Yang Aku Tunggu

Hari itu 13 April 2007, aku sedang mengurus surat cuti karena dipagi hari istri sudah mulai merasa mulas perutnya. Aku sudah satu minggu tidak keluar kota karena minggu itu adalah minggu terakhir kehamilan istriku. Selain mengurus surat cuti aku juga mengurus surat peminjaman mobil kantor yang akan aku pergunakan untuk membawa istri ke rumah sakit jika kontraksi sudah sangat sering. Aku tinggal di kota Pekanbaru tanpa sanak famili, hanya bermodalkan pertemanan dan silaturahmi akupun  mendapatkan beberapa saudara di sana. Adalah mas Sarjito dan mbak Ami saudara angkatku yang paling dekat dan akrab yang aku mintain tolong untuk menjaga kedua anakku dirumah selama aku berada di rumah sakit. Selepas maghrib keluarga mas Sarjito datang memenuhi permintaanku dan mbak Ami langsung mengantikan peranan istriku seperti memasak dan menyuapi anakku yang nomor dua.

Malam itu mendung sangat gelap pertanda akan hujan lebat, karena itu pukul 21;00 aku bergegas membawa istriku ke rumah sakit walaupun kontraksinya masih 30 menit sekali. Namun sayang, baru sampai di depan perumahan hujan terlanjur turun dengan lebatnya. Aku memaksakan diri menyopir mobil denga guyuran hujan lebat yang mana jalanan diperkotaan penuh dengan aliran air dari saluran air yang tidak mampu menampung jumlah airnya. Karena jalanan penuh dengan air yang mengalir dengan deras maka aku hanya melaju denga kecepatan 20 KM/Jam apalagi jarak pandang sangat dekat karena lebatnya hujan. Karena laju mobil sangat pelan, pukul 22;00 aku baru sampai di rumah sakit Awal Bross Pekanbaru padahal jarak tempuh normalnya hanya 15 menit saja. Sesampainya di rumah sakit aku langsung menuju UGD dan memesan kamar inap, berdasarkan pemeriksaan perawat dan bidan istri baru mengalami pembukaan 5 sehingga kami dipersilakan masuk ke kamar inap sambil jalan jalan untuk mempercepat pembukaan. Hatiku malam itu sangat berbunga-bunga dan berdebar-debar sehingga aku memesan kamar VIP untuk istri padahal jatah kamar kami dari kantor adalah kelas II.

Pukul 23;30 kami dipersilakan masuk ruang bersalin karena waktunya sudah sangat dekat, kontraksi istri sudah 10 menit sekali. Aku sadar betul malam itu adalah hari Jum’at kliwon yang konon adalah hari keramat bagi orang jawa, tetapi aku merasa biasa saja karena menurutku semua hari adalah baik. Kontraksi semakin kuat, para perawat dan bidan dibawah koordinasi dr Harlilianty. Sp.OG memberikan beberapa intruksi kepada istriku untuk mengedan agar bayinya cepat lahir. Aku memegang tangan istri sambil membisikan kalimat tauhid La ILaha Ila Alloh dan istrikupun mengikutinya berulang ulang sambil mengedan. Akhirnya Sabtu legi, 14 April 2007 pukul 00; 10 WIB lahirlah seorang bayi dengan lilitan tali pusar di lehernya. ” Selamat pak anak anda perempuan” dr lili memberitahu jenis kelamin anakku. Aku sangat bahagia menyaksikan kelahiran puteriku, lalu aku memeluk istriku dengan berbisik “terimakasih sayang….mama telah memberikan kado terindah kepada papa”. Anak perempuan seperti sebuah kado khusus bagiku, kado yang memerlukan jasa pengiriman yang hebat yang mana harus penuh keiklasan dan siap mengorbankan nyawanya agar kado itu tetap sampai kepadaku. Karena begitu gembiranya aku langsung menelphone dan sms kerabat dan teman bahwa puteriku telah lahir dan aku memberinya nama Ghina Raudlatul Jannah Adzakhi (kekayaan taman syurga yang cerdas), sebuah nama yang telah aku persiapkan semenjak awal aku menikah.

DSC00013

IMG_20141005_082236

Setelah dua hari kamipun diperbolehkan pulang oleh dokter dan di rumah kedua anakku dan keluarga mas Sarjito sudah menunggu. selama satu minggu keluarga mas Sarjito tinggal di rumahku membantu merawat istri dan anak-anakku. setiap hari  mbak ami mengurus ke dua anakku dan memasak sementara aku mengurus bayiku dan mencuci popok bayi dan juga  bersih-bersih rumah. Kamipun mengadakan aqiqah dan pencukuran rambut, tindik serta khitan tepat pada hari ketujuh kelahiran puteriku ini.

Kini Ghina telah tumbuh menjadi gadis kecil yang sangat cantik. Ghina saat ini duduk di kelas dua SDIT dan sudah mempunyai dua adik laki-laki. Karena Ghina adalah anak perempuan satu-satunya maka wajarlah jika Ghina sangat manja kepadaku dan memang ku akui aku memberlakukannya secara spesial. Walaupun manja Ghina adalah anak yang penurut, pemberani dan sayang dengan saudara-saudaranya, karena itulah terkadang dimanfaatkan oleh kedua kakanya untuk merayuku jika mereka menginginkan sesuatu dan pasti aku akan mengabulkannya. Ghina adalah anak yang cerdas, terbukti dengan prestasinya di sekolah baik dipelajaran umum maupun seni. Ghina juga anak yang shalihat terbukti dengan rajin Sholat lima waktu, mengaji dan yang paling membanggakanku adalah Ghina sudah hafal juz Amma .

Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Kado terindah Galaksi Pungky dan JNE 

#Edi Padmono

Advertisements

14 thoughts on “Yang Aku Tunggu

  1. Nama yg indah…

    Sudah besar ya sekarang..
    Semoga putra dan putrinya tumbuh menjadi anak-anak yg sholeh dan sholehah…aamiin..

    Sukses juga dengan GA nya yaaa…

  2. Alhamdulillah…senang sekali punya anak2 yg penurut dan pastinya berprestasi..semoga aku kelak memiliki Ghina, anak yg berbakti dan bisa mendo’akan ortunya jika telah tiada…amiien

  3. seru juga ya, jadi ingat waktu aku mau melahirkan di desa di Kuningan, karean sudah amgrib gaka ada angdes, makanya suamiku pekai mobil susu milik kantor, Bisa bayangkan ya naik truk susu ke rumah sakit., serunya dan lahrilah anak pertamaku dan kini dia penggemar truk!!!

  4. Selamat ya mas atas hadirnya momongan barunya. Ini adalah anugerah terindah sekaligus juga sebuah amanah dari Sang Pencipta, semoga menjadi anak-anak yang saleh/salehah, aamiin.

    salam persahabatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s