Hidupkan Baterainya……

Anak ku yang nomor 4 namanya Muhammad ha’asyim mahfud adzakhi dan kami memanggilnya mas Dzakhi. Anak ku yang satu ini sangat berbeda dengan yang lainnya. Dari awal dalam kandungan sudah menunjukan dia adalah anak yang sangat aktif, pergerakannya diperut mamanya terkadang sangat menggangu. Mamanya terkadang tiba-tiba terbanting ketika dia bermain ayunan di dalam kandungan. Ketika dia meluruskan badannya, dubur mamanya sampai keluar karena dorongan bayi yang sangat kuat. Awalnya aku khawatir dan berfikir kalau istri terkena ambaien, setelah memeriksakan ke dokter kandungan dan mendapat penjelasan barulah aku merasa tenang. Dokter mengajariku bagaimana memasukkan kembali jika dubur keluar akibat pergerakan bayi dalam kandungan. Entah apa yang dilakukannya di dalam perut sehingga terkadang istriku tertawa merasa kegelian sendiri, mungkin dia sedang ayun-ayunan atau berputar-putar.

Karena keaktifannya di dalam kandungan maka wajarlah jika dia lahir dalam kondisi berkalung dan berselempang tali pusar. Mengetahui kalau tali pusar melilit leher, dokter sangat berhati-hati dalam menangani proses kelahirannya. Dzakhi kecil sangat cepat pertumbuhannya, pada umur 6 bulan dia sudah tidak cukup lagi dengan ASI. Selain makan bubur dia juga harus dibantu susu formula. Umur 11 bulan sudah berjalan dengan lancar dan berbicara dengan baik, dialah satu-satunya anakku yang pandai berlari dan bicara di usia 15 bulan. Diusia itu dzakhi sudah bisa menjawab pertanyaan dari orang dewasa seperti : sudah makan belum? dia menjawah udah, apa lauknya? dia menjawab yur encop (sayur sop). Semakin hari pertumbuhannya semakin bagus, dia menjadi anak yang lincah dan tidak mau diam, berlari, melompat dan suka nimbrung kakak-kakaknya ketika main bola di depan rumah.

Semakin besar dzakhi makin aktif dan tidak mau diam, mamanya sampai kewalahan dalam mengurusinya. Menyuapi makan harus sambil kejar-kejaran. Kalau bermain suka membongkar seluruh mainan dan dihampar di lantai. Ketika kakaknya main PS dia juga sibuk harus kebagian stick. Ketika ada teman-teman kakanya main di depan rumah maka dia sibuk juga untuk keluar padahal mamanya masih repot. Rumah kami ada pintu terali besinya dan selalu tertutup, tetapi dzakhi suka memanjatnya untuk meraih gagang pintunya lalu membukanya. Saking tidak mau diamnya ini anak akupun terkadang ikut geram dibuatnya. Pernah suatu hari aku sangat kesal akan tingkahnya yang suka gangguin kakak perempuannya sampai nangis berkali-kali. Akhirnya aku samperin dzakhi dan aku katakan “Dzaki sini…papa matiin baterainya biar diam….!!!! dengan berpura-pura mematikan tombol saklar di punggungnya.

Setelah aku berpura-pura mematikan baterainya dzakhipun diam dan tidak banyak tingkah lagi. Dia hanya diam dan diam walaupun mamanya, kakak-kakaknya hilir mudik di sekitarnya. Dia hanya melihat saja apa yang dimainkan kakak-kakaknya sampai beberapa lama. Tiba-tiba “papa….nyalain baterai adzakhi….adzakhi mau main….” pinta dzakhi sambil merengek. Sontak saja seluruh isi rumah jadi tertawa terpingkal-pingkal melihat ulah dzakhi yang seolah-olah tidak bisa bergerak ketika dimatiin baterainya. Adzakhi, kecil-kecil sudah bisa bersandiwara atau memang dia takut bergerak kalau dimatiin baterainya. Kemudian aku berpura-pura menekan tombol di punggunya dan dzakhi langsung melompat kesana kemari. Duh adzakhi…..kamu ini kok tidak bisa diam sih……..?

Mas Dzakhi yang suka ciat-ciat

Mas Dzakhi yang suka ciat-ciat

#Edi Padmono

Advertisements

11 thoughts on “Hidupkan Baterainya……

  1. Pengalaman yang sama dengan anak saya, Khansa Tiara Althea yang aktifnya gak ketulungan. Kadang bikin kesel (ini jujur loh ya), tapi kalau lagi kerja atau gak ketemu, kangennya luar biasa. Akhirnya ya disabar-sabarin ya Pak. Namanya juga orang tua ya. Tapi pengalaman luar biasa yang tak akan terbayar oleh apapun, adalah saya kira, melihat tenangnya ketika anak-anak tertidur dengan pulas, mengetahui bahwa diri kita telah melakukan segala daya upaya untuk memberikan kehidupan yang jauh lebih baik dari yang kita alami.

    Salam hormat saya untuk keluarga Pak Edi

  2. Pingback: Perspektif Blog Award 2015 – Top 10 Artikel 2015 | Perspektif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s