Adzakhi sudah sekolah

Mei  tahun 2015 ini anak ke-4 ku sudah berusia 4 tahun dan mulai masuk sekolah TK di akhir bulan Juli lalu. Namanya adalah Muhammad ha’asyim mahfud adzakhi dan kami memanggilnya mas Dzakhi. Adzakhi sempat mempunyai panggilan adik sebelum adiknya lahir namun begitu adiknya lahir Adzakhi mempunyai dua panggilan yaitu mas dzakhi atau mas adik. Panggilan mas adik ini sebenarnya inisiatif dzakhi sendiri waktu adik zuhdi lahir dan aku bertanya kepadanya “adik kan sekarang punya adik, jadi papa panggil apa dong sekarang….?” lalu dengan tangkas Adzakhi menjawab “panggil mas adik lah pa….” sejak saat itulah kami memanggilnya terkadang mas adik dan kadang kadang mas Dzakhi. Dalam keluarga kami memang membudayakan memanggil tidak langsung kepada namanya melainkan dengan awalan seperti mas, abang, kakak ataupun adik.

Kembali ketopik tentang awal sekolahnya mas Dzakhi, dia sangat ingin sekali sekolah, sehingga ketika kami mendaftarkannya ke TK Shalafi pada Januari 2015, dia sangat gembira dan selalu bertanya-tanya kapan masuk sekolah. Ketika sudah mendapatkan seragam sekolah sekitar bulan Mei 2015, dia sangat bergembira dan selalu minta baju seragamnya untuk dipakai. Akhirnya hari yang adzakhi tunggu-tunggu pun tiba, akhir bulan Juli 2015 adalah awal masuk sekolah. Hari pertama sekolah adzakhi bangun pada jam 04;00 pagi dan langsung minta mandi. Kecuali mas dzakhi dan adik zuhdi, kami memang mempunyai budaya bangun dan langsung mandi jam 04;00 pagi kemudian berangkat ke masjid untuk sholat Subuh. Singkat cerita, karena sudah mandi dan memakai seragam dia hanya duduk termenung menunggu hari terang yang masih agak lama. Karena merasa lama, mas dzakhi pun minta susu dan biasa….dia minum susu sambil tiduran dan…..akhirnya mas dzakhi tidur lagi deh……   😀

Menjelang keberangkatan sekolah kamipun membangunkannya dan memberi sarapan kemudian kembali membersihkan mukannya lalu kami mengantanya sekolah. Kebetulan semuanya memasuki sekolah baru, abang Fattah kelas 7 SMP, mas Hafidz dan kakak Ghina adalah siswa baru pindahan dan mas dzakhi siswa baru TK. Semuanya berbeda arah, sehingga semuanya kami antar satu persatu ke sekolah dan yang terakhir memang sekolah mas dzakhi. Berbeda dengan saudara-saudaranya, mas dzakhi minta diantar oleh papa-mama. Mas dzakhi adalah anak yang lincah dan ngegemesin tingkah lakunya. Mas dzakhi hanya terlihat diam ketika minum susu atau sedang tidur, selebihnya ciat-ciat, loncat sana sini seperti tidak ada capeknya. Kami membayangkan mas Dzakhi akan selalu membikin ulah dan nakalin teman-temannya. Namun sungguh tidak disanggka, ternyata mas dzakhi adalah jagoan kandang dan cemen di lingkungan yang baru. Mas dzakhi tidak mau ditinggal dan terpaksa mamanya menungguinya sampai pulang.

Lucunya Adzakhi

IMG_20150727_063409Memang semua anak-anak minta ditungguin oleh ibunya selama satu pekan, berbeda dengan mas dzakhi yang tetap minta ditugguin dan mamanya harus ikut masuk kelas walaupun sekolah sudah berjalan 3 minggu. Pada minggu ke-4 aku memaksa untuk yang mengantar dan menungguinya. Sepanjang perjalanan aku berbincang-bincang dengan mas dzakhi dan bertanya “kenapa mas? koq minta ditungguin terus sih…..?” diapun menjawab dengan lucunya “Adzakhi kan belum pintar pa….nanti kalau sudah pintar boleh deh ditinggalin.” Sesampainya di sekolah anak-anak langsung berbaris masuk ruangan kelas, mas dzakhi tetap tidak mau masuk karena papanya tidak ikut masuk kelas. Akhirnya akupun ikut duduk di dalam kelas dan terpaksa para ibu gurunya memasang cadarnya karena ada laki-laki dewasa bukan mahrom. Pada saat mas dzakhi asik belajar dengan gurunya aku perlahan keluar dan duduk di tempat yang bisa terlihat oleh mas dzakhi. Hari berikutnya aku coba meninggalkannya ketika mas dzakhi sudah asik belajar namun ternyata dia nangis setelah tahu kalau papanya pulang. Mas dzakhi nangis sampai capek dan tertidur sampai waktu jam pulang. Akhirnya setelah mas dzakhi akrap dengan teman-temannya, dia mau ditinggalkan tepat pada akhir minggu ke-4 dia sekolah. “Adzakhi sudah pintar pa, papa boleh pulang, tapi nanti jemput ya…” begitu pintanya.

Ada yang unik dari mas dzakhi, dia tidak mau diantar jemput dengan kendaraan melainkan hanya mau dengan jalan kaki menyusuri trotoar jalan raya. Pada saat aku yang mengantar tidaklah begitu bermasalah, tapi ketika aku sudah bekerja di luar kota maka istrilah yang mengantar jemputnya.Bisa kebayang betapa repotnya istri harus menggendong adik zuhdi sambil mengikuti mas dzakhi berlari-lari kecil menuju sekolah yang jaraknya lumayan. Banyak ibu-ibu yang mau memberi tumpangan ketika melihat rempongnya istri mengantar mas dzakhi, namun selalu ditolak oleh mas dzakhi dengan alas an lucunya “Nanti adzakhi tidak tahu jalan ma… kalau naik motor….kalau adzakhi hilang gimana…?”. Aku beruntung mempunyai istri yang jarang mengeluh dan selalu mensikapi segala sesuatu dengan positif. “Tidak apa-apa pa…sekalian olah raga, lumayan….” begitu jawaban istriku.

Adzakhi aku sekolahkan ke TK dibawah naungan yayasan shalaf agar sejak dini berkenalan dengan aqidah sunah, dan mengerti tata cara kehidupan sehari-hari sesuai sunah. Aku berharap adzakhi mampu menghafal juz Amma sedini mungkin.  Memang benar nama itu adalah doa, dia mempunya nama ha’asyim dengan arti yang terdepan, adzakhi walaupun awal sekolahnya begitu cemen namun setelah pemanasannya cukup dia mampu menjadi yang terdepan dengan hapalan hapalan bahasa arab, doa-doa dan surat-surat pendek. adzakhi selalu membawa pulang bintang dan hadiah dari gurunya karena kecakapannya dalam hapalan.

#Edi Padmono

Advertisements

11 thoughts on “Adzakhi sudah sekolah

  1. Barakallah …. mudah2an istrinya Pak Edi selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT. Mas Dzakhi lucu … tapi alasannya masuk akal .. takut gak tahu jalan pulang hehehe

  2. Waah, keren mas anakmu.. saya juga rencananya nanti si kecil mau dimasukin sekolah islam aja, biar pinter dan terjaga aqidahnya, sukur2 sih masuk sekolah hafiz quran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s