Ketika anak sudah mengenal cinta

Mei tahun 2015 lalu adalah genap anak pertama-ku berusia 13 tahun, namanya Ahmad nurfattah adzakhi dan kami memanggilnya abang Fattah. Sekarang dia sudah kelas 7 SMP, Lo kok masih kelas 7 SMP sih? Pada waktu lulus TK abang Fattah ini berumur 6 tahun 2 bulan sehingga waktu itu tidak diterima di SD karena syarat masuk SD di kota Pekanbaru adalah usia diatas 6 tahun 6 bulan. Kebetulan tahun itu juga kami pindah ke kota Tangerang dan karena sudah memasuki semester kedua maka abang fattah juga tidak bisa masuk SD walaupun suwasta. Akhirnya abang fattah menganggur setahun dan masuk SDIT pada usia 7 tahun 2 bulan. Jadilah abang Fattah siswa paling tua dalam angkatannya. Berjalan ke 13 tahun umurnya tentu Fattah sudah masuk ke fase pubertas dan saat itulah terjadi banyak perubahan padanya. Termasuk pada perubahan sifat, Fattah yang dulu suka tidak mau mengalah pada adiknya, sekarang tampak sangat dewasa dan suka mengalah pada adik-adiknya. Jika dulu dia harus disuruh oleh mamanya ke masjid, sekarang dengan sendirinya mengajak adiknya ketika sudah terdengar adzan.

Abang Fattah sudah bisa menjaga adiknya

Abang Fattah sudah bisa menjaga adiknya

Abang Fattah bersiap ke sekolah

Abang Fattah bersiap ke sekolah

Walaupun aku tahu kalau Fattah sudah masuk usia pubertas, namun aku tidak begitu memperhatikan perubahan-nya. Suatu hari ketika Fattah masih kelas 6 SD, dia merengek ke mama-nya minta uang untuk membeli sebuah boneka. Tentu saja langsung disambut ocehan mama-nya, laki-laki kok beli boneka buat apa….? usut punya usut ternyata boneka itu buat kado ulang tahun teman sekolahnya yang dia sukai. Terang saja mama-nya langsung membuat laporan kepadaku, karena waktu itu adalah semester genap dan persiapan UN. Sebagai papa yang kharismatik dan cool 😀 , aku menanggapinya dengan santai. Aku bukannya melarang-nya malah mendukung dan membesarkan hantinya. Aku pun menelusuri sampai sejauh mana kedekatan mereka dan ternyata kalau kata orang dewasa mereka berdua suka sama suka dan sudah jadian. Abang Fatah adalah anak yang lemah pelajaran Matematika, sehingga momen ini aku manfaatkan untuk menggenjot kemampuan Matematikanya. “Bang….kalau abang suka dengan teman maka nilai-nilaimu harus lebih tinggi dari dia atau yang lainnya, kalau tidak malu lo….dan perempuan tuh suka anak yang jago matematika….” kataku kepadanya.

Alhasil anak-ku ini begitu rajin belajar terutama Matematika, aku selalu membimbingnya dan memberinya soal-soal UN tahun-tahun sebelumnya. Begitupun ketika aku berada di luar kota dia tetap melakukan bimbingan belajar secara online denganku. Pada waktu pembaian rapor UTS, wali kelasnya memberi selamat kepadaku karena nilainya naik secara mengejutkan namun wali kelasnya juga memperingatkan kepadaku bahwa agar mengawasi anak-ku ini karena menurut dia anak-ku sedang pubertas. “Jangan pacaran dulu pak….mau UN ini… nanti jadi berantakan lo…” kata wali kelas itu. “Biarin saja bu, nilainya yang bagus inikan pengaruh masa pubernya dia….dan Fattah tidak akan terlalu jauh koq …dia tahu batasan dan dosa” jawabku meyakinkan ibu wali kelas. Sebagai orang tuanya, aku tahu persis kapasitas anak-ku. Anak-ku adalah anak yang penurut dan rajin beribadah sejak kecil sehingga aku yakin sekali dia tidak akan berbuat melampaui batas. Rasa suka kepada lawan jenis adalah naluriah manusia , asalkan bisa mengkelolanya tentu akan menjadi sebuah energi positif yang luar biasa dan itu yang sedang aku terapkan kepada anak-ku untuk meningkatkan semangat belajarnya.

Sesekali aku selalu menanyakan kabar temannya itu, untuk membuktikan bahwa aku peduli dan tidak mempermasalahkannya. Aku juga menanyakan tentang nilai-nilai ulangan dan try out temannya itu sebagai perbandingan dan pemacu padanya. Dari semua itu Fattah sendiri bertekad untuk mendapatkan nilai 9 pada UN nantinya, sehingga dia siang malam terus berlatih soal-soal yang aku berikan. Setiap soal harus dikerjakan lebih cepat dari waktu yang ditentukan biasanya dan hasilnya langsung aku evaluasi. Ketika ada jawaban yang salah, aku membuat peta kekurangan pemahaman anak-ku ini lalu membahasnya lalu mengulagi dengan latihan soal yang berbeda sampai hasilnya maksimal. Akhirnya cara yang aku tempuh membuahkan hasil, nilai UN Fattah cukup lumayan walaupun turun 0.5 dari targetnya namun hasil ini sangat membuat teman dan wali kelasnya terheran-heran mengingat Fattah bukanlah siswa yang berprestasi selama ini. Ketia pengambilan ijazah dan NEM kemarin, gurunya mengatakan dengan wajah keherannan “Fattah nilainya lumayan bagus pak”. Dengan santai aku menjawab “Itulah kekuatan cinta bu”. Begitulah caraku dalam mengasuh anak-anak-ku yaitu dengan mengikuti irama psikologi yang sedang terjadi, lalu bagaimana dengan para sahabat….? tentu punya cara sendiri bukan?

#Edi Padmono

Advertisements

16 thoughts on “Ketika anak sudah mengenal cinta

  1. dengan kekuatan cinta akan menghukum mu *gaya sailormoon* abang farah ganteng sih nanti banyak yg suka deh, itulah peran ayah jadi tempat curhat anak2nya,, btw abang fatah suka matematika? *tosss atuh

  2. Sulung saya cowok, 14 tahun tapi masih malu-malu sama cewek. Kan terlihat itu kalau ada perubahan, dianya belum hanya suaranya yang pecah, tingginya sudah lebih tinggi daripada saya. Ukuran sepatunya nambah dengan cepat. Lho saya koq malah cerita ciri2 fisiknya yah hahaha.

    Salut Pak Edi, jarak jauh masih bisa memantau putranya. Banyak ayah yang karena alasan jauh, lantas menyerahkan (termasuk menyalahkan kalau ada apa-apa) semuanya pada istrinya. Insya Allah Abang Fattah akan jadi anak shalih karena kepercayaan yang diberikan kepadanya dari orang tuanya begitu besar 🙂

  3. Wah, keren abis mas Edi caranya, saya kira ortu umumnya khawatir prestasi belajar anak akan turun ketika sudah mengenal cinta, tapi ini malah “dibiarin” dan dimodifikasi jadi semangat belajar. Untuk yang begini ortu pastilah punya wibawa dan mengenal jiwa anak dengan baik ya mas, Good luck for you…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s