Bersiap untuk pulang

Kekasihku…walaupun usiaku adalah 2 tahun lebih muda denganmu, namun semenjak hari pernikahan itu aku selalu beranggapan bahwa berumur sama denganmu. Sesuatu yang unik adalah antara kau dan aku mempunyai bulan lahir yang sama yaitu bulan Maret, aku pada 25 Maret sedangkan dirimu pada 31 Maret. Kekasihku….tanggal 31 Maret ini genap sudah usiamu 40 tahun dan walaupun aku 2 tahun lebih muda, akupun juga merasa berumur 40 tahun. Umur dimana seseorang telah dianggap dewasa dalam kehidupan dan pola pikir. Umur dimana merupakan perjalanan pendakian ke puncak gunung kehidupan dan bersiap untuk kembali menuruninya. Umur dimana merupakan persimpangan terakhir apakah akan menjadi lebih baik ataupun lebih buruk. Umur dimana harus lebih tawaduk, berhati hati dalam menjalani kehidupan.

Kekasihku…..sudah 17 dan menuju 18 tahun kau dan aku selalu bersama-sama dalam menapaki selangkah demi selangkah perjalanan menuju puncak gunung kehidupan. Tidaklah sedikit kesusahan dan kesusahan yang kita alami, namun kita selalu bergandengan tangan bahu membahu menghadapinya. Jatuh bangun adalah hal yang biasa dalam menapaki kehidupan namun kita selalu saling menopang sehingga kita bisa menyelesaikan setiap ujian yang ada. Mengurus, membesarkan serta mempersiapkan finansial untuk kelima anak kita juga bukan hal yang mudah namun dengan ketekunan dan kerjasama yang baik kita mampu melaluinya. Anak anak tumbuh dengan asupan gizi yang cukup dan ahklak yang baik serta pendidikan umum dan agama yang seimbang. Kitapun bahkan sudah mampu mempersiapkan dana untuk pendidikan mereka sampai jenjang perguruan tinggi.

Duhai kekasihku……Kini usia kita sudah sampai di puncak kehidupan yang sudah seharusnyalah kita berhenti mengejar dunia. Kita berniaga sekedarnya saja, kemudian secara berlahan marilah bergandengan tangan menuruni lereng kehidupan menuju lembahnya. Seperti halnya dalam perjalanan mendaki, dalam menuruni jalan kehidupan juga bukanlah hal yang mudah. Kekasihku….kita haruslah semakin berhati-hati agar tidak tergelincir kejurang yang salah. Sudah saatnya kita semakin memperdalam ilmu agama, tertib dalam menjalankan ibadah fardu, memperbanyak ibadah sunah dan menjaga amalan-amalan kebaikan sebagai bekal menuju lembah kehidupan agar selalu selamat. Kekasihku….baik aku maupun kau tentu selalu ingin bergandengan tangan dalam menuruni jalan kehidupan ini, namun kita pasti sadar sepenuhnya bahwa suatu masa kita akan saling melepaskan tangan dan berucap salam perpisahan kemudian masing masing dari kita akan melalui jalan ini sendiri dan saling menunggu untuk dipertemukan kembali di alam selanjutnya.

Duhai kekasihku…..Usia kita telah sampai pada persimpangan terakhir kehidupan yang mana hanya ada 2 jalan yaitu jalan kebaikan menuju syurga atau jalan keburukan menuju neraka. Kita harus secara cermat memilih jalan itu agar tidak terjebak pada jalan yang salah. Karena jika terlanjur berada pada jalan yang salah maka akan sulit untuk kembali pada persimpangan semula. Kekasihku….Diusia kita ini selain harus mempersiapkan diri, kita juga harus mempersiapkan bekal anak-anak kita. Kita harus benar benar memastikan bahwa aqidah anak-anak adalah aqidah tauhid yang lurus. Memastikan mereka tetap tegar diatas sunah serta beribadah dengan baik dan benar. Kita juga harus mulai mengajarkan kepada mereka dalam menjalankan roda kehidupan,menjalankan perekonomian sedikit demi sedikit sampai akhirnya mereka benar-benar mampu menjalankannya tanpa adanya kita berdua.

Duhai kekasihku…..marilah bersiap siap untuk pulang ke kampung halaman kita yang sebenarnya, itulah kata kata yang pantas menghiasi usia kita saat ini. Alangkah bahgianya jika di akhir masa kita bisa menyaksikan anak anak sudah tumbuh dewasa berkeluarga dan mapan. Alangkah bahagianya jika di akhir masa kita bisa menyaksikan anak anak tetap tegar diatas sunah dan memegang teguh jalan tauhid seperti bahagianya nabi Ya’qub melihat anak anaknya di akhir hayatnya

{أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ} [البقرة : 133]

Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya” (Al Baqoroh 133).

Dan alangkah bahagianya jika di akhir masa kita berujung dengan khusnul khotimah. Itulah kesuksesan hidup yang sebenar benarnya.

ﺭَﺏِّ ﺃَﻭﺯِﻋﻨِﻲ ﺃَﻥ ﺃَﺷﻜُﺮَﻧِﻌﻤَﺘَﻚَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺃَﻧﻌَﻤﺖَ ﻋَﻠَﻰَّ ﻭَﻋَﻠَﻯﻮَﻟِﺪَﻯَّ ﻭَﺃَﻥ ﺃَﻋﻤَﻞَ ﺻَﻠِﺤًﺎﺗَﺮﺿَﻪُ ﻭَﺃَﺻﻠِﺢ ﻟِﻯﻔِﻰ ﺫُﺭِّﻳَّﺘِﻲ ﺇِﻧِّﻰ ﺗُﺒﺖُ ﺇِﻟَﻴﻚَ ﻭَﺇِﻧِّﻰ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻤُﺴﻠِﻤِﻴﻦَ

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmatMU yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.. Sesungguhnya aku
bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri.”

Baarakallaah fii ‘umrik duhai kekasihku

#Edi Padmono

Advertisements

4 thoughts on “Bersiap untuk pulang

  1. Barakallahu buat istri Pak Edi, buat Pak Edi, dan anak2. Semoga sakinah mawaddah selamanya.

    Usia pernikahannya seperti usia pernikahan saya dan suami juga. Menuju 18 tahun 🙂

  2. Assalamu’alaikum mas Edi…

    Membaca tulisan ini saya jadi teringat akan usia saya sendiri yang sudah lebih dari 40 th (58 th). Berarti sudah berada di persimpangan terakhir nih, yang pilihannya hanya ada 2 jalan kebaikan atau keburukan akhir dari semua ini, semoga kita tetap istiqamah di jalan kebaikan ya mas hingga akhir hayat, amien.

    Barakallah fik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s