Untuk Adik Zuhdi

12 Januari kemarin adalah genap satu tahun usia anak ke-5 ku Zuhdi Daiyaan Najamuddin Adzakhi, namun sangat disayangkan aku masih berada di Kalimantan timur. Banyak yang sayang dengan adik Zuhdi termasuk kakak-kakaknya beserta om-omnya. Mengetahui hari ulang tahun adik Zuhdi, beberapa omnya datang ke rumah dengan membawa kue dan dirayakanlah hari kelahiran adik Zuhdi malam itu juga. Bukan sebuah pesta, hanya sekedar memotong kue yang bertuliskan namanya namun kata istri adik Zuhdi begitu gembira dengan bersemangat belajar jalan untuk menghampiri kuenya. Ternyata adik Zuhdi ingin menunjukan bahwa dia memang sudah berusia satu tahun dengan menampilkan kepandaiannya berjalan. Menurut informasi istri, adik Zuhdi termasuk anak yang pantang menyerah, berkali kali jatuh dalam menghampiri kuenya namun dia menolak bahkan marah ketika hendak dibantu oleh kakak-kakaknya.

Kakak-kakanya tidak puas hanya merayakan hari lahir adik Zuhdi dengan memotong kue, mereka menghubungiku untuk merencanakan berwisata untuk adik Zuhdi. Mereka fikir aku akan begitu saja mengiyakan permintaan mereka, namun aku bukanlah type orang yang dengan mudah memberikan sesuatu kepada anak-anak tanpa sebuah pelajaran. Aku bertanya kepada mereka apakah mereka sayang kepada adik Zuhdi, mereka menjawab sangat sayang. Lalu aku tegaskan kalau mereka sayang maka merekalah yang harus berinisiatif menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan berwisata itu dan aku tidak mau ikut campur dalam hal pemilihan lokasi dan biaya yang akan dikeluarkan. Putra sulungku bertanya jika ke Dufan dan berenang di Atlantis Ancol atau ke taman Safari dan taman Matahari menghabiskan uang berapa. Akupun menjawab dengan singkat, siapkan uang Rp 3 juta maka kita bisa pergi ke puncak atau ke ancol. Lalu putra sulungku mengkoordinir kedua adiknya untuk patungan biaya wisata untuk adik Zuhdi. Mereka meminta kepada ibunya agar diambilkan uang tabungan mereka masing masing Rp 1 juta, istrikupun mengiyakan karena sudah aku beri tahu sebelumnya.

Setelah aku pulang dari Kaltim, anak pertamaku langsung menyodorkan sejumlah uang yang yang sesuai pembicaraan sebelumnya. Aku menolaknya karena aku ingin anak-anak itu mengelola uang itu sendiri, aku hanya akan menjadi penonton dan sopir mereka dalam berwisata. Aku dan istri mengarahkan anak-anak tentang keperluan apa saja yang harus dibeli sebelum berangkat seperti lauk dan snack. Aku juga meminta alokasi dana untuk BBM kendaraan dan beaya tol. Anak-anak juga harus mempersiapkan pakaian yang diperlukan baik untuk berangkat ataupun untuk ganti nantinya. Malam minggu ketiga anakku berbelanja snack dan lauk menghabiskan uang Rp 300.000,-. Hari minggu pagi kamipun berangkat untuk berwisata untuk membahagiakan adik Zuhdi. Karena informasi seorang teman bahwa puncak kondisinya hujan terus dan kabut maka kami memutuskan untuk pergi ke Ancol saja.

Mejeng dulu sambil nunggu pintu DUFAN buka

Mejeng dulu sambil nunggu pintu DUFAN buka

Kami sampai di pitu barat ancol pukul 09;00, Anakku langsung membayarkan karcis masuk sebesar Rp 140.000,- lalu kami langsung meluncur ke parkiran depan DUFAN. Kemudian anak-anaku membeli tiket masuk untuk kami semua sebesar Rp 1.620.000,- (@Rp 270.000,-). Karena pintu DUFAN di buka jam 10;00 maka kami menunggu di depan pintu masuk yang kebetulan bisa untuk bermain anak-anak. Akhirnya yang ditunggu-tunggupun tiba, kamipun ikut mengantri berdesak-desakan masuk ke DUFAN. Sesampainya didalam kami langsung menuju dan mengantri di wahana kincir raksasa bianglala. Adik Zuhdi terlihat sangat gembira melihat benda besar berputar, apalagi ketika dia menaikinya, sepanjang putaran bianglala dia selalu berteriak dan tertawa sambil menunjuk-nunjuk segala sesuatu yang ada di kejahuan.

