Dua tahun adik Zuhdi

Sebenarnya tulisan ini sangatlah terlambat, namun karena cerita ini adalah bagian dari kerangka blog ini maka harus tetap aku tulis. Alasan keterlambatannya adalah biasa yaitu alasan konteporer kesibukan seorang manusia dalam mencari segenggam berlian dan berkarung-karung beras untuk keluarga….. 😀 . 12 Januari 2016 adalah genap 2 tahun usia adik Zuhdi, seperti biasa anak-anakku di usia ini akan mengalami ujian pertamakali dalam hidupnya. Disapih dari ASI, ku rasa semua anak mengalaminya di usia ini. Untuk ke-4 anak kami yang lainnya, tidak ada masalah dalam menjalani proses disapih ini karena mereka pada usia 6 bulan sudah mengkonsumsi makanan selain asi dan bahkan di tambah susu formula ketika menginjak usia satu tahun. Namun adik Zuhdi sangat berbeda, anak ke-5 kami ini sampai usia 2 tahun tidak pernah mau makanan selain ASI sehingga kami sangat merasa khawatir bagaimana cara menyapihnya nanti. Dari berbagai bubur bayi baik kemasan maupun buatan istri dan berbagai merk susu bayi dari yang termurah sampai termahal semua ditolak oleh adik Zuhdi.

IMG_20160112_170553 IMG_20160112_170519Bulan Januari pun datang, awal bulan aku berangkat keluar kota dan rencananya akan pulang tanggal 12 Januari tepat pada hari kelahiran adik Zuhdi. Kami sepakat akan menyapih adik Zuhdi pada tanggal kelahirannya. Bismillah, tanggal 12 januari istri membuat kue ulang tahun untuk adik Zuhdi dan saat itu juga adik Zuhdi disapih. Walaupun sederhana dan hanya di rumah saja, semua bergembira merayakan ulang tahun adik Zuhdi. Namun kegembiraan berakhir setelah satu jam kemudian, adik Zuhdi menangis tidak henti-henti karena minta nenen. Teh manis, susu formula dan kue semua di tolak oleh adik Zuhdi. Lalu kami berpura-pura membolehkannya nenen ke mamanya, tentunya puting istri sudah dioles dengan minyak angin (kami menyapih sejak anak pertama selalu pakai metode puting dioles minyak angin). Adik Zuhdi mencoba nenen ke mamanya, tapi terasa pahit dan panas di mulutnya sehingga dia semakin menangis dan menolak nenen mamanya. Sementara untuk susu formula dan makanan adik Zuhdi belum mau, kami tetap berpura-pura untuk memeberikan nenen mamanya. Adik Zuhdi semakin menolak dan sepertinya sudah takut dengan nenen mamanya. Akhirnya adik Zuhdi lapar dan haus juga dan sepertinya sudah tidak bisa dikompromi lagi, berlahan tapi pasti susu formula dalam botol habis diminumnya.

IMG_20160118_092103Pada malam harinya, kami langsung meluncur pulang kampung ke Kuningan, jawa barat karena kebetulan adik ipar menikah pada tanggal 13 Januari 2016. Sepanjang perjalanan semua anak-anak tertidur kecuali adik Zuhdi yang masih suka merengek jika lapar dan haus. Istriku pun terjaga sepanjang perjalanan untuk menemani dan menghibur adik Zuhdi. Dan pada dini hari kami sampai di kampung kemudian kami langsung istirahat. Pagi harinya kami sibuk dengan pesta pernikahan, anehnya adik Zuhdi sama sekali tidak mau ikut mamanya dan lebih memilih ikut mamang-mamangnya. Sampai akhirnya pada malam hari adik Zuhdi kembali rewel dan susah tidur karena belum terbiasa ditidurin sambil minum susu dengan dot. Oleh istri adik Zuhdi digendong dengan kain sambil diberi susu dot sampai tertidur. Semalaman istri harus bangun dan menggendong adik Zuhdi jika dia terbangun dan menangis. Pada pagi harinya kondisi adik Zuhdi sudah membaik, mau makan nasi, kue dan minum susu tapi susunya harus susu coklat.

