Terimakasih sayang

November rain, kata orang sih begitu yang kebetulan ada judul lagu seperti itu dan memang bulan November adalah musim penghujan dengan intensitas hujan yang sangat tinggi. Namun bagiku, bulan November adalah sangat spesial bukan karena terkenang atas sebuah lirik lagu atau musim penghujan yang sedang deras-deras nya. November adalah bulan yang sangat penting bagiku karena 16 tahun yang lalu tepatnya tanggal 19 adalah pertama kalinya aku bersentuhan kulit dengan seorang wanita yang bukan dari kalangan keluargaku, yaitu ketika selesai akad nikah wanita itu mencium tanganku kemudian aku mencium kening nya dan berdoa diatas kepalanya. Dialah istriku tercinta, seorang wanita yang mulai saat itu merubah segala kehidupan ku. Pernikahan kami memang tidak seperti khalayak umum yang sangat wah atas segala pestanya dan bertempat di gedung yang mahal. kami melangsungkan pernikahan sangat sederhana tanpa hiburan modern dan hanya mengundang warga sekitar saja. Namun demikian kami sangat terkenang dan bangga bisa melangsungkan walimatus urusyi sesuai sunah.

Walaupun sangat singkat aku mengenal istriku yaitu hanya sekitar 5 pekan dari perkenalan hingga akad nikah dan pertemuannya pun hanya ketika perkenalan dan lamaran saja, semua berjalan sangat lancar walaupun banyak menjadi perbincangan warga karena tema pernikahan yang aku tentukan. Memang tidak mudah menerima wanita yang tidak pernah dikenal sebelumnya, namun perlahan tapi pasti kami mulai saling mengenal dan berbagi kasih. Memang benar, wanita adalah sosok yang lembut namun mempunyai kekuatan yang dahsyat. Kelembutan dan perhatiannya meluluhkan ke-egoisanku sebagai laki-laki yang sombong atas cinta. Energi positifnya mampu membangkitkan semangat hidupku. Aku hanyalah pemuda kampung yang lemah dan selalu ragu atas masa depan, namun semenjak dia merebahkan kepalanya diatas dadaku semuanya berubah. Aku menjadi seorang pria yang pemberani menghadapi segala tantangan kehidupan, berfikir cepat untuk tetap bisa melindungi dan menghidupinya. Semenjak saat itu aku mampu menaggalkan kenangan masa lalu dan mulai menyongsong masa depan dengan penuh keyakinan bahwa masa depan ada dalam genggaman.

Hari demi hari, tahun demi tahun pun berganti dan tidak terasa 16 tahun sudah aku mengarungi bahtera dalam lautan yang sangat luas. Naik turun dalam sebuah perjalanan sudahlah pasti aku alami. Ketika kehidupan terasa sangat sulit sudah pasti seseorang akan cenderung emosional dan putus asa, namun setiap hal itu terjadi dia selalu meredam nya dan kembali membangkitkan semangatku. Ketika aku mencapai kejayaan, dia selalu memegang erat tanganku agar aku tidak terlalu terbang tinggi dan melupakan segalanya. Begitulah istriku, wanita yang selalu mendukung setiap langkah kehidupan ku, menghibur dalam setiap kesedihan ku dan charger energi semangatku. Aku tidak tahu persis kehidupan orang, apakah juga saling menguatkan dalam kehidupan berumah tangga. Namun yang jelas aku sangatlah beruntung mendapatkan pendamping hidup yang begitu baik walaupun sebelumnya aku tidak pernah mengenalnya karena aku menikahinya tidak melalui fase pacaran. Ibarat ada sebuah bejana berisi batu dan emas sementara aku harus mengambil salah satu isi bejana itu dengan mata tertutup dan aku mendapatkan sebutir emas, Seperti itulah gambaran keberuntungan ku.

Selamat datang di DUFAN

Kemudian darinya aku dikaruniai 5 anak yang cakap serta soleh dan solehah.  Istriku sangatlah pandai mengurus anak-anak sehingga pertumbuhan fisik dan Religi nya cukup bagus. Mendisiplinkan anak-anak untuk sholat 5 waktu selalu ke masjid bukanlah hal yang mudah terutama untuk waktu sholat subuh, namun semua itu bisa dilaksanakan walau saat ini jarak masjid dengan rumah cukup jauh. Jika aku ada di rumah, kami ke masjid dengan mengendarai mobil dan jika aku tidak berada di rumah maka mereka ke masjid dengan bersepeda. Untuk urusan makanan, istriku sering membuat kue sehingga anak-anak tidak pernah jajan di luar terlebih di sekolah. Oleh karena itu kehidupan istriku dimulai dari sebelum subuh sampai larut malam untuk mengurus anak-anak ku. Walaupun sangat repot mengurus rumah dan anak-anak, dia tetap bisa memberikan porsi perhatiannya kepadaku. Sungguh aku memang laki-laki yang sangat beruntung dengan memiliki pendamping hidup sepertinya.

