Dolog Sanggul, Sumatera Utara

Pada awal-awal tahun 2007, pekerjaan logging mulai marak lagi setelah sempat mengalami keterpurukan dalam setahun dikarenakan banyaknya kasus ilegal logging. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, saat itu kegiatan logging hanya diperbolehkan untuk kayu hutan tanaman industri sementara logging untuk kayu hutan alam benar-benar diberhentikan untuk menjaga ekosistem. Kayu-kayu hasil panen dari hutan tanaman industri itu kemudian disuplai ke perusahaan kertas sebagai bahan bakunya. Dalam pekerjaan logging ini memerlukan beberapa mesin alat berat yang dipergunakan untuk menumbang, menarik, memotong, memuat dan mengangkut ke pabrik. Dan aku adalah mekanik alat berat yang bertugas untuk melakukan perawatan dan perbaikan mesin-mesin yang dijual oleh perusahaan kami. Menyusuri hutan dan menginap di bedeng-bedeng pekerja log di tengah hutan adalah kegiatanku setiap hari. Jika aku bertugas masih dalam provinsi maksimal aku bertugas selama 1 minggu, tapi kalau sudah berada diluar provinsi berapa minggu bahkan bulanpun kalau belum selesai pekerjaannya aku belum bisa pulang.

Seperti biasa setiap hari senin pagi kami para mekanik meeting untuk pembagian job selama satu minggu dan juga diskusi jika ada permasalahan pada minggu sebelumnya. Dari beberapa job yang tertera di papan ada satu job yang lokasinya sangat jauh yaitu di daerah Dolog sanggul, Tapanuli utara. Kebanyakan teman-temanku menghindari lokasi kerja yang jauh dan saling lempar. Aku adalah orang yang menyukai dengan tantangan dan hal-hal baru, aku menyanggupi job yang jauh ini. Lumayan semakin jauh dan lama aku bertugas maka uang saku yang ku dapat juga semakin banyak (matre ūüėÄ ). Setelah mengurus surat tugas dan mengambil uang¬†dinas dari kasir aku pulang kerumah untuk berpamitan kepada istri dan ketiga anakku. Aku terbang dari bandara sultan Syarif khasim Pekanbaru menuju bandara Polonia medan kemudian mampir ke kantor cabang Medan untuk meminjam mobil dinas. Karena sampai di Medan sudah sore maka aku menginap di hotel untuk mempelajari peta perjalanan menuju kota Dolog sanggul. Aku memang baru itu kali pertama menginjakan kaki di kota Medan.

Dengan bermodalkan senjata kertas peta dan mulut aku mulai menyusuri kota Medan menuju kota dolog sanggul. Pada awalnya perjalanan normal-normal saja karena jalannya datar dan halus, namun ketika sudah keluar dari kota Medan jalannya berubah menjadi menanjak dan berkelok-kelok serta agak banyak lubang. Kondisi perjalanan yang keluar dari pengetahuanku, namun aku begitu menikmati pemandangan sekeliling jalan yang segar dan hijaunya perbukitan. Tidak terpikir olehku sama sekali, karena sempat salah jalan ternyata aku melewati danau Toba yang fenomenal itu tepat pas jam makan siang. Aku mencari rumah makan Padang di pinggir danau, di sanalah aku sangat terbuai atas keindahan alam danau Toba. Seandainya aku membawa keluarga pasti aku akan memperlambat perjalananku dan menginap 1 atau 2 malam di sana. Sungguh, aku melayang-layang, melamun dan berandai-andai tentang semua yang indah ketika berada di pinggiran danau Toba. Sayang waktu itu aku tidak membawa kamera dan HP ku juga masih poliponik sehingga aku tidak bisa merekam keindahan alam danau Toba.

Akupun meneruskan perjalanan dan menjelang ashar aku sudah memasuki Tapanuli utara. Udara dingin pegunungan sangat terasa dan pemandangannya sangat indah. Aku bisa melihat daratan yang berada jauh dibawah yang samar-samar tertutup awan. Beberapa jam kemudian aku sudah memasuki tapal batas kota Dolog sanggul. Sebelum aku ke kantor customer aku berencana mencari hotel untuk menginap. Dari kejauhan aku melihat bangunan yang sangat megah “hmmm…ada juga hotel berbintang di kota sekecil ini” aku berbicara dalam hati. Akupun memacu mobilku menuju bangunan itu, bangunan ful keramik dengan pintu gerbang yang megah. Sayang pintunya tertutup dan terkunci sehingga aku melanjutkan perjalananku. Sepanjang perjalanan aku menemukan 4 bangunan megah yang sama¬†tapi berbeda corak, namun sama-sama tertutup dan terkunci pintu gerbangnya. Mungkin hotelnya baru jadi dan belum beroperasi pikirku. Tibalah aku di pusat kota Dolog sanggul yang panjangnya bisa diukur orang berjalan kaki.

