Airnya Lancar Tapi….

Proses normalisasi parit di perumahan kami berjalan dengan baik dan bahkan lebih cepat daripada perencanaan awal. Program RW yang rencananya akan dimulai pada bulan Februari 2014 ternyata dapat dimulai lebih cepat yaitu bulan Januari 2014. Kami beruntung karena dana dari PEMDA sudah turun di akhir Desember 2013 dan secara kebetulan desa juga sedang ada proyek pengecoran jalan desa sekaligus perbaikan paritnya dimulai dari jalan raya menuju perumahan kami. Untuk itu aliran air yang dulunya akan kami lewatkan kebelakang perumahan dan memotong tanah warga kampung untuk menuju danau maka akhirnya kami arahkan ke depan dan mengikuti jalur perbaikan pihak desa yang mengarah ke sungai besar di pinggir jalan raya.

Dalam eksekusinya pihak RW membagikan dana ke setiap warga kemudian mewajibkan membongkar paritya masing masing yang sudah tertutup cor permanen, kemudian dilakukan pengerukan lumpur endapan, pengecoran bibir parit, kemudian ditutup dengan balok cor setebal 8 cm yang sudah disiapkan oleh pihak RW. Penutupan parit dimaksud agar tidak ada sampah yang masuk ke dalam parit yang mana tutup itu bisa di buka pada saat perawatan parit. Untuk parit yang berada di depan rumah-rumah kosong, pihak RW memperkerjakan tukang untuk melakukan pembongkaran, pengerukan dan pengecoran bibir parit. Pada aktualnya hampir setiap warga juga memperkerjakan tukang karena kebanyakan mereka adalah bekerja. Proses eksekusi ini bisa selesai dengan cepat yaitu 3 bulan saja, parit di perumahan kami alirannya menjadi lancar menuju sungai besar di pinggir jalan raya. Kamipun tidak khawatir lagi dengan jalanan yang banjir karena parit yang mampet.

Pra eksekusi pembongkaran

Pra eksekusi pembongkaran dan pengerukan lumpur di perumahan

Setelah selesai parit ditutup dengan balok cor

Setelah selesai normalisasi parit ditutup dengan balok cor

Sayang sungguh sayang jalan dan parit yang diperbaiki oleh pihak desa tidak ada yang bertanggungjawab untuk merawatnya serta tidak ada tutupnya jikapun ada adalah cor permanen di masing-masing depan rumah. Masyarakat yang berada di pinggir-pinggir jalan itu juga tidak mempunyai kesadaran atas kebersihan parit itu sehingga parit yang menghabiskan dana ratusan juta itu kini penuh dengan sampah lagi. Terlebih pada bagian parit yang tertutup cor permanen, disana terjadi akumulasi penumpukan sampah yang membuat aliran air berkurang kelancarannya. Saat ini daerah kami sedang musim hujan lebat, parit diperumahan kami memang mengalir lancar akan tetapi sesampainya di parit jalan desa air mulai meninggi dan hampir rata dengan jalan. Mungkin setahun atau dua tahun ke depan masih aman dari tumpahan air ke jalan, tapi selanjutnya tidak ada jaminan jika masyarakat itu tidak peduli membersihkan sampah dan lumpur endapan di parit mereka.

Saluran air sebelunya

Parit jalan desa sebelumnya

8 bulan setelah proyek

8 bulan setelah proyek

#Edi Padmono

Advertisements

8 thoughts on “Airnya Lancar Tapi….

  1. Yahg jelas sih, saluran sanitasi itu kurang besar mas, soalnya sama di lingkungan perumahan saya seperti kaya gitu.. malah sekarang hampir tertutup tanah. alias tidak ada saluran lagi.. miris sih, lah aparat RT sama RWnya juga pada diem aja..

  2. Wah kalau begitu tinggal kurang sosialisasinya, harusnya blog bapak ini disosialisasikan mungkin bisa dibagikan dalam bentuk print dan fotokopi, untuk menyadarkan pihak pihak yang suka ngasal buang sampah dan acuh tak acuh terhadap perawatannya.

  3. wah…paritnya kotor banget ya, berati untuk perumahan yg paritnya ditutup ama cor2an seperti itu bisa aj kotor ya dalamnya soalnya kan lama nggak di cek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s