Mandi Hujan

Alhamdulillah, musim hujan telah datang setelah sekian lama daerah Tangerang dilanda kekeringan. Walaupun di tempat tinggal-ku tidak ter kendala akan suplai air bersih, namun aku juga ikut prihatin atas musibah kekeringan di beberapa tempat khususnya daerah Tangerang. Bahkan sempat terdengar dari saudara bahwa di tempat tinggalnya dan beberapa daerah Tangerang lainnya sumber airnya kering dan suplai PDAM berhenti selama kurang lebih sepekan. Beruntung, pihak management perumahan tempat aku tinggal menyediakan PAM tersendiri sehingga tidak tergantung pada PAM milik pemerintah daerah. Setiap aku jalan-jalan bersama keluarga, aku menyaksikan pemandangan yang kering di sepanjang mata memandang. Rumput dan pohon bambu semuanya mengering karena panas dan tidak ada hujan. Namun saat ini dengan hujan yang sudah beberapa pekan walaupun tidak setiap hari mengguyur daerah Tangerang, bumi terasa hidup kembali dengan hijau-nya tanaman dan rerumputan.

IMG_20151121_111022

Setiap musim hujan tiba, aku membiarkan anak-anakku untuk bermain hujan-hujan nan yang mana kebanyakan orang kota melarang anaknya untuk hal yang demikian. Kampungan!!! ya memang aku sengaja membawa kebiasaan waktu aku kecil di kampung dulu. Aku memang orang kampung yang kebetulan merantau dan bermukim di kota, dan aku ingin anak-anakku sebisa mungkin merasakan juga bagaimana hidup di kampung. Salah satunya adalah dengan mandi hujan dan bermain tanah. Sebenarnya bukan itu saja yang aku tularkan ke anak-anak, petak umpet ketika terang bulan, bermain kejar-kejaran, bermain kelereng dan lain sebagainya. Kebetulan anak ku banyak sehingga walaupun tidak ada teman bermain dari tetangga kami tetap meriah bermainnya. Bagiku anak-anak memang harus diperkenalkan dengan permainan tradisional sehingga tidak terpaku pada permainan modern yang cenderung merusak jaringan otak seperti tab dengan berbagai games nya.

IMG_20151124_131006

IMG_20151121_110947Ter khusus dengan bermain hujan, aku tidak pernah khawatir dengan anak akan sakit atau sebagainya. Dari anak pertama masih kecil dulu aku sudah mengajaknya untuk bermain hujan dan di ikuti oleh anak-anak ku selanjutnya sampai sekarang. Anak-anak berhenti bermain hujan ketika dia sudah tumbuh rasa malu seperti anak pertama dan kedua ku. Walaupun begitu, anak pertama dan keduaku ketika hujan datang dan dia masih dalam perjalanan pulang sekolah, mereka nekat hujan-hujanan sampai rumah. Untuk itu, kami selalu membekali kantong plastik untuk mengamankan sepatu dan tasnya dari hujan. Bagaimana dengan pakaianya yang kehujanan…? gampang…bilas bersih dengan air biasa baru kemudian merendamnya dengan sabun kemudian dicuci. Begitu juga dengan anaknya, langsung mandi keramas untuk membilas air hujan. selama ini tidak pernah anak-anak ku sakit demam pilek dikarenakan bermain hujan.

IMG_20151124_131029

Jika anak ku yang besar suka sengaja nekat hujan-hujannan ketika pulang sekolah, maka berbeda dengan duo balitaku. Duo balitaku mas Adzakhi dan adik Zuhdi sudah bersiap- siap bermain hujan ketika awan sudah terlihat gelap. Mereka selalu menunggu di teras rumah sampai hujan turun dengan lebatnya. mereka akan bermain hujan sepuanya sampai 30 menit atau hujan sudah mulai reda. Aku memang melarang anak-anak bermain hujan ketika hujan hanya gerimis atau hujan lebat tapi diiringi petir. Dalam bermain hujan duo balita ini selalu kejar-kejaran dan perang-peranggan. Membiarkan anak-anak bermain hujan menurutku sangat bagus untuk imunnya sehingga kelak mereka tidak mudah sakit jika kehujanan dalam perjalanan. Selain itu untuk membuat mereka bisa bergembira secara maksimal. Mungkin aku memang terlihat sebagai orang tua yang katrok dan ndeso tapi aku merasa bahagia melihat anak-anak ku bergembira lepas dengan bermain hujan. Jadi bagaimana dengan anda? apakah melarang atau mengijinkan anak-anaknya bermain hujan ? Hanya sekedar saran, janganlah merampas masa kanak-kanak dari anak kita.

#Edi Padmono

Advertisements

16 thoughts on “Mandi Hujan

  1. asiknyaaaa main hujan2an…dulu waktu ngajar pernah dapat training, kata trainernya anak2 itu memang mainannya air, pasir, dan satu lagi apa ya saya lupa akhirannya ir juga 🙂

  2. Sebagai anak kampung, saya pun senang sekali main hujan-hujanan. Tapi kok sebagai orang tua saya kok takut anak saya sakit terkena air hujan ya pak? Padahal kalau dibiarkan bisa lebih tahan terhadap penyakit. Bagaimana menghapus mindset itu dari saya ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s