Kami bukanlah termasuk orang yang peduli dengan sebuah hari jadi atau yang lainnya, bahkan terkadang aku tidak pernah sadar bahwa bulan November adalah bulan pernikahan kami. Kami memang tidak pernah mengkhususkan sebuah hari, tanggal atau pun bulan karena setiap waktu kami melaluinya dengan penuh kasih sayang. Mungkin dalam keluarga orang dalam perjalananya ada yang namanya cekcok bahkan khalayak umum mengatakan itu adalah bumbu nya berumah tangga, namun tidak untuk kami. 16 tahun perjalanan sekalipun kami belum pernah cekcok, berantem dan berselisih paham, itu karena kami selalu berfikir aku adalah kesempurnaan untuk kekurangannya dan dia adalah kesempurnaan dari kekurangan ku. Kepada anak-anak pun juga seperti itu, kami tidak pernah memarahi nya walaupun nilai ulangan nya sangat jelek dan harus remidial. Kami sangat berhati-hati terhadap anak, karena kami harus berinvestasi kasih sayang untuk masa tua kami.

IMG_20151124_055900 IMG_20151121_113120Tahun ini terasa berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, mungkin karena kondisi yang sangat nyaman membuatku mampu mengingat kapan aku menikahi nya dan berfikir sesuatu yang beda untuk menunjukan rasa terima kasih atas ketulusannya dalam menemaniku dan mengurus anak-anak selama ini. Jauh -jauh hari aku sudah berfikir untuk memberikan sesuatu kepadanya. Dalam setiap jalan-jalan, istri selalu melihat sebuah mobil putih dan dia juga sering mengeluhkan susah serta capek mengemudi mobil yang ada karena manual. Aku berkesimpulan istri menginginkan sebuah mobil putih dan metik. Akhirnya tepat pada hari pernikahan dan sementara aku masih berada di luar kota, aku mengirim kepadanya sebuah mobil Inova G2.0 autometic berwarna putih kepadanya dan diiringi BBM “ Terimakasih sayang “. Kemudian setelah aku tiba dari luar kota aku membawa seseorang untuk membuatkan istana untuknya, sebuah kitchen set yang nyaman untuk istri bekerja menyediakan kebutuhan pangan untuk kami semua.

#Edi Padmono

Advertisements

17 thoughts on “Terimakasih sayang

  1. Selamat atas ulang tahun pernikahannya Pak Edi, semoga selalu diberikan keberkahan untuk keluarga Pak Edi. Ternyata bulan menikahnya sama juga dengan saya. Bulan November.

  2. masha allah… barakallah… mas edi… saya terinspirasi sekali nih… indah ya ams pulang kerja ada keluarga yg menanti hasil perjuangan T.T semoga Allah merahmati ms edi dan keluarga…. pahalanya dobel” lagi… makin jauh amsjid kaki yg dilangkahkan smkin bnyk ms pahalanya…. dan anak” sholehnya insyallah sdh lima waaa bakal banyak doa kebaikan stilh kita pindah alam nanti mas… semoga Allah terus merahmati mas… berkah terus mas Edi…

  3. Selamat ulang tahun pernikahannya Pak. Romantis sekali istrinya dihadiahi tulisan seperti ini. :’)
    Saya takjub dan iri sama lelaki yang bisa mengapresiasi wanita kayak begini. Hihi.

  4. Masya Allah.. barakallah pak…
    Damai sekali membacanya, semoga keluarga bapak selalu dalam lindungan-Nya, menjadi panutan dan rahmat bagi sesama 🙂

  5. Selamat ultah pernikahanya ya mas, tapi telat ngucapinya ya hehee. Selamat juga sdh berhasil memberikan hadiah mobil buat istri tercinta, semoga berkah dan sakinah, aamien
    Salam dari Dompu

    • Aamiin, terimakasih pak. Mudah-mudahan kami masih mempunyai sisa perjalanan yang panjang dan barokah. Karena kami juga ingin bisa menyaksikan anak-anak menikah dan lahirnya cucu-cucu kami seperti pak syam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s