Lihat ikan hias

Lihat ikan hias

Adik Zuhdi gembira ria naik bianglala

Adik Zuhdi gembira ria naik bianglala

Setelah itu aku dan istri berbagi peran, aku mengawal dua anak yang besar untuk bermain di wahana yang menantang sementara istri mengawal ketiga anakku untuk bermain di wahana anak-anak. Aku dan kedua anakku bermain di wahana yang lumayan menantang yaitu tornado, kicir-kicir power surge, kora-kora perahu ayun, halilintar dan arung jeram. Sementara istri dan ketiga anakku bermain di wahana sederhana seperti Hello kitty, Gajah bledug, turangga-turangga, istana boneka, dan alap-alap khusus untuk anak perempuanku. Setelah anak-anak puas dengan berbagai wahana yang diikutinya kamipun berkumpul kembali untuk melakukan sholat Dzuhur kemudian kami keluar dari arena DUFAN dan mencari tempat yang nyaman di pinggir pantai untuk bersantap siang. Kami istirahat sambil makan dari jam 13;00 sampai jam 14;30.

Setelah itu, kamipun meluncur ke Atlantis water adventure. Kembali anak-anak membayar tiket masuk untuk kami semua sebesar Rp 780.000,- (@Rp 130.000,-). Sesampainya di dalam ternyata kami diguyur hujan ringan namun berenang tetap kami lanjutkan ( masa iya berenang takut hujan….. 😀 ). Seperti di water park lainnya, ketiga anakku langsung meluncur sesuka hati mereka. Tinggalah aku bersama dua balitaku yaitu Dzakhi dan adik Zuhdi yang hanya bermain di kolam dankal sementara istri hanya sebagai penonton saja. Pada awalnya adik Zuhdi menangis ketika aku bawa ke kolam Kiddys, mungkin karena baru pertama kali dia bermain di kolam renang yang luas dan ramai pancuran. Akhirnya aku bawa adik Zuhdi di kolam dangkal yang airnya hangat dan lumayan sepi dari anak-anak yang berlari-larian. Aku mengambil beberapa bola untuk dimainkan adik Zuhdi, akhirnya adik Zuhdi gembira dan tidak mau berhenti bermain bola di air.

Adik Zuhdi di kolam hangat

Adik Zuhdi di kolam hangat

Siapa yang belum ke Atlantis?????

Siapa yang belum ke Atlantis?????

Haripun semakin sore, kamipun bergegas pulang ke rumah. Di sepanjang perjalanan anak-anak semuanya tertidur pulas karena kelelahan. Sesampainya di rumah aku meminta anak-anak mempertanggungjawabkan semua pengeluaran, anak pertamaku kemudian mengeluarkan buku catatan yang berisikan semua pengeluaran selama berwisata. “Hanya sisa 10 ribu pa…..soalnya papa minta beliin bensin juga sih…..” kata anak pertamaku. “Tidak apa-apa yang penting anak-anak papa semua senang terlebih adik Zuhdi” jawabku. “Anak-anak papa harus saling mengasihi, saling membuat hati gembira dan kegembiraan adik Zuhdi adalah kado kalian yang sangat indah” lanjutku memberi nasehat. Aku hanya berpura-pura agar anak-anak mengeluarkan uang tabungan mereka untuk bermain membahagiakan adiknya yang sedang berulang tahun. Setidaknya aku mengajarkan kepada mereka agar bisa mengorbankan sesuatu untuk kebahagiaan saudaranya. Aku juga mengajarkan kepada mereka untuk memperhatikan secara detail semua pengeluaran agar kelak mereka bisa selalu mengontrol segala pengeluaran untuk kehidupan mereka.

#Edi Padmono

Advertisements

23 thoughts on “Untuk Adik Zuhdi

  1. Waaah salut sama kakak2nya ade Zuhdi… semoga semua tumbuh menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah…aamiin…

    Saya belum pernah ke Atlantis, ke Dufan pun mungkin 20 thn yang lalu hehee

  2. wah seru sekali pak edi terasa ikut keseruan adik” nih saya jadi belajar juga dari adik” selamat buat adik zuhdi semoga jadi anak yg sholeh dan menyelamatkan orangtua aamiin…. seruu abis pak jalan-jalan ke atlantis sy masih gagal gratisan sampe atlantisnya hehe…

  3. Semasa gambaran besar dunia lagi carut marut saling menuding dan menyalahkan, membaca tentang perjalanan keluarga pak edi jadi tenang dan nyaman rasanya. 5 anak banyak juga pak. Perjuangan panjang untuk seorang bapak, saya yakin kalau cara didiknya begitu anak bapak akan menjadi anak yang baik dan sayang terhadap keluarga kelak. Amin~

  4. Rekreasi bersama keluarga memang sangat menyenangkan apalagi melihat tingkahlaku anak-anak yang lucu-menggemaskan.
    Semoga Nak Zuhdi sehat, pitar ,dan sholeh.
    Salam hangat dari Surabaya

  5. Salut sama kekompakan kakak2nya adek Zuhdi.
    Senangnya bisa menghabiskan waktu bersama keluarga 🙂
    Oh, iya.. selamat ulang tahun buat Adek Zuhdi. Semoga menjadi anak yg shaleh, pinter, bermanfaat bagi nusa, bangsa dan Agama. Aamiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s