Aku langsung menemui customer dan olehnya aku diantarkan ke sebuah penginapan berbentuk ruko, penginapan yang sederhana berbeda jauh dengan ke-4 hotel yang aku temui tadi. Kota Dolog sanggul sangat dingin maka wajar penginapannya tanpa AC bahkan kalau mandi aku harus memasak air dulu di teko saking dinginnya. Aku seorang muslim dan kebetulan disana hanya ada satu rumah makan halal karena mayoritas warga disana beragama kristen. Setiap pagi aku sarapan di rumah makan itu, aku selalu dihidangi makanan yang baru matang dan panas. Aku harus segera memakannya, karena kalau tidak akan segera dingin seperti habis dari lemari es. Minumpun demikian, dari tempat perebusan langsung dituang ke gelas langsung diminum kalau tidak akan terasa seperti minum es. Begitulah gambaran extrimnya suhu dingin di kota Dolog sanggul. Setelah satu minggu aku melakukan perawatan dan perbaikan terhadap mesin-mesin customer , pada hari minggu aku meminta istirahat. Pada saat itulah aku banyak jalan-jalan menikmati keindahan kota Dolog sanggul, alamnya yang hijau dan sungainya yang jernih berbatu.

Karena aku libur dan santai, akupun makan di warung dengan santai dan lama. aku banyak berbincang-bincang dengan uni penjaga warung, seorang wanita dari sumatera barat. Setelah berbincang-bincang kesana kemari sampailah pada masalah penginapan.

“Di sini barui ada satu penginapan ya uni?” tanyaku

” Iya mas, makanya selalu penuh walaupun fasilitasnya sangat minim” jawabnya

“Trus kira-kira 4 hotel yang megah di jalanan menuju kota ini kapan bukanya ya?” tanyaku lagi

“Yang mana mas? perasaan tidak ada pembangunan hotel di daerah sini” tanyanya heran

“Ada uni….disepanjang jalan kesini saya ketemu 4 hotel baru yang megah. Itu lo…yang pagar keliling ful keramik dan pintu gerbangnya megah banget” jawabku meyakinkan “Kemarin saya mau masuk kesana tapi gerbangnya terkunci” tambahku meyakinkannya.

Uni penjaga warung itu tertawa terpingkal-pingkal sehingga membuatku sangat heran. “Mas….mas mau nginep di situ…?, itu bukan hotel mas tapi kuburan…..”

Kuburan….? aku terbengong-bengong mendengarkannya. aku¬†sering melihat kuburan orang china yang besar-besar, tapi seumur hidup aku baru melihat kuburan yang lebih besar dan megah dari bangunan rumah¬†ataupun hotel. Untung saja waktu aku gedor pintu gerbang bangunan kuburan itu tidak ada yang membukakannya.¬†Seandainya¬†ada trus orang itu menyuruhku masuk gimana ya…..hiiii…takut…..

Itulah pengalamanku berkunjung ke kota Dolog sanggul, bekerja sambil menikmati indah dan segarnya alam pegunungan yang tidak akan pernah aku temukan di kota besar. Aku berada di kota dolog sanggul selama 2 minggu, aku sangat beruntung ternyata customernya sangat-sangat baaaaik sekali. Biaya penginapanku selama dua minggu dia bayar sehingga uangku utuh. Bukan hanya itu keberuntunganku, customer itu juga memberi uang terimakasih yang lumayan besar dan mobilku diisi penuh solarnya. Mungkin tidak jadi menginap di kuburan juga termasuk keberuntunganku. Dari uang perjalanan dinas dan uang terimakasih dari customer itu aku pergunakan untuk percepatan angsuran KPR.

#Edi Padmono       

Advertisements

9 thoughts on “Dolog Sanggul, Sumatera Utara

  1. Saya juga pernah dengar dari Ibu tentang dinginnya udara di Tapanuli.
    Besok-besok kalau Pak Edi lewat Danau Toba lagi, jangan lupa foto dan posting blog ya. Biar saya bisa liat. Hehe.

  2. Saya ingat, sebelum tahun 2007 itu heboh dengan ilegal logging. Semua saling tunjuk dan tiba2 istilah ilegal loging sering dipakai. Padahal sebelum itu, legal2 saja ya pak, meski sangat merugikan. hehehe….
    Syukurlah, sekarang lebih tertib meski pelanggaran tetap ada. banyak regulasi pemerintah untuk menyaring praktek ini. (kok bahas ilegal logging?)
    Jadi “hotel mewah itu terlihat dengan mata telanjang, pak? bukan karena indra keenam?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s