nikahan ilham 449 nikahan ilham 452Setelah semuanya normal dan beberes pesta selesai, kami mengajak anak-anak untuk berwisata ke gunung Ceremai. Kebetulan hari Jum’at sehingga anak-anak harus membawa kain sarung untuk sholat jum’at. Pertama kali yang kami kunjungi adalah objek wisata sidomba sebuah tempat wisata alam yang diperuntukkan untuk kegiatan perkemahan. Di sana juga terdapat curug atau air terjun dan juga binatang-binatang yang dikonservasi dan hidup bebas di alam. Selain itu juga ada tempat berenang dan bermain anak yang tentunya membuat anak-anak betah bermain di sana. Hanya saja ketika kami hendak menuju ke curug, kenapa tiba-tiba terdapat aura negatif yang sangat kuat kami rasakan dan segerombolan monyet dengan menggendong anaknya mengikuti kami. Kamipun membatalkan untuk menuju ke curug, dan berbalik arah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kami hanya bermain di tempat konservasi binatang dan kemudian keluar untuk sholat jum’at.

nikahan ilham 461 nikahan ilham 471 nikahan ilham 474Selesai sholat jum’at, kami teruskan untuk mendaki gunung ceremai dan kami singgah di objek terapi ikan dewa cigugur. Sebuah tempat dimana terdapat ikan langka yang jinak walaupun sebenarnya aku merinding juga melihat penampilan ikan ini. Di tempat ini kami memanjakan diri dengan merendam kaki kami di kolam dan secara spontan ikan ikan kecil anak dari ikan dewa menghampiri dan memakan kuman yang ada pada kaki kami. Terasa geli ketika ikan-ikan itu mematuk kaki kami dan  takut ketika ikan yang besar datang menghampiri kami, maklum ikannya sebesar anak-anak balita. Bayangkan saja kalau ikan yang besar itu mematuk kaki kami……hi….bisa putus kaki kami. Setelah puas kami berendam kaki, kami kembali meneruskan pendakian kami. Sayang waktu sudah masuk ashar jadi kami tidak bisa meneruskan sampai atas. Kami terhenti di curug Landung, sebuah objek wisata air terjun yang sepertinya baru ditemukan dan sedang dalam pembangunan infrasrtuktur. Kami sholat ashar kemudian menuruni gunung menuju dasar air terjun. Lumayan tinggi dan pemandangannya masih asli hutan alam dengan berbagai binatang yang masih liar namun tidak galak terhadap pengunjung.nikahan ilham 484

Dari ketiga tempat yang kami kunjungi, ternyata anak-anak terlihat lebih happy di curug landung. Mereka asyik bermain air, berphoto-photo dan bermain kejar-kejaran di sungai. Tidak terasa matahari sudah mulai akan tenggelam sementara anak-anak masih asyik bermain dan tinggalah kami sekeluarga yang berada di dasar curug. Kamipun bersegera naik ke atas walaupun anak-anak masih terasa berat meninggalkan dasar curug. Pada saat turun kami tidak terasa berat, akan tetapi pada saat naik sangat melelahkan terlebih adik Zuhdi selalu minta digendong. Dengan nafas yang terputus-putus kamipun sampai diatas tempat kami memarkir kendaraan, kami beristirahat sebentar lalu pulang ke kota kuningan. Pagi harinya kami bergegas menuju Tangerang dengan membawa cerita baru buat pelajaran bahasa Indonesia anak-anak. Demikianlah cerita tentang dua tahun adik Zuhdi.

#Edi Padmono

 

Advertisements

10 thoughts on “Dua tahun adik Zuhdi

  1. Assalamu’alaikum mas Edi…
    Betul mas, ini pengalaman semua ortu kali ya, hanya caranya mungkin yg beda. Selamat dede Zuhdi yah, dah lulus ujian-disapih. Selamat ultah juga yaah.
    Salam dari Dompu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s