun kembali mempelajarinya lalu mengajarkannya kepada anakku cara penyelesaiannya secara praktis. Setiap soal dikerjakan dengan timer kemudian aku koreksi hasilnya. Dari hasil koreksi itu terlihatlah bagian mana yang anakku tidak paham lalu aku melakukan pembahasan di papan tulis. Setelah pembahasan selesai aku memberikan istirahat kepadanya. Malam harinya aku meminta kepada anak untuk mengerjakan lagi soal matematika yang sudah dibahas disiang hari dengan timer yang sama. Setelah selesai aku memeriksanya dan ternyata dia hanya mampu mengerjakan dengan benar 80% kemudian aku membahasnya lagi sampai dia bener bener paham. Pagi harinya aku meminta anak untuk mengerjakan soal yang sama dengan timer yang sama pula, ternyata anak sudah mampu menyelesaikan 100%. Setelah istirahat dan bermain, di siang harinya aku memberikan soal matematika yang baru kepadanya dengan timer yang sama. Dengan soal yang baru itu anak sudah sanggup mengerjakan benar 85%.

Begitulah, aku melatihnya dengan soal-soal dan membahas kekurangnya. Selain matematika aku juga memberikan selingan untuk Bahasa indonesia, Bahasa Ingris dan IPA. untuk ketiga materi soal itu anakku sudah bisa mengerjakan dengan hasil 85-90% tanpa diulang dan pembahasan olehku. Aku masih berharap agar anakku bisa diterima di sekolah SMP suwasta favorit dan masih banyak test-test yang akan dia lalui. saat ini mencari sekolah SMP dan SMA aku rasakan lebih sulit daripada mencari sekolah di universitas. Untuk SMP negri aku berharap jika ternyata anakku tidak bisa masuk ke sekolah suwasta favorit barulah opsi terakhir aku akan mendaftarkan ke sana karena memang SMP negeri pendaftarannya paling akhir. Yah……begitulah …. demi anak aku harus ikut belajar dan belajar lagi, aku berharap anakku mendapatkan pendidikan yang terbaik.

#Edi Padmono

Advertisements

15 thoughts on “Belajar Lagi

  1. semoga sang anak tercinta bisa diterima di smp swasta favoritnya ya mas, zaman sekarang sepertinya standar pengajaran tiap sekolah berbeda-beda..meskipun sudah kurikulum yang seharusnya menjadi panutan dan rujukan sekolah….
    keep happy blogging always…maaf baru bisa mampir kemari….salam dari Makassar 🙂

  2. Wah kalau sudah urusan Matematika nyerah dah. Heiheiie. Soalnya sejak saya duduk di bangku SMA , saya belum mahir dalam matematika. Nilainya jeblok terus Heiheihiee.

    Sebelum terlambat, saya sekeluarga mengucapkan Selamat Tahun Baru 2015 ya. Semoga tahun 2015 ini kita semua dimudahkan dalam mencapai cita cita dan target yang belum terealisasi pada tahun 2014 yang lalu. Semoga Tahun 2015 ini menjadi tahun kesuksesan yang besar bagi kita semua. Semoga Allah SWT memberkahi dan memberkati kita semuanya. Amin ya Rabbal Alamin

  3. Iya memang anak yang bisa berhitung matematika, belum tentu mudah ketika diberi soal cerita. Anak saya juga begitu. Harus terus dilatih. Semoga keterima di sekolah yang diinginkan, ya 🙂

  4. Setiap diri adalah pembelajar. Termasuk orang tua juga, Mas. Semoga berikutnya bisa lolos tes masuk ya. 🙂

    Alhamdulillah, anak2 saya sejak usia 6 tahun memilih untuk tinggal dan belajar di pesantren. Setelah 6 tahun sebelumnya mereka kami homeschooling sendiri. Allah Ta’ala banyak memberi kemudahan.

    • Mas Nuzul hebat….. hatinya kuat bisa berpisah dengan anak-anak semenjak masih kecil, kalau saya masih belum rela mas bahkan sampai sekarang masih ragu walaupun saat ini mencoba untuk mendaftarkan anak ke sekolah boarding.

  5. Senengnya…. tak semua ortu, apalagi bapak mau belajar kembali demi anak. salut….
    Beruntung nih, anak2 saya masih SD, masih gampang saya mengikuti bahan ajarnya. Kalo SMP… masih bisa ngikuti tidak ya…. #Khawatirjuga

  6. Hebat, jarang-jarang seorang ayah mau menuntun anaknya untuk bisa menguasai mata pelajaran.. semoga aja keingannya terwujud masuk sekolah pavorite, amiin

  7. padahal aku dulu suka banget ama pelajaran matematika walaupun belajarnya mati-matian tetep aja aku suka…semoga anaknya bisa masuk kesekolah yg diinginkan ya mas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s